Ketika masih muda, sehat, dan aktif beraktivitas, kesehatan jantung mungkin bukan sesuatu yang sering dipikirkan. Tidak sedikit orang yang baru mulai memperhatikan kesehatan kardiovaskular setelah mengalami keluhan tertentu atau mendapatkan hasil pemeriksaan yang tidak sesuai dugaan.

Padahal, risiko penyakit kardiovaskular tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Beberapa faktor risikonya dapat berkembang perlahan dan terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu contohnya.

Hal inilah yang membuat mengetahui kondisi tekanan darah menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular, termasuk bagi orang yang merasa dirinya masih muda dan sehat.

penyakit kardiovaskular

Apa Itu Penyakit Kardiovaskular?

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) merupakan kelompok penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Kondisinya dapat mencakup penyakit jantung koroner, stroke, penyakit arteri perifer, dan gangguan lain pada jantung maupun pembuluh darah.

Menurut World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Faktor seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, serta kadar lemak darah yang tidak normal dapat meningkatkan risiko.

Karena beberapa faktor tersebut berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, perhatian terhadap kesehatan jantung sebenarnya dapat dimulai sejak usia muda.

Mengapa Orang Muda Tetap Perlu Memperhatikan Kesehatan Jantung?

Usia muda sering membuat seseorang merasa risiko penyakit jantung masih jauh. Padahal, faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, kolesterol tinggi, diabetes, hingga kebiasaan merokok dapat mulai muncul lebih awal.

Masalahnya, tidak semua faktor risiko memberikan tanda yang mudah dikenali.

Seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa tanpa mengetahui bahwa tekanan darahnya sudah tinggi. Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal.

Hal yang Sering Tidak Disadari: Hipertensi Bisa Tanpa Gejala

Salah satu alasan tekanan darah perlu diperhatikan adalah karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala.

Seseorang dapat merasa baik-baik saja meskipun tekanan darahnya tinggi. WHO menyebutkan bahwa sebagian besar orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala, sehingga pengukuran tekanan darah menjadi cara penting untuk mengetahuinya.

Itulah mengapa jangan hanya menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan tekanan darah.

Namun, bukan berarti setiap orang harus mengukur tekanan darah setiap hari. Frekuensi monitoring dapat disesuaikan dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing, terutama jika seseorang sudah memiliki hipertensi atau mendapatkan anjuran dari tenaga kesehatan.

Baca artikel lainnya

merorok

Apa Saja Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi, antara lain:

1. Kurang aktivitas fisik

Kebiasaan terlalu banyak duduk dan jarang bergerak dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kardiovaskular.

2. Pola makan kurang sehat

Konsumsi garam berlebihan, terlalu banyak lemak jenuh, serta kurangnya buah dan sayuran dapat menjadi bagian dari pola makan yang meningkatkan risiko.

3. Merokok

Penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.

4. Berat badan berlebih

Overweight dan obesitas berkaitan dengan sejumlah faktor risiko metabolik, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes.

5. Riwayat keluarga

Faktor genetik dan riwayat keluarga juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami hipertensi maupun penyakit kardiovaskular.

Memiliki salah satu faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti mengalami penyakit jantung. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan gaya hidup dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Penyakit Jantung Tidak Selalu Ditandai dengan Keluhan yang Sama

Penyakit kardiovaskular dapat memiliki berbagai bentuk dan gejala. Pada kondisi tertentu, seseorang dapat mengalami keluhan seperti:

  • nyeri atau rasa tidak nyaman di dada,
  • sesak napas,
  • mudah lelah,
  • pusing atau merasa ingin pingsan,
  • keringat dingin,
  • mual,
  • atau rasa tidak nyaman yang dapat menjalar ke bagian tubuh lain.

Namun, gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit jantung karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah keluhan yang muncul tiba-tiba, terasa berat, atau disertai gejala serius. Dalam kondisi seperti itu, jangan mencoba memastikan penyebabnya hanya dengan mengukur tekanan darah di rumah. Segera cari pertolongan medis.

tensi

Lalu, Apa Hubungannya dengan Monitoring Tekanan Darah?

Tekanan darah merupakan salah satu indikator yang dapat memberikan informasi mengenai kondisi sistem kardiovaskular.

Jika tekanan darah terus berada pada tingkat tinggi, jantung harus bekerja melawan tekanan yang lebih besar. Dalam jangka panjang, hipertensi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.

Karena itulah, mengetahui tekanan darah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Monitoring Tekanan Darah di Rumah, Apa Manfaatnya?

