
Siapa sih yang nggak suka main game? Dari anak kecil sampai orang dewasa, game sudah jadi bagian dari keseharian kita. Tinggal buka HP atau laptop, kita bisa langsung masuk ke dunia seru penuh tantangan, kerja sama tim, sampai ketemu teman baru. Nggak heran kalau banyak orang menjadikan game sebagai cara paling gampang buat ngilangin penat setelah aktivitas seharian.
Tapi di balik keseruannya, game juga punya sisi lain yang jarang kita sadari. Kalau kebiasaan main game dan nggak dikontrol, dampaknya bisa berimbas ke kesehatan lho. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami batas antara kesenangan dan kebiasaan yang merugikan, serta mulai menerapkan cara-cara sehat agar tetap bisa menikmati game tanpa mengorbankan kesehatan.
Nikmatnya Main Game: Kenapa Kita Ketagihan?
Bermain game memang salah satu hal yang banyak digemari terutama untuk gen Z sendiri, dilain sisi karena mudah dimainkan dimana saja, hal tersebut juga dapat memperkuat interaksi antara satu sama lain walau terpisah jarak yang lumayan jauh. Selain itu banyaknya variasi dan aplikasi video game yang beredar membuat si pemain game tidak mudah bosan ketika bermain game.
Mugni, salah satu generasi Z yang gemar bermain game, mengakui bahwa game menjadi pelampiasan terbaik setelah lelah beraktivitas seharian. Baginya, bermain game adalah cara sederhana untuk menyegarkan pikiran karena tidak perlu banyak mikir. “Main game itu bikin kepala lebih ringan dan nggak perlu mikir yang berat-berat, cukup duduk dan nikmati aja,” ungkapnya. Sementara itu, Rizki, gen Z lainnya, mengungkapkan bahwa game juga berfungsi seperti media sosial, namun dengan interaksi yang langsung dan menyenangkan. “Game itu kayak sosial media, tapi kita bisa ngobrol, kerja sama, dan seru-seruan bareng langsung di dalam gamesnya,” tuturnya.
Para peneliti masih berupaya menentukan penyebab pasti dari kecanduan permainan video dan sifat adiktif dari internet dan permainan video. Sejauh ini, para peneliti berpendapat bahwa proses bermain dan memenangkan video game dapat memicu pelepasan dopamin . Dopamin adalah zat kimia otak (neurotransmitter) yang berperan penting dalam beberapa fungsi tubuh, termasuk penghargaan dan motivasi yang menyenangkan. Dopamin adalah neurotransmitter yang sama yang terlibat dalam gangguan penggunaan lainnya, termasuk gangguan perjudian dan gangguan penggunaan zat. Penelitian neurologis terkini menunjukkan adanya kesamaan pada otak orang-orang yang kecanduan video game dan gangguan penyalahgunaan zat.

Dampak Bermain Game Yang Memicu Pro dan Kontra
Dampak Positif
Bermain video game dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan, sehingga sering memicu pro dan kontra di kalangan ahli maupun masyarakat. Di satu sisi, video game terbukti mampu meningkatkan keterampilan kognitif, sosial, dan bahkan kesehatan mental. Beberapa jenis permainan dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan rasa pencapaian serta motivasi. Bahkan kondisi penglihatan seperti ambliopia (mata malas) dapat ditangani melalui game tertentu yang dirancang khusus. Selain itu, permainan multipemain juga memberi peluang besar bagi pengembangan kerja sama tim dan interaksi sosial secara virtual, terutama pada anak-anak dan remaja.
Dampak negatif
Namun, di sisi lain, bermain game secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur, ketegangan mata, nyeri otot dan sendi, hingga dampak psikologis seperti rendahnya harga diri dan isolasi sosial. Berikut rinciannya:
- Gangguan Tidur
Bermain game hingga larut malam dapat mengganggu pola tidur normal. Cahaya biru dari layar dapat mengurangi produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur, sehingga menyebabkan kesulitan tidur. Dr. Emily White, ahli tidur, menyarankan bahwa “menghindari bermain game minimal satu jam sebelum waktu tidur dapat membantu mempertahankan kualitas tidur yang baik.” - Gangguan Postur dan Nyeri Muskuloskeletal
Duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama saat bermain game dapat menyebabkan nyeri pada leher, punggung, dan bahu. Dr. John Doe, seorang spesialis ortopedi, menjelaskan bahwa “postur tubuh yang buruk selama bermain game dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan sendi, yang dikenal sebagai repetitive strain injuries (RSI).” Penggunaan kontroler atau mouse secara terus-menerus juga dapat menyebabkan kondisi seperti tendonitis dan sindrom terowongan karpal. - Masalah Penglihatan
Paparan layar jangka panjang saat bermain game dapat menyebabkan ketegangan mata, mata kering, dan gangguan penglihatan. Menurut Dr. Alice Smith, seorang dokter mata, “paparan cahaya biru dari layar dapat mengurangi kontras pandangan, yang berujung pada digital eye strain.” Paparan jangka panjang tanpa istirahat yang cukup dapat berkontribusi pada penurunan penglihatan jangka panjang. - Kegemukan dan Masalah Kesehatan Terkait
Bermain game selama berjam-jam tanpa aktivitas fisik yang cukup dapat berkontribusi terhadap kegemukan dan masalah kesehatan terkait seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Dr. Helen Brown, seorang dokter umum, mengingatkan bahwa “kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang buruk selama bermain game dapat dengan cepat menyebabkan peningkatan berat badan dan masalah metabolisme.”

