Stres merupakan sebuah kata yang sering Kita dengar di kehidupan sehari-hari, baik itu berasal dari deadline tugas, masalah ditempat kerja, masalah keuangan, dan lainnya. Stres tersebut merupakan suatu kondisi dimana tubuh terasa tertekan, tegang, dan gelisah sehingga dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Setiap orang merasakan stres yang berbeda. Sebenarnya, dalam kondisi yang baik stres bisa menjadi pemicu atau motivasi dalam menghadapi tantangan yang ada. Namun, apabila terasa berat untuk ditangani, maka kondisi stres dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Stres adalah reaksi tubuh terhadap perubahan yang dialami baik berasal dari lingkungan, tubuh, dan pikiran yang sedang melakukan penyesuaian terhadap kondisi baru tersebut. Stres akibat reaksi tubuh terhadap perubahan tersebut dapat berupa fisik, mental, dan emosional. Terdapat dua tipe stres yaitu stres fisikokimia dan stres psikologis. Stres fisikokimia berasal dari proses kimia yang terjadi didalam tubuh seperti nutrisi, racun, gangguan metabolik, infeksi, dan peradangan. Sedangkan stress psikologis berasal dari kondisi psikologis misalnya pikiran dan lingkungan. Terdapat tiga kondisi stress yaitu stress akut, stres episodik, dan stress kronis.

Benarkah Bahwa Stres Bisa Membuat Sistem Imun Tubuh Menurun?
  • Stres Akut
    Stres akut bersifat jangka pendek dan bisa menghilang dengan segera. Stress ini biasanya terjadi saat menghadapi kondisi yang tidak terduga. Misal terjebak macet, melakukan pelanggaran saat berkendara, atau hendak berbicara didepan umum. Gejala yang terjadi pada kondisi ini yaitu denyut jantung meningkat, napas cepat, berkeringat, sakit kepala, hingga kadar gula dalam darah naik. Namun, gejala tersebut terjadi dalam waktu singkat. Stres ini akan melatih tubuh untuk membentuk respon terhadap situasi pemicu stres dan setelah melewati fase imi, sistem tubuh akan kembali normal.
  • Stres Episodik
    Jenis stres ini terjadi jika mengalami stres akut. Biasanya orang yang mengalami stress ini yaitu orang yang terlalu banyak mengambil tanggung jawab di hidupnya. Sama hal nya dengan stres akut yang parah, stres ini juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan fisik. Gejalanya hampir sama dengan stress akut namun, frekuensinya lebih sering terjadi. Bila terlalu sering mengalami kondisi ini maka dapat mengganggu jantung dan dapat menyebabkan depresi.
  • Stres Kronis
    Stres kronis merupakan tingkatan paling parah dari stres. Gejala stres kronis bisa membuat tubuh sangat terbebani hingga tubuh bisa lelah. Biasanya beberapa orang dengan kondisi ini akan mengalami perubahan nafsu makan, sulit tidur, sakit perut, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. Stres kronis dapat disebabkan oleh masalah ekonomi, lingkungan kerja yang tidak harmonis, atau hubungan keluarga yang tidak bahagia. Stres kronis yang terjadi dalam waktu lama dapat berbahaya bagi kesehatan dan jika tidak ditangani dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan depresi, gangguan kecemasan, insomnia, hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

Ketika mengalami stres, sistem imun tubuh bisa menurun. Penyebabnya karena orang akan cenderung kurang tidur, jarang berolahraga, memiliki pola makan yang buruk, lebih banyak merokok, mengkonsumsi alkohol, hingga meminum obat-obatan yang dianggap mengatasi gejala stres. Perilaku tersebut dapat menurunkan sistem imun tubuh sehingga dapat meningkatkan resiko penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Dilansir dari p2ptm kemenkes menjelaskan bahwa kondisi stres dalam jangka panjang bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan karena sistem kekebalan tubuh menurun dan menjadikan tubuh sulit melawan penyakit sehingga tubuh rentan terkena penyakit.

Dampak Terlalu Sering Stres

Terlalu sering stres dapat menyebabkan penyakit pada fisik. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, kondisi tersebut yang dapat menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit. Stres bukan hanya sekedar perasaan, stres merupakan respon fisiologi yang dapat mengancam kondisi tubuh. Saat stres tubuh akan merespon dengan menyempitnya pembuluh darah, tekanan darah naik, bernapas lebih cepat, serta meningkatnya hormon kortisol dan adrenalin. Beberapa penyakit yang dapat terjadi disebabkan oleh stres adalah.

