Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi organ tetap optimal. Namun, bagaimana jika seseorang sudah tidur selama 8–10 jam setiap malam, tetapi masih merasa sangat mengantuk ketika bangun atau bahkan kesulitan mempertahankan rasa kantuk sepanjang hari?

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Pada beberapa orang, rasa kantuk berlebihan dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur, salah satunya hipersomnia. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa terus membutuhkan tidur meskipun telah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Menariknya, rasa kantuk berlebihan pada siang hari juga dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan saat tidur, seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Apa sebenarnya hipersomnia, apa penyebabnya, dan bagaimana hubungannya dengan Sleep Apnea?

hipersomnia

Apa Itu Hipersomnia?

Hipersomnia merupakan istilah yang berkaitan dengan rasa kantuk berlebihan pada siang hari atau excessive daytime sleepiness (EDS). Seseorang yang mengalami kondisi ini dapat merasa sangat mengantuk, sulit mempertahankan kesadaran, bahkan tertidur ketika sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Hipersomnia juga dapat merujuk pada kelompok gangguan tidur tertentu, termasuk idiopathic hypersomnia, yaitu gangguan ketika seseorang mengalami kantuk berlebihan tanpa penyebab yang dapat diketahui secara jelas setelah kondisi lain disingkirkan.

Perlu dipahami bahwa mengantuk setelah begadang atau tidur terlalu sedikit tidak otomatis berarti mengalami hipersomnia. Kondisi ini perlu diperhatikan apabila rasa kantuk berlangsung berulang, sulit dikendalikan, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa karakteristik yang dapat ditemukan pada penderita hipersomnia antara lain:

  • Tetap merasa mengantuk meskipun sudah tidur cukup lama.
  • Sering membutuhkan tidur siang.
  • Kesulitan bangun tidur dan merasa tidak segar setelah terbangun.
  • Mengalami penurunan konsentrasi dan kewaspadaan.
  • Mudah tertidur ketika sedang membaca, bekerja, atau melakukan aktivitas lain.

Apa Penyebab Hipersomnia?

Rasa kantuk berlebihan tidak selalu muncul karena satu penyebab. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan tidur, kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan, maupun gangguan tidur tertentu. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kantuk berlebihan:

a. Kurang tidur dalam jangka panjang

Kebiasaan tidur terlalu larut, durasi tidur yang tidak mencukupi, atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan tidur. Akibatnya, rasa kantuk dapat menumpuk dan muncul pada siang hari.

b. Gangguan pernapasan saat tidur

Gangguan seperti Sleep Apnea dapat menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berjalan berulang kali selama tidur. Kondisi ini membuat tidur terganggu sehingga seseorang tidak memperoleh istirahat yang optimal.

c. Gangguan neurologis atau gangguan tidur tertentu

Beberapa kondisi, seperti narkolepsi dan idiopathic hypersomnia, dapat memengaruhi mekanisme pengaturan tidur dan bangun. Penderitanya dapat mengalami rasa kantuk yang berat meskipun waktu tidurnya relatif mencukupi.

d. Kondisi kesehatan dan penggunaan obat

Depresi, gangguan metabolisme  tertentu, serta beberapa jenis obat yang menimbulkan efek mengantuk juga dapat berkontribusi terhadap rasa kantuk berlebihan.

Dengan demikian, penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sebelum menentukan penanganan yang tepat.

hipersomnia

Apa Hubungan Hipersomnia dengan Sleep Apnea?

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kantuk berlebihan pada siang hari adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). Gangguan ini terjadi ketika saluran napas bagian atas menyempit atau tertutup sementara selama tidur sehingga aliran udara terganggu.

Ketika kondisi tersebut terjadi berulang kali, otak akan memicu respons singkat untuk membuka kembali saluran napas. Akibatnya, tidur menjadi sering terputus tanpa selalu disadari oleh penderitanya.

Inilah yang membuat seseorang tetap merasa lelah dan mengantuk meskipun sudah tidur cukup lama. Dengan kata lain, Sleep Apnea dapat menjadi salah satu penyebab excessive daytime sleepiness atau rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Namun, perlu dipahami bahwa Sleep Apnea dan hipersomnia bukanlah kondisi yang sama. Hipersomnia dapat merujuk pada gangguan tidur tersendiri, sedangkan kantuk berlebihan akibat OSA merupakan salah satu gejala yang muncul karena kualitas tidur terganggu.

Gejala Hipersomnia yang Perlu Diwaspadai

Gejala hipersomnia dapat berbeda pada setiap orang, Namun, beberapa tanda berikut perlu diperhatikan:

  • Mengantuk sepanjang hari: Sulit mempertahankan rasa terjaga meskipun sudah tidur pada malam hari.
  • Sering tidur siang: Membutuhkan tidur tambahan untuk mengatasi rasa kantuk.
  • Sulit bangun tidur: Membutuhkan waktu lama untuk merasa benar-benar sadar setelah terbangun.
  • Konsentrasi menurun: Kesulitan fokus dan menyelesaikan aktivitas sehari-hari.
  • Tidur tidak menyegarkan: Tetap merasa lelah meskipun durasi tidur cukup.
Apabila kondisi tersebut disertai dengkuran keras, jeda napas saat tidur, atau sering terbangun karena tersedak, pemeriksaan Sleep Apnea juga perlu dipertimbangkan.

