Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting dan pengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup seseorang. Jantung merupakan pengendali utama dalam sistem sirkulasi darah. Jantung akan memompa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh dan jantung akan menerima darah hasil metabolisme menuju paru-paru untuk mendapatkan kembali oksigen. Proses tersebut akan terus berulang dan tugas jantung itu sebagai pompa yang memastikan seluruh tubuh menerima oksigen yang diperlukan serta membuang limbah karbon dioksida.

Karena jantung merupakan organ vital yang sangat penting, oleh karena itu sangat diperlukan untuk selalu menjaga kesehatan jantung. Masalahnya, penyakit jantung ini merupakan penyakit nomor satu di dunia, yang menjadi penyebab kematian. Bahkan, menurut WHO di Indonesia penyakit jantung merupakan 45% menjadi penyebab kematian. Meskipun penyakit jantung merupakan penyakit yang tidak menular, namun merupakan penyakit yang paling mematikan nomor satu di dunia. Penderita penyakit jantung ini biasanya akan mengalami serangan jantung.

Benarkah Tekanan Darah Jadi Pertanda Serangan Jantung?

Serangan jantung merupakan suatu kondisi dimana terhambatnya aliran darah pada arteri koroner yang menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen sehingga beresiko mengalami kerusakan. Gejala yang biasanya terjadi ketika serangan jantung adalah berkeringat, pusing, detak jantung cepat atau tidak rata, kelelahan, cemas, punggung tidak nyaman. Namun, ada beberapa orang penderita serangan jantung yang tidak merasakan gejala apapun dan langsung mengalami henti jantung mendadak.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Serangan jantung maka dapat membaca artikel berikut: Serangan Jantung : Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja dan dapat dipicu oleh berbagai faktor yaitu, usia, pola hidup yang buruk, penyakit diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Diabetes menjadi penyebab serangan jantung karena saat diabetes dinding pembuluh darah akan menebal sehingga aliran darah akan terhambat. Obesitas dapat memicu serangan jantung karena obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi. Lalu, bagaimana tekanan darah bisa menyebabkan serangan jantung?

Benarkah Tekanan Darah Jadi Pertanda Serangan Jantung?

Apa itu Tekanan Darah?

Sebelum membahas alasan mengapa tekanan darah mampu menyebabkan serangan jantung, alangkah baiknya untuk memahami lebih dalam mengenai tekanan darah. Tekanan darah merupakan tekanan dari darah yang dipompa oleh jantung terhadap dinding arteri. Tekanan darah diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Terdapat dua jenis tekanan darah, yaitu:

  • Tekanan Darah Sistolik: Tekanan maksimal saat jantung memompa darah keluar menuju pembuluh darah
  • Tekanan Darah Diastolik: Tekanan minimal saat jantung sedang istirahat

Tekanan darah ini dapat berubah tergantung dengan aktivitas yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, dan kondisi emosional. Normalnya tekanan darah adalah 120/80 mmHg. Apabila di atas 140/90 maka tekanan darah dianggap tinggi. Tekanan darah tinggi atau Hipertensi ini dapat menjadi pemicu dari penyakit- penyakit yang membahayakan seperti stroke, penyakit ginjal. Serangan jantung, dan lainnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu menjaga tekanan darah agar tetap normal sehingga dapat terhindar dari resiko yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk menjaga tekanan darah tetap normal, perlunya melakukan perubahan gaya hidup dan selalu mengontrol tekanan darah secara rutin menggunakan tensimeter digital. Tensimeter digital merupakan alat cek tekanan darah yang dapat digunakan secara mandiri meskipun bagi pemula. Toko yang menyediakan tensimeter digital yaitu, Galer1 Med1ka. Di Galer1 Med1ka tensimeter yang ditawarkan tersedia dari berbagai merk dengan fitur dan spesifikasi yang berbeda.

Baca artikel lainnya di Galeri Medika

Alasan Tekanan Darah Bisa Memicu Serangan Jantung

Berdasarkan penjelasan diatas bahwa tekanan darah merupakan tekanan yang dipompa oleh jantung terhadap dinding arteri (pembuluh darah). Dinding arteri ini bersifat fleksibel, kuat dan elastis. Namun, seiring berjalannya waktu, tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan ketegangan yang berlebihan dan kerusakan pada arteri. Kerusakan pembuluh darah juga dapat menyebabkan penumpukan kolesterol, lemak, dan zat lainnya pada dinding arteri. Oleh karena itu, arteri menjadi tidak elastis dan secara perlahan akan mengalami penyempitan.

Ketika arteri tersebut mulai mengalami penyempitan maka aliran darah akan tersumbat maka jantung pun tidak mendapatkan darah yang dan menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen serta Nutrisi. Ketika suplai darah menuju jantung tersumbat, maka otot jantung akan kekurangan oksigen dan mulai mati maka aliran darah pun akan terhambat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jantung dan semakin lama akan menjadi pemicu serangan jantung.

Benarkah Tekanan Darah Jadi Pertanda Serangan Jantung?

Itulah alasan mengapa tekanan darah dapat menjadi pemicu dari serangan jantung.Jika seseorang sudah mengalami gejala serangan jantung maka harus ditangani dengan cepat dan diberikan perawatan yang tepat. Bila tidak ditangani dengan tepat, serangan jantung bisa menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya, diantaranya aritmia (gangguan irama jantung), gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti Jantung.

Selain itu, untuk menghindari resiko dari serangan jantung maka alangkah baiknya untuk merubah gaya hidup menjadi sehat dan selalu mengontrol tekanan darah tetap normal agar tidak menyebabkan masalah bagi kesehatan. Kontrol tekanan darah menggunakan tensimeter digital secara mandiri dirumah. Tensimeter digital ini dapat dibeli di toko Galeri Medika. Selain tensimeter, Galeri Medika juga menyediakan berbagai macam alat kesehatan yang dijamin 100% Original serta dapat dikirim ke seluruh penjuru Nusantara.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.healthshots.com/preventive-care/self-care/can-blood-pressure-be-a-sign-of-heart-attack/
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045868
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ebiomedik/article/view/6635/6171
https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/faktor-pemicu-gejala-serangan-jantung
https://www.halodoc.com/artikel/darah-tinggi-bisa-memicu-serangan-jantung-apa-sebabnya