Pola bermain yang tidak sehat juga dapat memicu masalah emosional dan gangguan perilaku, terutama jika pemain menggunakan gim sebagai pelarian dari masalah kehidupan nyata. Konten visual yang berlebihan juga berisiko memicu kejang pada penderita epilepsi fotosensitif. Oleh karena itu, keseimbangan dalam bermain game sangat penting agar manfaat yang diperoleh tidak berubah menjadi risiko yang merugikan kesehatan fisik dan mental.
Pedoman untuk berbagai usia
Penting untuk menetapkan batasan yang tegas terkait waktu layar . Semakin muda anak Anda, semakin sedikit mereka boleh berinteraksi dengan gim video dan media berbasis layar lainnya. Menurut Dr. Austerman, komunikasi tatap muka harus jadi prioritas utama agar anak bisa tumbuh dengan interaksi nyata, bukan hanya lewat layar.Menurutnya, rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) bisa dijadikan acuan:
- Anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak boleh memiliki waktu bermain dengan layar.
- Anak-anak berusia 3 hingga 5 tahun dapat memiliki waktu layar selama satu jam atau kurang per hari kerja dan tiga jam pada akhir pekan.
- Anak-anak berusia 6 tahun ke atas boleh menonton layar selama dua jam atau lebih per hari, asalkan tidak ada konsekuensi yang timbul
Dr. Austerman menambahkan, semakin banyak waktu anak di depan layar, semakin sedikit kesempatan mereka untuk berinteraksi langsung dengan orang lain. Kalau kebiasaan ini dimulai terlalu dini, bisa berdampak pada perkembangan emosional di masa depan.

Alat Kesehatan untuk Bantu Jaga Keseimbangan
Supaya tetap nyaman dan sehat meski sering main game, ada beberapa alat kesehatan yang bisa jadi pendukung, antara lain:
- Penyangga tubuh (posture corrector), membantu menjaga postur agar tetap tegak saat duduk lama.
- Peyangga pergrlangan tangan, membantu mengurangi nyeri pada pergelangan tangan
- Timbangan body fat, memantau komposisi tubuh, bukan cuma berat badan.
- Alat cek tekanan darah & kadar darah, membantu mengawasi kesehatan jantung dan metabolisme.
Menikmati game sebagai hiburan tentu sah-sah saja, asal kita tahu kapan harus berhenti dan tetap menjadikan kesehatan sebagai prioritas. Dengan cara yang tepat, game bisa jadi media positif untuk melatih otak, menjalin koneksi sosial, hingga melepas penat. Namun, jika kebiasaan ini dibiarkan tanpa kendali, dampaknya bisa mengganggu keseimbangan hidup dan memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.
Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan alat bantu kesehatan bisa jadi langkah yang baik. Misalnya, penyangga postur tubuh (posture corrector) untuk menjaga posisi duduk, timbangan body fat untuk memantau komposisi tubuh, serta alat cek tekanan darah dan kadar darah untuk mengawasi kondisi kesehatan secara rutin. Dengan begitu, tubuh tetap terjaga meski sering beraktivitas di depan layar.
https://www.health.harvard.edu/blog/the-health-effects-of-too-much-gaming-2020122221645
https://www.nih.gov/news-events/news-releases/video-gaming-may-be-associated-better-cognitive-performance-children
https://www.allaboutvision.com/resources/human-interest/video-games-and-your-health/
https://health.clevelandclinic.org/are-video-games-good-for-you
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23124-video-game-addiction
https://www.medicalnewstoday.com/articles/318345
https://row.haluan.co/2024/08/12/4-dampak-negatif-game-pada-kesehatan-fisik-menurut-dokter/