1. Penyakit Jantung

Stres dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi sehingga dapat menimbulkan resiko serangan jantung dan stroke. Stres juga memiliki dampak besar terkait penyakit kardiovaskular yang dipicu karena kebiasaan merokok, kurang tidur, dan makan berlebihan saat merasa stres.

Benarkah Bahwa Stres Bisa Membuat Sistem Imun Tubuh Menurun?

2. Depresi dan Kecemasan

Stres kronis memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis stres lainnya. Salah satu penelitian menjelaskan bahwa orang yang memiliki tuntutan pekerjaan dengan upah yang sedikit memiliki resiko 80% lebih tinggi mengalami depresi.

3. Obesitas

Hormon kortisol atau hormon yang dikeluarkan saat stres dalam jumlah tinggi didalam tubuh dengan jangka waktu lama cenderung memiliki indeks massa tubuh yang tinggi dan pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang hormon kortisolnya rendah. Selain itu, orang yang mengalami stres akan cenderung mengkonsumsi banyak makanan manis dan tinggi lemak sebagai upaya dalam menaikan mood atau membuat suasana hati menjadi lebih baik, sehingga beresiko mengalami Obesitas.

4. Diabetes

Stres dapat menyebabkan diabetes karena pola makan yang tidak baik saat sedang mengalami kondisi tersebut. Selain itu, stres dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga menyebabkan gula didalam darah tinggi dan terkena penyakit diabetes.

5. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan kondisi yang hampir dialami oleh semua orang yang menderita stres. Hal tersebut terjadi karena otot-otot dan syaraf di kepala merenggang kemudian mengakibatkan migrain hingga kesemutan di satu bagian bahkan kedua sisi kepala. Kondisi ini dapat berlangsung singkat atau lama tergantung dengan tingkat stres yang dialami.

6. Kulit Rusak

Stres menyebabkan reaksi kimia didalam tubuh sehingga membuat kulit lebih sensitif dan reaktif. Saat stres wajah mengeluarkan banyak minyak hal tersebut terjadi karena hormon yang dikeluarkan saat stres membuat kelenjar di kulit memproduksi banyak minyak. Kulit berminyak memiliki resiko yang tinggi terhadap jerawat dan masalah kulit lainnya.

7. Gangguan Tidur

Stres membuat otak dipenuhi dengan beban pikiran dan emosi. Hal tersebut dapat membuat kesulitan tidur bahkan insomnia. Jika dibiarkan terus menerus maka dapat menjadi komplikasi terhadap masalah kesehatannya lain. Gangguan kurang tidur yang akan terjadi dalam jangka waktu panjang adalah berat badan naik, kulit terlihat lebih tua dan berjerawat, sering lupa, memperburuk kondisi kesehatan tubuh, hilang fokus, dan berat badan naik.

Benarkah Bahwa Stres Bisa Membuat Sistem Imun Tubuh Menurun?

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengelola stres agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan yaitu selalu berpandangan positif terhadap kondisi yang sedang terjadi, mencari tahu penyebab stres, selalu tidur yang cukup, meluangkan waktu untuk melakukan berbagai hobi yang membuat suasana hati senang, mendapatkan asupan gizi seimbang setiap harinya, olahraga rutin 30 menit sehari, relaksasi, dan bersosialisasi dengan orang lain yang memberikan dampak positif.

Apabila sedang merasa berada dalam kondisi stres, penting bagi kita untuk selalu memantau kesehatan dengan seksama. Ketika sedang stres, tubuh bisa merespon dengan berbagai cara dan berdampak bagi kesehatan. Seperti gangguan pencernaan, peningkatan tekanan darah, meningkatnya kadar gula darah akibat hormon kortisol, dan gangguan emosional. Oleh karena itu, memantau tekanan darah, memantau kadar glukosa, dan memantau pola tidur dapat memberikan pencegahan awal terkena resiko penyakit yang lebih berbahaya bagi tubuh saat sedang stres. Pemantauan tersebut dapat dilakukan dengan alat-alat kesehatan seperti tensimeter dan glukometer. Alat tersebut sudah banyak dijual dipasaran, salah satunya di Galeri Medika. Di toko Galeri Medika tersedia berbagai macam alat kesehatan yang 100% original dan dapat dikirim ke seluruh penjuru Nusantara.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.halodoc.com/artikel/terlalu-sering-stres-sebabkan-6-penyakit-ini
https://www.darya-varia.com/id/read/bagaimana-stress-mempengaruhi-sistem-imunitas-tubuh
/infographic-p2ptm/stress/beberapa-kondisi-yang-dapat-terjadi-jika-mengalami-stres-berkepanjangan
https://www.verywellmind.com/yes-stress-can-really-make-you-sick-this-is-why-8350874