Baca artikel lainnya

Penanganan Hipersomia dan Peran Terapi CPAP

Penanganan hipersomnia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika berkaitan dengan kurang tidur, perbaikan jadwal dan kebiasaan tidur dapat membantu. Namun, apabila disebabkan oleh gangguan tidur tertentu, diperlukan penanganan yang lebih spesifik.

Bagaimana jika kantuk berlebihan disebabkan oleh Sleep Apnea?

Pada penderita Obstructive Sleep Apnea, salah satu pilihan terapi yang umum digunakan adalah Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Perangkat CPAP bekerja dengan mengalirkan udara bertekanan melalui masker untuk membantu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur. Dengan demikian, penyumbatan saluran napas berulang dapat dikurangi sehingga kualitas tidur berpotensi membaik.

Penggunaan CPAP secara konsisten sesuai anjuran dokter juga dapat membantu mengurangi rasa kantuk berlebihan pada siang hari akibat OSA.

Namun, CPAP bukan terapi untuk semua jenis hipersomnia. Perangkat ini digunakan untuk menangani gangguan pernapasan seperti OSA, bukan untuk mengatasi idiopathic hypersomnia atau seluruh penyebab kantuk berlebihan.

ResMed AirStart 10

ResMed AirStart 10 Automatic CPAP untuk Sleep Apnea Full Set

Fitur Produk

  • Perangkat sederhana dan mudah digunakan
  • Suara mesin tidak berisik saat beroperasi sehingga tidak mengganggu tidur
  • Memberikan tekanan udara dengan mode automatic
  • Dilengkapi dengan fitur Ramp, EPR dan humidification
  • Terdapat fitur Sleep Report untuk melihat kualitas tidur setelah penggunaan alat

Beli produk? KLIK DISINI

ResMed AirSense 10

ResMed AirSense 10 Auto CPAP

Fitur Produk

  • Perangkat terapi CPAP untuk perawatan Obstructive Sleep Apnea (OSA)
  • Dilengkapi dengan Humidifier internal dengan kontrol iklim untuk memaksimalkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan
  • AutoRamp dengan deteksi onset tidur memulai setiap sesi terapi lebih nyaman
  • Expiratory pressure relief (EPR) mempertahankan tekanan aliran udara reguler saat pasien menarik napas dan mengurangi tekanan untuk membuatnya lebih mudah saat menghembuskan napas
  • Dengan antarmuka yang intuitif memudahkan untuk menavigasi pengaturan dan laporan tidur malam

Beli produk? KLIK DISINI

ResMed AirSense 10

ResMed AirSense 10 Auto CPAP For Her

Fitur Produk

  • Dengan antarmuka yang intuitif memudahkan untuk menavigasi pengaturan dan laporan tidur malam
  • Pengaturan kenyamanan AutoSet Response menawarkan peningkatan tekanan yang lebih lembut dan tidur malam yang lebih nyenyak untuk membantu pasien dengan intoleransi tekanan tinggi
  • Deteksi peristiwa lebih lanjut, mengidentifikasi Central Sleep Apnea (CSA), Respiratory effort- related arousal (RERA) dan Cheyne-Stokes Respiration (CSR)
  • AutoRamp dengan deteksi onset tidur memulai setiap sesi terapi lebih nyaman
  • Expiratory pressure relief (EPR) mempertahankan tekanan aliran udara reguler saat pasien menarik napas dan mengurangi tekanan untuk membuatnya lebih mudah saat menghembuskan napas

Beli produk? KLIK DISINI

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Rasa kantuk sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, jika terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan diabaikan. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Sering tertidur tanpa disengaja pada siang hari.
  • Tetap mengantuk meskipun sudah tidur cukup.
  • Kesulitan berkonsentrasi ketika bekerja atau belajar.
  • Mendengkur keras atau mengalami jeda napas saat tidur.
  • Sering terbangun dengan sensasi tersedak atau kesulitan bernapas.
Kantuk berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika berkendara. Karena itu, hindari mengemudi saat merasa sangat mengantuk.

Baca artikel lainnya

Kesimpulan

Hipersomnia merupakan kondisi yang berkaitan dengan rasa kantuk berlebihan dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah Sleep Apnea, khususnya OSA, yang dapat mengganggu kualitas tidur akibat penyumbatan saluran napas berulang.

Jika kantuk berlebihan disebabkan oleh OSA, terapi CPAP dapat menjadi salah satu pilihan penanganan untuk membantu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur. Galeri Medika menyediakan berbagai pilihan perangkat CPAP untuk mendukung kebutuhan terapi Sleep Apnea. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(20)30984-8/fulltext
https://aasm.org/position-statement-clinical-significance-sleepiness/