Pernah nggak sih, tiap selesai keramas atau habis nyisir rambut, lantai kamar mandi malah dipenuhi helaian rambut sampai bikin bertanya-tanya, “Ini normal nggak, sih?” Apalagi kalau rambut terasa makin menipis atau rontoknya kelihatan lebih banyak dari biasanya. Wajar kok kalau hal ini bikin khawatir. Soalnya, rambut sering dianggap sebagai mahkota, jadi sedikit perubahan saja sudah cukup bikin kepikiran.

Tenang dulu, rambut rontok nggak selalu berarti penyakit. Faktanya, rambut rontok adalah bagian dari proses alami siklus pertumbuhan rambut yang memang terjadi setiap hari. Namun, di sisi lain, kerontokan rambut juga bisa menjadi sinyal dari tubuh kalau ada sesuatu yang perlu diperhatikan lebih serius mulai dari stres, kurang tidur, kekurangan nutrisi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk memahami kapan rambut rontok masih tergolong normal dan kapan sudah perlu diwaspadai.

Siklus Pertumbuhan Rambut dan Hair Shedding Normal

Setiap helai rambut memiliki siklus hidup yang berulang. Menurut American Academy of Dermatology dan Harvard Medical School, siklus ini terdiri dari tiga fase utama:

  1. Fase Anagen (fase pertumbuhan)
    Merupakan fase terpanjang, berlangsung 2–7 tahun. Sekitar 85–90% rambut di kepala berada pada fase ini.
  2. Fase Catagen (fase transisi)
    Berlangsung sekitar 2–3 minggu. Rambut berhenti tumbuh dan folikel mulai mengecil.
  3. Fase Telogen (fase istirahat dan rontok)
    Berlangsung sekitar 2–3 bulan. Rambut akan rontok secara alami dan digantikan rambut baru.

Rontok yang terjadi di fase telogen inilah yang disebut hair shedding normal. Artinya, tidak semua rambut rontok adalah tanda penyakit.

Jumlah Rambut Rontok yang Masih Dianggap Normal

Secara medis, 50–100 helai rambut rontok per hari masih dianggap normal. Namun, angka ini sering terasa lebih banyak karena rambut panjang lebih mudah terlihat. Jarang keramas juga bisa jadi sebagai penyebab utama sehingga rambut rontok menumpuk. Lalu kebiasaan mengikat rambut lama dan sering juga menyisir terlalu keras bisa jadi penyebab lainnya. Kerontokan mulai dianggap tidak normal jika:

  • Rambut rontok lebih dari biasanya dan berlangsung lama
  • Rambut menipis di satu area
  • Garis rambut semakin mundur
  • Kulit kepala terlihat makin jelas

Jika tanda-tanda ini muncul, ada kemungkinan rambut rontok bukan lagi sekadar proses alami.

Rambut Rontok Tiap Hari, Normal atau Tanda Penyakit?

Faktor Gaya Hidup dan Psikologis

Gaya hidup modern punya dampak besar terhadap kesehatan rambut. Penelitian O’Sullivan et al. (2022) menunjukkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi sistem saraf, hormon, dan sistem imun yang mengatur siklus rambut. Beberapa faktor gaya hidup yang sering memicu kerontokan:

  • Stres berkepanjangan
  • Kurang tidur
  • Diet ekstrem atau tidak seimbang
  • Kekurangan protein dan zat besi
  • Merokok

Minokawa et al. (2022) juga menjelaskan bahwa faktor psikologis dan gaya hidup berperan penting dalam munculnya alopecia areata, yaitu penyakit autoimun penyebab kebotakan mendadak.

Rambut Rontok sebagai Gejala Penyakit Non-Infeksi & infeksi

Pada beberapa kondisi, rambut rontok bisa menjadi gejala awal penyakit sistemik, antara lain:

  1. Alopecia Areata
    Penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok berbentuk bulat atau bercak botak. Sering muncul tiba-tiba dan berkaitan dengan stres emosional.
  2. Gangguan Tiroid
    Baik hipotiroid maupun hipertiroid dapat menyebabkan rambut rontok, rambut kering, dan rapuh akibat gangguan hormon.
  3. Defisiensi Zat Besi (Anemia)
    Kekurangan zat besi menghambat suplai oksigen ke folikel rambut sehingga rambut mudah rontok dan tumbuh lebih lambat.
  4. Psoriasis Kulit Kepala
    Peradangan kronis dan sisik tebal di kulit kepala dapat merusak folikel rambut dan memperparah kerontokan.

Selain penyakit non-infeksi, infeksi juga bisa memicu rambut rontok. Tinea capitis, infeksi jamur pada kulit kepala, dapat menyebabkan rambut rontok, bersisik, kemerahan, bahkan nyeri. Meski lebih sering terjadi pada anak, kasus pada dewasa juga meningkat. Kerontokan akibat infeksi biasanya disertai:

  • Gatal hebat
  • Sisik tebal
  • Luka atau peradangan di kulit kepala

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis khusus.

Baca artikel lainnya

Cara Mengurangi dan Mencegah Rambut Rontok

Perawatan rambut yang baik harus dibarengi dengan perhatian pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Mengelola stres dengan baik
  • Tidur cukup dan teratur
  • Konsumsi protein, zat besi, dan nutrisi seimbang
  • Menghindari ikatan rambut terlalu kencang
  • Menggunakan produk perawatan sesuai kondisi kulit kepala

Kapan Rambut Rontok Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Rambut rontok memang normal dengan kadar rontok tertentu namun, jika ada riwayat dan tanda tanda ini secara terus menerus muncul, segara konsultasi ke tenaga medis:

  • Rambut rontok berlangsung lebih dari 3 bulan
  • Disertai kelelahan berlebihan
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Kulit kepala terasa nyeri, gatal, atau bersisik berat
  • Ada riwayat gangguan hormon atau autoimun

Rambut rontok sering dianggap sekadar masalah perawatan, padahal bisa menjadi sinyal awal dari tubuh bahwa ada keseimbangan yang terganggu—mulai dari stres, kekurangan nutrisi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Jika kerontokan terjadi terus-menerus, perhatian tidak cukup hanya tertuju pada rambut, tetapi juga pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pemeriksaan sederhana seperti cek hemoglobin, gula darah, dan tekanan darah dapat membantu mengenali kondisi tubuh sejak dini. Kamu bisa dapatkan di toko alat kesehatan terpercaya salah satunya Galeri Medika.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss
https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hair-loss-a-to-z
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/in-depth/hair-loss/art-20046920
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12423-alopecia-areata
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38786712/
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0091302222000310
https://www.healthline.com/health/thyroid-and-hair-loss
https://www.niams.nih.gov/health-topics/alopecia-areata
https://www.medicalnewstoday.com/articles/314231
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/infectious-agents