Selama ini, stetoskop memang sangat identik dengan dokter. Alat kecil yang sering tergantung di leher itu bisa dibilang jadi simbol dunia medis selama ratusan tahun. Stetoskop sendiri punya peran yang penting untuk mengetahui kondisi jantung atau paru-paru seseorang. Tubing atau selang panjang dan chestpiecenya yang dingin jadi ciri khas utama ketika pengecekan pasien.

Seiring majunya teknologi dan perkembangan AI yang sedang pesat saat ini, stetoskop kini berevolusi jadi alat digital yang mampu merekam dan menganalisis suara jantung lho. Dari yang bentuk awalnya seperti gulungan, baru-baru ini muncul inovasi mengejutkan stetoskop dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diklaim bisa mendeteksi tiga kondisi jantung utama hanya dalam waktu beberapa detik saja lho. Tapi bagaimana cara kerjanya dan apakah akurat?

Sejarah Singkat: Dari Gulungan Kertas ke Stetoskop Digital

Sebelum membahas lebih dalam seputar temuan terbaru stetoskop, yuk kenal lebih jauh sejarah singkat stetokop. Awal mula stetoskop itu cukup unik. Dulu, di awal 1800-an, seorang dokter Prancis bernama Rene Laennec menangani pasien wanita muda dengan gejala penyakit jantung. Ia merasa tidak nyaman menempelkan telinganya langsung ke dada pasien, jadi ia menggulung selembar kertas menjadi tabung dan menggunakannya untuk mendengar detak jantung. Dari situ, suara jantung terdengar lebih jelas dan lahirlah ide stetoskop.

Pada tahun 1851, seorang bernama NB Marsh menciptakan stetoskop binaural dengan dua earpiece. Tujuannya agar suara dari luar bisa diblokir sehingga hasilnya lebih akurat. Lalu, pada 1960-an, Dr. David Littmann dari Harvard Medical School membuat desain stetoskop yang ringan dengan kualitas suara lebih baik, dan modelnya masih digunakan sampai sekarang.

Kemudian di 1999, peneliti dari University of Toronto membuat stetoskop digital yang bisa merekam dan memutar ulang suara detak jantung serta napas. Dari situ, perkembangan menuju teknologi digital mulai terbuka lebar, perkembangan stetoskop ssmpai saat ini sangat pesat, sampai akhirnya muncul ide penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam stetoskop.

Terobosan Medis: Stetoskop AI yang dapat mendeteksi kondisi jantung utama dalam 15 detik

Masuk Era AI, Stetoskop yang Bisa Analisis Sendiri

Stetoskop AI ini diproduksi oleh Eko Health, perusahaan asal California, Amerika Serikat. Ukurannya hanya sebesar kartu remi, dan pemakaiannya mirip dengan stetoskop konvensional. Penelitian tentang stetoskop berbasis AI ini dipublikasikan dalam jurnal medis internasional BMJ Open. Secara penampilan, alat ini masih menyerupai stetoskop konvensional yang umum digunakan dokter. Namun, ada satu perbedaan mencolok bagian ujung stetoskop yang biasanya berbentuk lingkaran kini diganti menjadi bentuk persegi kecil yang mirip dengan power bank mini. Karena teknologi AI dalam waktu sekitar 15 detik, hasilnya bisa langsung keluar di ponsel dokter. Ada tiga kondisi utama yang bisa dideteksi:

  • Gagal jantung (Heart Failure/HF)
  • Fibrilasi atrium (Atrial Fibrillation/AF)
  • Penyakit katup jantung (Valvular Heart Disease/VHD)

Menurut penelitian yang diterbitkan di BMJ Open dan didukung oleh British Heart Foundation (BHF), alat ini punya tingkat keakuratan tinggi, dengan sensitivitas 91% dan spesifisitas 80%, hampir setara dengan tes diagnostik invasif yang lebih rumit dan mahal.

Penelitian Seputar Stetoskop AI

Teknologi stetoskop AI ini sedang diuji dalam proyek besar bernama Tricorder, yang dipimpin oleh peneliti dari Imperial College London bersama Imperial College Healthcare NHS Trust. Proyek ini melibatkan lebih dari 200 klinik dokter umum (GP) dan mencakup sekitar 1,5 juta pasien di Inggris.

