
Siapa yang tidak pernah merasa dilema saat tubuh mulai tidak enak? Di satu sisi, olahraga bisa membuat kita merasa lebih segar dan bugar, tapi di sisi lain, latihan yang salah justru bisa memperburuk kondisi. Tubuh manusia adalah sistem kompleks, stres dari olahraga dapat memperkuat kebugaran saat sehat, tapi bisa melemahkan daya tahan saat melawan infeksi. Memahami kapan aman bergerak, kapan harus menurunkan intensitas, dan kapan sebaiknya istirahat adalah kunci untuk tetap aktif tanpa mengorbankan kesehatan.
Pengaruh Olahraga Terhadap Sistem Imun dan Penyakit
Olahraga memengaruhi sistem imun, baik bawaan maupun adaptif. Setelah sesi olahraga berat dan berdurasi panjang, seperti maraton, daya tahan tubuh bisa menurun sementara hingga sekitar 72 jam. Inilah sebabnya banyak atlet ketahanan jatuh sakit setelah lomba.
Sebaliknya, satu sesi olahraga intensitas tinggi yang singkat tidak memberikan efek penurunan imun yang sama. Bahkan, olahraga intensitas sedang justru dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada orang sehat. Dalam jangka panjang, latihan beban rutin cenderung memperkuat imunitas bawaan, sedangkan olahraga sedang yang dilakukan secara konsisten dapat mendukung imunitas adaptif.
Polanya jelas olahraga teratur dengan intensitas sedang bermanfaat bagi sistem imun. Namun, sesi yang terlalu berat atau terlalu lama bisa mengganggu fungsi kekebalan, terutama jika tubuh sedang tidak fit. Sebuah analisis tentang kebiasaan olahraga dan influenza juga menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah berolahraga paling sering sakit, mereka yang berolahraga 1–3 kali per minggu memiliki risiko paling rendah, sedangkan yang berolahraga lebih dari empat kali seminggu justru lebih sering sakit.
Peningkatan intensitas atau volume latihan secara mendadak dapat menjadi stres tambahan bagi tubuh. Kondisi ini bisa melemahkan pertahanan imun sementara, sehingga virus atau bakteri lebih mudah menginfeksi dan memicu sakit.

Apakah Tetap Boleh Berolahraga Jika Sedang Tidak Enak Badan?
Olahraga berat berbeda dengan sekadar bergerak. Latihan intens memicu stres pada tubuh yang saat sehat bisa meningkatkan kebugaran. Namun saat sakit, stres tambahan ini bisa membebani sistem imun dan memperlambat pemulihan. Menurut Mayo Clinic, Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang umumnya masih aman dilakukan jika Anda hanya mengalami flu ringan tanpa demam. Bahkan, bergerak dapat membantu Anda merasa sedikit lebih lega karena bisa membuka saluran pernapasan dan meredakan hidung tersumbat untuk sementara.
Sebagai pedoman umum, perhatikan beberapa hal berikut saat memutuskan untuk berolahraga ketika sedang sakit:
- Olahraga biasanya masih diperbolehkan apabila gejala yang muncul hanya berada di “atas leher”, seperti pilek, hidung tersumbat, bersin, atau sakit tenggorokan ringan.
- Namun, sebaiknya kurangi intensitas dan durasi latihan. Misalnya, jika biasanya Anda berlari, gantilah dengan berjalan santai.
- Hindari berolahraga jika gejala yang dirasakan berada “di bawah leher”, seperti dada terasa sesak, batuk kering, atau gangguan pencernaan.
- Jangan berolahraga bersama orang lain apabila Anda menderita penyakit menular lainnya, guna mencegah penularan.
- Tunda olahraga jika Anda mengalami demam, kelelahan berat, atau nyeri otot di seluruh tubuh.
Jadikan kondisi tubuh sebagai patokan. Jika merasa tidak fit, sebaiknya istirahat karena beberapa hari libur biasanya tidak berdampak signifikan pada performa. Saat sudah membaik, kembali berolahraga secara bertahap. Jika tetap ingin berlatih saat sakit, kurangi intensitas dan durasinya agar tidak memperparah kondisi atau meningkatkan risiko cedera.
Risiko Berolahraga Saat Tidak Enak Badan
Berolahraga saat tubuh sedang tidak fit memang terasa “tanggung” untuk dilewatkan. Namun, dalam kondisi tertentu, aktivitas fisik justru bisa memperburuk keadaan dan memperlambat pemulihan. Berikut beberapa risikonya:
- Memperparah Gejala Sakit Menurut Sports Health, berolahraga saat demam meningkatkan kehilangan cairan, menurunkan kekuatan otot, dan membuat tubuh lebih lelah. Demam juga menandakan tubuh sedang menaikkan suhu internal untuk melawan infeksi, sehingga latihan justru dapat memperburuk kondisi.
