Dalam beberapa pekan terakhir, banyak orang mengeluhkan flu yang tak kunjung sembuh meski sudah beristirahat dan minum obat biasa. Gejala yang muncul pun lebih berat dari flu musiman: demam tinggi, nyeri sendi, batuk kering, dan kelelahan ekstrem. Kondisi ini kerap disebabkan oleh virus Influenza A, yang tengah meningkat kasusnya di berbagai wilayah.

Kasus influenza dalam satu bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 9 Oktober 2025, jumlah pasien positif influenza pada minggu ke-40 tercatat naik hingga 55% dibandingkan periode sebelumnya. Virus ini memang bukan hal baru, tetapi mutasinya yang cepat membuat sistem kekebalan tubuh sulit mengenalinya.

Mengenal Influenza A, Flu Musiman yang Lebih Agresif

Influenza A merupakan salah satu jenis virus flu yang paling sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Virus ini, terutama subtipe H1N1, dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penularan umumnya terjadi melalui percikan droplet dari batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan tubuh seperti lendir hidung, air liur, atau dahak. Selain itu, virus juga bisa berpindah lewat benda yang terkontaminasi, seperti gagang pintu, pegangan tangan, atau barang pribadi yang sering disentuh.

influenza a

Begitu virus masuk ke tubuh melalui hidung atau mulut, ia akan menyerang saluran pernapasan bagian atas yang meliputi rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. Pada tahap awal infeksi, virus mulai bereplikasi dan berkembang biak dengan cepat, kemudian menyebar ke saluran pernapasan bawah seperti laring, bronkus, dan paru-paru.

Dalam periode ini, seseorang bisa saja belum menunjukkan gejala apa pun, namun tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain dalam waktu satu hingga tiga hari setelah terinfeksi. Inilah yang membuat Influenza A menjadi flu musiman yang lebih agresif, karena penularannya berlangsung cepat bahkan sebelum gejala muncul.

Mengapa Banyak yang Terinfeksi Saat Ini?

Peningkatan kasus Influenza A berkaitan erat dengan perubahan cuaca ekstrem, aktivitas padat, dan gaya hidup masyarakat modern. Kurang tidur, stres, serta sering berada di ruangan tertutup ber-AC dapat menurunkan sistem imun tubuh.

Selain itu, banyak orang menganggap flu sebagai penyakit ringan, sehingga cenderung menunda berobat. Padahal, saat gejala semakin berat, risiko penularan ke orang lain juga meningkat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masa penularan virus influenza bisa berlangsung 1 hari sebelum gejala muncul hingga 7 hari setelahnya. Artinya, seseorang bisa tanpa sadar menularkan virus bahkan sebelum merasa sakit.

Membedakan Influenza A dan Flu Biasa

GejalaFlu BiasaInfluenza A
DemamRingan atau tidak adaTinggi (>38°C)
Nyeri ototRinganBerat dan menyeluruh
BatukRinganKering dan intens
LemasSedikitBerat dan mendadak
Durasi2–3 hari5–7 hari atau lebih

Gejala Influenza A

KategoriGejala
Gejala Umum
  • Demam tinggi mendadak disertai menggigil
  • Batuk, bisa kering atau berdahak ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat, bersin, dan pilek
  • Rasa lelah dan lemah berkepanjangan
  • Sakit kepala
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Tinja encer atau diare
  • Nyeri otot dan nyeri sendi di seluruh tubuh
Gejala Parah
  • Demam tinggi di atas 38°C selama lebih dari satu minggu
  • Pneumonia atau radang paru berat
  • Sesak napas atau napas cepat
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Gagal napas
  • Kejang akibat demam, terutama pada anak-anak
  • Dalam kasus berat, dapat menyebabkan kematian
influenza a

Nggak Perlu Panik, Tapi Harus Tanggap

Kabar baiknya, sebagian besar kasus Influenza A bisa pulih dengan istirahat dan perawatan mandiri di rumah. Namun, perawatan yang tepat sangat penting agar flu tidak berkembang jadi komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat
  • Minum air putih lebih banyak untuk mencegah dehidrasi
  • Konsumsi makanan bergizi dan vitamin (C, D, dan zinc)
  • Gunakan nebulizer bila batuk dan sesak mulai terasa mengganggu

Nebulizer bekerja dengan cara mengubah obat cair menjadi uap halus yang mudah dihirup langsung ke saluran pernapasan. Alat ini membantu meredakan batuk, hidung tersumbat, dan sesak akibat lendir yang menumpuk. Sekarang banyak portable nebulizer yang ringan dan mudah digunakan di rumah, tanpa harus ke klinik.

influenza a

Menjaga kesehatan saluran pernapasan saat terserang influenza penting agar pemulihan lebih cepat. Penggunaan nebulizer bisa menjadi solusi membantu mengencerkan dahak dan mempermudah pernapasan. Temukan produk nebulizer terpercaya di Galeri Medika, toko alat kesehatan yang menyediakan berbagai pilihan sesuai kebutuhan Anda.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://primayahospital.com/umum/influenza-tipe-a/
https://ugm.ac.id/id?s=influenza+a
https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/influenza-a
https://www.cdc.gov/flu/spread/index.html