Hasil awalnya cukup menjanjikan. Alat ini bisa mendeteksi fibrilasi atrium 3,5 kali lebih baik dibanding pemeriksaan konvensional. Menurut British Heart Foundation, stetoskop AI bisa membantu dokter menemukan masalah jantung lebih cepat tanpa perlu pemeriksaan tambahan yang memakan waktu dan biaya besar.

Terobosan Medis: Stetoskop AI yang dapat mendeteksi kondisi jantung utama dalam 15 detik
Menariknya, karena alat ini non-invasif (tidak masuk ke tubuh pasien), penggunaannya tidak memerlukan izin tertulis. Itu artinya dokter bisa memakainya langsung di pemeriksaan rutin untuk pasien dengan gejala seperti sesak napas, cepat lelah, atau jantung berdebar. Alat ini sendiri tampaknya hanya berfungsi untuk mendeteksi penyakit jantung saja, tidak untuk penyakit lain. Para peneliti selanjutnya berencana untuk meluncurkan teknologi ini ke praktik dokter umum di Wales, London Selatan, dan Sussex.

Cara Kerja Singkatnya

Stetoskop AI ini tampil beda dari yang biasa kita kenal. Ujungnya bukan bulat seperti stetoskop pada umumnya, tapi kotak kecil mirip power bank mini. Di balik bentuknya yang simpel itu, ternyata tersimpan dua komponen canggih utama:

  • Sensor ECG untuk merekam sinyal listrik jantung
  • Mikrofon PCG untuk menangkap suara getaran jantung

Saat dokter menempelkan alat ini ke dada pasien, alat langsung merekam kedua data tersebut. Kemudian, data dikirim lewat Bluetooth ke smartphone dokter dan diproses di cloud oleh sistem AI. Dalam hitungan detik, hasil analisis muncul menunjukkan apakah ada tanda-tanda gagal jantung, fibrilasi atrium, atau gangguan katup jantung. Semua proses, mulai dari merekam hingga hasil keluar, hanya butuh waktu sekitar 15 detik.

Bagaimana di Indonesia?

Untuk saat ini, stetoskop AI dari Eko Health memang belum beredar resmi di Indonesia. Tapi kabar baiknya, ada dua ilmuwan indonesia yang menembangkan bluetooth irama jantung dan setetoskop AI/digital, yang bisa dibilang serupa dengan temuan stetoskop AI eko health.

Terobosan Medis: Stetoskop AI yang dapat mendeteksi kondisi jantung utama dalam 15 detik
Menurut berita Kompas (Agustus 2025), dua ilmuwan Indonesia membuat alat bernama Dub-Dub Mini EKG, yaitu perangkat yang bisa mendeteksi irama jantung tidak normal lewat Bluetooth dan mengirim datanya secara real-time ke ponsel. Alat ini bisa memberi peringatan dini bila ada detak jantung yang tidak normal.

Selain itu, mereka juga membuat stetoskop digital sebagai asisten pribadi yang bisa membantu dokter mengenali penyakit paru-paru berdasarkan pola pernapasan. Walau belum sepopuler diluar negeri, ini merupakan titik awal yang baik untuk negara indonesia, menuju pemeriksaan kesehatan yang lebih efisien.

Walaupun Saat ini, stetoskop AI dari Eko Health memang belum dijual bebas di Indonesia. Tapi tenang saja, kamu tetap bisa memakai stetoskop biasa atau konvensional yang banyak dijual di toko alat kesehatan terpercaya untuk pemeriksaan awal kondisi jantung atau paru-paru.

Selain itu, dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis, seperti rekam jantung (elektrokardiografi/ECG), treadmill test, atau USG jantung (ekokardiografi). Jadi, walaupun teknologi stetoskop AI ini belum tersedia di Indonesia, metode pemeriksaan konvensional yang ada sekarang masih sangat bisa diandalkan.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.theguardian.com/technology/2025/aug/30/doctors-ai-stethoscope-heart-disease-london
https://www.imperial.ac.uk/news/249316/ai-stethoscope-rolled-100-gp-clinics/
https://www.imperial.ac.uk/news/232954/artificial-intelligence-tool-could-help-gps/?utm
https://www.bhf.org.uk/what-we-do/news-from-the-bhf/news-archive/2025/august/ai-stethoscope-can-detect-three-heart-conditions-in-15-seconds
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9482790/
https://bmjopen.bmj.com/content/bmjopen/15/5/e098030.full.pdf
https://www.kompas.com/edu/read/2025/08/10/193610271/terobosan-ilmuwan-indonesia-temukan-stetoskop-ai-hingga-minyak-nabati-baru