- Risiko Dehidrasi Olahraga dapat menyebabkan tubuh kehilangan air melalui keringat. Karena seseorang dengan diare atau muntah sudah kehilangan banyak air, berolahraga dapat membuat mereka berisiko mengalami dehidrasi.
- Pusing dan Cedera Gejala di telinga adalah faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Tanda-tanda penyakit ini dapat menyebabkan seseorang merasa pusing atau kehilangan keseimbangan, yang juga dapat menimbulkan risiko jika mereka berolahraga.
Tips Praktis Saat Memutuskan Untuk Tetap Berolahraga
Walaupun olahraga umumnya masih aman jika gejala hanya berada di “atas leher”, Anda tetap perlu berhati-hati. Jika memutuskan tetap beraktivitas saat sakit, perhatikan hal-hal berikut:
- Hindari tempat umum Flu , pilek, dan beberapa penyakit pernapasan menular melalui droplet dan kontak langsung. Sebaiknya tunda ke gym atau aktivitas dengan banyak kontak fisik agar tidak menularkan virus ke orang lain.
- Jangan berolahraga saat demam Latihan saat demam dapat memperburuk dehidrasi, sakit kepala, dan nyeri otot, serta membebani tubuh yang sedang melawan infeksi.
- Dengarkan sinyal tubuh Jika gejala memburuk saat berolahraga, segera hentikan dan prioritaskan istirahat.
- Turunkan intensitas latihan Kurangi durasi dan tingkat latihan agar tubuh tidak semakin lelah. Misalnya, ganti jogging dengan jalan cepat selama 20–30 menit. Anda tetap bisa mendapatkan manfaat tanpa memberi beban berlebih pada tubuh.
- Cukupi kebutuhan cairan Saat sakit, risiko dehidrasi lebih tinggi, terutama jika tetap berolahraga. Pastikan asupan cairan cukup agar pemulihan tidak terhambat.

Rekomendasi Aktivitas Olahraga Yang Ringan
-
Berjalan kaki
Meski ringan, berjalan dapat membantu membuka saluran pernapasan, merangsang napas dalam-dalam, dan tetap memberi manfaat olahraga saat energi menurun. -
Joging
Untuk pilek ringan, jogging masih diperbolehkan. Bisa membantu membuka saluran pernapasan dan meningkatkan mood. Kurangi intensitas jika tubuh terasa lelah, dan hindari jika gejala “di bawah leher” muncul. -
Bersepeda
Aktivitas kardio sedang ini aman jika gejala hanya di atas leher. Hindari jalan ramai untuk mencegah iritasi saluran pernapasan dari polusi. Rutin bersepeda saat sehat dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. -
Qigong
Gerakan lambat dan mindful ini meningkatkan aliran darah, energi, serta menurunkan stres. Penelitian menunjukkan qigong dapat mendukung sistem kekebalan dan menekan peradangan. -
Tarian
Kelas tari kardio atau sekadar bergerak di rumah bisa meningkatkan mood, mengurangi stres, dan mendukung sistem imun. Intensitasnya rendah sehingga aman bagi persendian dan tidak memperparah sakit kepala sinus.
Kapan Harus Istirahat Total dan Konsultasi Medis?
Gunakan kondisi tubuh sebagai acuan utama. Jika tubuh terasa tidak fit, beristirahatlah. Beberapa hari tidak berolahraga saat sakit umumnya tidak akan berdampak besar pada performa Anda. Ketika kondisi mulai membaik, kembalilah ke rutinitas secara bertahap. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter. Jika tetap memutuskan untuk berolahraga saat sakit, pastikan Anda menurunkan intensitas dan durasinya. Memaksakan diri berlatih seperti biasa saat kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya dapat meningkatkan risiko cedera atau memperburuk penyakit.
Pada akhirnya, tubuh adalah panduan terbaik Anda. Olahraga ringan hingga sedang dapat membantu pemulihan dan menjaga kebugaran, tapi latihan berat saat sakit bisa memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko cedera. Dengan memilih aktivitas yang tepat, menyesuaikan intensitas, dan tetap mendengarkan sinyal tubuh, Anda tetap bisa aktif tanpa memperburuk kondisi. Jangan lupa, ketika sakit selalu pantau kesehatan Anda di rumah. siapkan termometer untuk memeriksa demam, ice bag dan hot water bag untuk kompres, dan jika ada masalah pernapasan, gunakan nebulizer untuk terapi. Ingat, sehat itu mahal jadi jagalah selalu tubuh Anda dengan rutin memantau kondisi di rumah.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/expert-answers/exercise/faq-20058494
https://www.precisionnutrition.com/working-out-when-sick
https://www.health.com/condition/cold/working-out-while-sick
https://www.medicalnewstoday.com/articles/326882
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
https://www.frontiersin.org/journals/immunology/articles/10.3389/fimmu.2018.00648/full