Pengukuran tekanan darah tidak hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan. Dengan tensimeter otomatis yang sesuai, tekanan darah juga dapat dipantau di rumah.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan pemantauan tekanan darah di rumah terutama bagi orang yang telah didiagnosis hipertensi. Hasil pengukuran dapat membantu tenaga kesehatan melihat perkembangan tekanan darah dan mengetahui apakah penanganan yang diberikan berjalan dengan baik.

Sebelum mengukur tekanan darah, sebaiknya:

  1. Beristirahat dengan tenang sekitar 5 menit.
  2. Tidak merokok, mengonsumsi kafein, atau berolahraga dalam 30 menit sebelumnya.
  3. Duduk dengan punggung tersangga dan kaki tidak menyilang.
  4. Meletakkan lengan pada permukaan datar dengan posisi sekitar setinggi jantung.
  5. Menggunakan ukuran manset yang sesuai dengan lingkar lengan.
  6. Melakukan pengukuran sesuai petunjuk alat.
  7. Mencatat hasil pengukuran jika memang melakukan monitoring rutin.

Penggunaan tensimeter di rumah tetap tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Jika hasil pengukuran berulang kali menunjukkan angka yang tinggi atau terdapat keluhan tertentu, hasil tersebut sebaiknya dikonsultasikan.

Memilih Tensimeter Sesuai Kebutuhan

Tidak semua orang membutuhkan tensimeter dengan fitur yang sama. Untuk monitoring tekanan darah di rumah, tensimeter otomatis lengan atas dengan ukuran manset yang sesuai dapat menjadi pilihan praktis.

Jika membutuhkan informasi tambahan mengenai kemungkinan gangguan irama jantung, perangkat dengan AFIB Detection dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, untuk kebutuhan profesional atau skrining kardiovaskular yang lebih luas, tersedia perangkat dengan fungsi tambahan seperti pengukuran tekanan darah pada kedua lengan dan Ankle-Brachial Index (ABI).

Microlife WatchBP Office ABI Twin 200

Salah satu contohnya adalah Microlife WatchBP Office ABI Twin 200, yang dirancang untuk penggunaan profesional dan memiliki fitur yang mendukung skrining kardiovaskular, termasuk pengukuran tekanan darah pada kedua lengan, deteksi AF, serta pengukuran ABI.

Beli produk? KLIK DISINI

Dengan demikian, pemilihan alat sebaiknya tidak hanya berdasarkan banyaknya fitur, tetapi juga disesuaikan dengan siapa yang menggunakan, tujuan pengukuran, serta lingkungan penggnaannya.

Jadi, Apakah Orang Muda Perlu Memantau Tekanan Darah?

Tidak berarti setiap orang muda harus mengukur tekanan darah setiap hari. Namun, mengetahui tekanan darah dapat menjadi bagian dari kebiasaan mengenali kondisi kesehatan, terutama jika terdapat faktor risiko tertentu atau tenaga kesehatan memang menyarankan pemantauan.

Yang lebih penting, jangan menjadikan usia muda sebagai alasan untuk mengabaikan faktor risiko. Menjaga aktivitas fisik, mengatur pola makan, tidak merokok, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.

Dan ketika monitoring tekanan darah memang diperlukan, pengukuran yang dilakukan dengan teknik yang benar dan dicatat secara berkala dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat dibandingkan hanya mengukur sesekali ketika merasa tidak enak badan.

hidup sehat

Penutup

Penyakit kardiovaskular memang sering dikaitkan dengan usia lanjut, tetapi faktor risikonya dapat mulai muncul jauh lebih awal. Bahkan, beberapa kondisi seperti hipertensi dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.

Karena itu, merasa masih muda dan sehat bukan berarti kesehatan jantung perlu diabaikan. Mengenali faktor risiko, menerapkan gaya hidup sehat, dan mengetahui kondisi tekanan darah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini.

Monitoring tekanan darah juga tidak harus selalu berarti mengukur setiap hari. Yang terpenting adalah melakukan pengukuran dengan cara yang benar, menggunakan alat yang sesuai, mencatat hasil bila diperlukan, dan membicarakannya dengan tenaga kesehatan ketika terdapat hasil atau keluhan yang perlu diperhatikan.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/understanding-blood-pressure-readings/monitoring-your-blood-pressure-at-home?utm_source=chatgpt.com
https://www.who.int/en/health-topics/hypertension/cardiovascular-diseases?utm_source=chatgpt.com
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3556/penyakit-jantung-koroner-di-usia-muda-faktor-risiko-dan-pencegahan?utm_source
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/penyakit-jantung-tekan-risikonya-serendah-mungkin