Mengerjakan tugas sepanjang malam, bermain game sampai larut malam, merawat bayi baru lahir, kebanyakan orang akan mengalami rasa kurang tidur dan akan merasa mengantuk di siang harinya. Sementara kurang tidur sekali dua kali mungkin tidak tampak seperti masalah besar, dampaknya bisa intens dan efeknya bisa bertahan lama, namun jika itu menjadikannya kebiasaan, kurang tidur bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Seseorang butuh istirahat dan tidur untuk menjalankan aktivitas di hari berikutnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 8 jam tidur setiap malam. Namun terkadang, faktor pekerjaan dan gaya hidup dapat mengganggu kemampuan Anda untuk tidur. Ketika Anda kurang tidur dari yang dibutuhkan atau tidak tidur sama sekali itu bisa di sebut sleep deprivation.

Bagi kebanyakan orang, kurang tidur tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi kurang tidur yang menjadi kebiasaan atau berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Kurang tidur dapat menyebabkan fungsi kognitif yang buruk, peningkatan peradangan, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Jika kurang tidur terus berlanjut, hal itu dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Secara umum, ada lima tahap kurang tidur, tahapan ini biasanya dibagi menjadi 12 jam atau 24 jam. Gejala biasanya semakin buruk jika semakin lama Anda tidak tidur. Namun, tahapan umum ditentukan oleh berapa jam tidur yang Anda lewatkan. Gejala kurang tidur cenderung memburuk di setiap tahap.

Inilah yang mungkin terjadi pada tubuh ketika Anda tidak tidur berhari-hari:

Setelah 24 Jam : Mengantuk, Kurang Fokus, Konsentrasi Terganggu hingga Merasa Mual

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Melewatkan waktu tidur selama 24 jam adalah masih terbilang umum. Ini juga tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang besar, tetapi efeknya mungkin akan merasa mudah lelah dan tidak fokus. Menurut peneliti, tidak tidur lebih dari 24 jam dapat mempengaruhi kemampuan kognitif. Ini mengacaukan kemampuan pikiran Anda untuk bekerja secara efisien. Tidak tidur untuk waktu yang lama juga berdampak pada kemampuan Anda untuk fokus dan berkonsentrasi. Sebuah penelitian juga mengklaim bahwa mengorbankan tidur memiliki efek yang sama dengan memiliki 0,10 persen alkohol dalam darah.

Inilah gejala jika kurang tidur selama 24 jam:

  • Mengantuk
  • Konsentrasi terganggu
  • Kurang fokus
  • Menjadi mudah marah
  • Peningkatan risiko stres
  • Kewaspadaan menurun
  • Kelelahan
  • Gemetar
  • Peningkatan risiko masalah dan kecelakaan
  • Merasa lapar
  • Mata bengkak
  • Ada lingkaran hitam di bawah mata
  • Merasa mual

Setelah 36 Jam : Lambat Berpikir, Memori Terganggu hingga Gangguan Fungsi Kekebalan Tubuh

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Ketika Anda melewatkan 36 jam tidur, gejala Anda menjadi lebih intens. Anda akan memiliki keinginan yang luar biasa untuk tidur. Anda mungkin mulai mengalami microsleep atau periode tidur singkat tanpa disadari. Microsleep biasanya berlangsung hingga 30 detik.

Bagian otak yang berbeda akan sulit berkomunikasi satu sama lain. Ini sangat merusak kinerja kognitif dan menyebabkan gejala seperti:

  • Memori terganggu
  • Kesulitan mempelajari informasi baru
  • Perubahan perilaku
  • Pengambilan keputusan terganggu
  • Kesulitan memproses isyarat sosial
  • Waktu reaksi lambat
  • Peningkatan kesalahan

Anda juga mungkin mengalami efek fisik seperti:

  • Nafsu makan meningkat
  • Peningkatan peradangan
  • Gangguan fungsi kekebalan tubuh
  • Kelelahan ekstrim

Baca artikel lainnya

Setelah 48 Jam : Berhalusinasi, Gelisah hingga Kelelahan Ekstrim

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Kurang tidur selama 48 jam dikenal sebagai kurang tidur yang ekstrim. Pada titik ini, bahkan lebih sulit untuk tidak tidur. Anda lebih mungkin mengalami microsleep. Anda bahkan mungkin mulai berhalusinasi. Ini terjadi ketika Anda melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Efek lain yang mungkin terjadi antara lain:

  • Depersonalisasi
  • anxiety atau gelisah
  • Tingkat stres yang meningkat
  • Peningkatan iritabilitas
  • Kelelahan ekstrim

Setelah 72 Jam : Pemikiran Tidak Teratur, Ilusi, Delusi hingga Depersonalisasi

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Setelah 72 jam atau 3 hari kurang tidur, keinginan untuk tidur akan semakin buruk. Anda mungkin mengalami microsleep lebih sering dan lebih lama. Kurang tidur akan secara signifikan merusak persepsi Anda. Halusinasi Anda mungkin menjadi lebih kompleks. Anda mungkin juga memiliki efek lainnya:

  • Ilusi
  • Delusi
  • Pemikiran yang tidak teratur
  • Depersonalisasi

Setelah 96 Jam atau Lebih

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur Berhari-hari

Setelah 4 hari, persepsi Anda tentang realitas akan sangat terdistorsi. Dorongan Anda untuk tidur juga akan terasa tak tertahankan. Jika Anda kehilangan begitu banyak waktu tidur sehingga Anda tidak dapat menafsirkan kenyataan, itu disebut psikosis kurang tidur. Namun, biasanya psikosis kurang tidur hilang begitu Anda cukup tidur.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Untuk Pulih?

Waktu yang dibuthkan untuk pulih dari kurang tidur yaitu dengan tidur lebih banyak, Anda bisa memulainya dengan tidur lebih awal daripada tidur larut malam. Ini juga merupakan hal yang baik untuk mendapatkan setidaknya 7 hingga 8 jam istirahat setiap malam. Ini juga akan membantu tubuh Anda kembali ke sesuai jadwal.

Diperlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk pulih dari kurang tidur. Kurang tidur hanya 1 jam membutuhkan 4 hari untuk pulih. Semakin lama Anda kurang tidur, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke semula.

Dengan kebiasaan tidur yang tepat, mungkin untuk memulihkan atau mencegah kurang tidur bisa teratasi. Jika Anda masih kesulitan mendapatkan istirahat malam yang baik, segera konsultasikan dengan dokter.


Sumber Referensi>
https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/sleep-deprivation-stages