Belum lama ini, potongan podcast Raditya Dika ramai dibicarakan karena ada dokter yang bercerita tentang pasien diabetes dengan kondisi jempol kaki sudah gangren hingga bahkan copot, tapi sama sekali tidak terasa sakit. Cerita ini terdengar mengerikan, tapi nyata. Padahal, semua bermula dari luka kecil lecet kena sandal, terbentur ujung meja, atau goresan tipis yang sering kita anggap sepele. Pada penderita diabetes, luka kecil seperti ini bisa berubah jadi gangren dan bahkan berujung amputasi. Dari sini muncul satu pertanyaan penting kenapa diabetes bisa membuat luka kecil jadi masalah besar?

Apa Itu Gangren?

Gangren adalah kondisi ketika jaringan tubuh mati akibat aliran darah yang terganggu, infeksi berat, atau kombinasi keduanya. Menurut Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, gangren paling sering menyerang jari kaki, kaki, tangan, dan kulit, meskipun dalam kasus tertentu dapat mengenai organ dalam.Gangren umumnya tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini sering diawali dari luka yang sulit sembuh, terinfeksi, lalu memburuk karena jaringan tidak mendapat suplai darah yang cukup.

Cuma Luka Kecil, Berujung Gangren, Seberapa Berbahaya Diabetes Sebenarnya?

Hubungan Erat Antara Diabetes dan Gangren

Diabetes merupakan salah satu faktor risiko utama gangren, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang. Hal ini terjadi melalui beberapa mekanisme penting.

  1. Kerusakan pembuluh darah.
    Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil dan besar. Akibatnya, aliran darah ke jaringan terutama di kaki menjadi terganggu. Padahal, darah membawa oksigen dan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Ketika aliran darah buruk, luka menjadi sulit sembuh dan jaringan lebih rentan mati.
  2. Neuropati diabetik atau kerusakan saraf.
    Banyak penderita diabetes mengalami penurunan sensasi nyeri, panas, atau tekanan, khususnya di kaki. Luka kecil sering tidak terasa dan tidak disadari sejak awal. Tanpa perawatan, luka tersebut dapat memburuk secara perlahan hingga terinfeksi dan berkembang menjadi gangren.
  3. Daya tahan tubuh yang menurun.
    Gula darah tinggi melemahkan sistem imun, sehingga tubuh lebih sulit melawan bakteri. Kondisi ini membuat infeksi pada luka lebih mudah terjadi dan lebih cepat menyebar, meningkatkan risiko gangren basah maupun gangren gas.

Kombinasi antara aliran darah yang buruk, hilangnya sensasi nyeri, dan sistem imun yang lemah menjadikan penderita diabetes sangat rentan mengalami gangren bahkan dari luka yang tampak ringan.

Cuma Luka Kecil, Berujung Gangren, Seberapa Berbahaya Diabetes Sebenarnya?

Jenis-Jenis Gangren yang Sering Terjadi pada Penderita Diabetes

Pada penderita diabetes, beberapa jenis gangren berikut paling sering ditemukan:

  1. Gangren Kering
    Terjadi akibat aliran darah yang sangat buruk tanpa infeksi awal. Kulit tampak kering, menghitam, dan mengecil. Umumnya berkembang perlahan dan sering terjadi pada penderita diabetes dengan penyakit pembuluh darah.
  2. Gangren Basah
    Disertai infeksi bakteri. Area yang terkena tampak bengkak, basah, berbau, dan menyebar dengan cepat. Kondisi ini termasuk darurat medis.
  3. Gangren Gas
    Disebabkan oleh bakteri tertentu yang menghasilkan gas di dalam jaringan. Meski jarang, gangren gas sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Tanda dan Gejala Gangren yang Perlu Diwaspadai Penderita Diabetes

Beberapa tanda awal gangren yang tidak boleh diabaikan meliputi:

  • Perubahan warna kulit (pucat, kebiruan, ungu, hingga hitam)
  • Nyeri hebat atau justru mati rasa
  • Kulit terasa dingin
  • Bau tidak sedap dari luka
  • Lepuhan atau cairan keluar dari area luka
  • Demam atau kondisi tubuh melemah

Pada penderita diabetes, gejala nyeri bisa sangat minimal atau tidak terasa sama sekali, sehingga perubahan visual dan bau sering menjadi tanda awal yang penting.

Baca artikel lainnya

Cara Mencegah Gangren pada Penderita Diabetes

Karena gangren sering bermula dari luka kecil, pencegahan menjadi langkah paling penting. Langkah sederhana ini dapat menurunkan risiko komplikasi berat secara signifikan. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Mengontrol gula darah secara rutin
  • Memeriksa kaki setiap hari
  • Menjaga kebersihan dan kelembapan kulit
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman dan aman
  • Segera merawat luka sekecil apa pun
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan

Gangren bukan terjadi karena luka besar, melainkan sering bermula dari luka kecil yang terabaikan terutama pada penderita diabetes. Ketika gula darah tidak terkontrol, tubuh kehilangan kemampuan untuk merasakan luka, melawan infeksi, dan menyembuhkan jaringan dengan optimal. Karena itu, kewaspadaan dan pemantauan kesehatan rutin menjadi kunci utama pencegahan. Pemeriksaan sederhana seperti cek gula darah dan sirkulasi darah dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini. Kamu juga bisa gunakan kaos kaki diabetes untuk mencegah terjadinya luka diabetes. Untuk mendukung pemantauan tersebut, berbagai alat kesehatan tersedia di toko alat kesehatan terpercaya seperti Galeri Medika, sebagai langkah nyata menjaga kesehatan sebelum luka kecil berkembang menjadi kondisi yang mengancam.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gangrene/symptoms-causes/syc-20352567
https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gangrene
https://medlineplus.gov/ency/article/007218.htm
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537030/
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21070-gangrene
https://www.healthline.com/health/gangrene
https://www.medicinenet.com/gangrene/article.htm
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/gangrene-causes-symptoms-treatments
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8130760/