Kehamilan itu momen spesial yang penuh kejutan. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah kenaikan berat badan. Hal ini wajar karena tubuh sedang menyiapkan tempat dan nutrisi untuk tumbuh kembang janin. Menurut Mediline Plus, kenaikan berat badan ideal selama kehamilan berkisar antara 11,5 hingga 16 kg untuk ibu dengan berat badan normal sebelum hamil. Namun kenyataannya, tidak sedikit ibu hamil yang berat badannya naik terlalu drastis akibat pola makan berlebih atau kurang aktif bergerak. Di sisi lain, ada juga ibu hamil yang justru takut berat badannya naik terlalu banyak entah karena khawatir sulit kembali langsing setelah melahirkan atau merasa tidak percaya diri dengan perubahan bentuk tubuh.

Tekanan dari media sosial, standar kecantikan, hingga komentar orang sekitar sering kali membuat ibu hamil makin overthinking. Akibatnya, beberapa mulai mempertimbangkan untuk diet selama kehamilan, dengan harapan bisa tetap terkontrol. Menurut National Library of Medicine, kelebihan berat badan saat hamil memang bisa meningkatkan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi gestasional, diabetes gestasional dan preeklamsia. Tapi bukan berarti diet ketat saat hamil itu aman. Lalu sebenarnya, bolehkah diet saat hamil?

Apakah Boleh Diet Ketat Saat Hamil?

Melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan saat hamil tidak dianjurkan. Diet untuk menurunkan berat badan selama kehamilan dapat berbahaya bagi Anda dan bayi Anda, terutama karena program penurunan berat badan dapat membatasi asupan nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, serta vitamin dan mineral penting lainnya. Namun, mengatur pola makan agar sehat dan berat badan tetap ideal itu sangat penting. Menurut American Pregnancy Association dan CDC, ibu hamil perlu makan dengan porsi yang cukup dan seimbang supaya kebutuhan nutrisi terpenuhi untuk ibu dan bayi. Kalau diet terlalu ketat, risiko kekurangan nutrisi dan masalah kehamilan bisa muncul.

Kenapa Diet Ketat Saat Hamil Bisa Berbahaya?

Penurunan berat badan di trimester kedua atau ketiga bisa menjadi pertanda masalah. Dalam beberapa kasus, penurunan berat badan mungkin tidak berbahaya misalnya, akibat kehilangan cairan setelah retensi sementara. Diet ketat contohnya, hal tersebut berisiko Membuat ibu hamil Kekurangan Nutrisi Penting. Seperti zat besi, asam folat, dan kalsium. Padahal, zat-zat ini sangat penting untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu. Penelitian dari jurnal di PubMed menunjukkan kekurangan nutrisi ini dapat berakibat buruk bagi janin seperti komplikasi bagi ibu dan bayi. Juga bisa menimbulkan perkembangan gangguan otak pada anak dikemudian hari.

Selain itu, membatasi asupan makanan secara ekstrem juga bisa mengganggu kesehatan mental ibu. Rasa stres dan cemas akibat tekanan diet dapat mempengaruhi kondisi kehamilan secara keseluruhan. Menurut CDC, jika berat badan ibu kurang karena diet ekstrem, risiko bayi lahir prematur dan berat badan rendah akan meningkat.

apakah ibu hamil boleh diet

Apakah Ibu Hamil Boleh Menggunakan Obat Pelangsing?

Saat ini, ada banyak ibu muda yang penasaran atau bahkan menggunakan obat penurun berat badan, termasuk jenis GLP-1 seperti Ozempic, Wegovy, dan Zepbound. Jenis obat tersebut atau mengkonsumsi obat penurun berat badan tidak dianjurkan digunakan selama kehamilan karena berpotensi membahayakan janin dan belum memiliki bukti penelitian yang memadai pada manusia. Tapi para ahli dan lembaga kesehatan seperti Obesity Medicine Association dan NHS Inggris memperingatkan bahwa obat ini tidak aman untuk ibu hamil. Studi menunjukkan beberapa obat ini bisa menyebabkan cacat lahir dan keguguran. Jadi, jika sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, sebaiknya jangan menggunakan obat pelangsing.

Tips Diet yang Aman dan Sehat Saat Hamil

Meski diet ketat tidak dianjurkan, ibu hamil tetap bisa mengatur pola makan agar sehat dan berat badan terkendali dengan cara berikut:

1. Makan Makanan Seimbang

Penuhi kebutuhan gizi dari sayur, buah, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Atau kamu bisa ikuti panduan diet Australia untuk kehamilan.

Kelompok MakananPorsi per HariContoh Ukuran Porsi
Sayuran dan kacang-kacangan/polong Usia 18 tahun atau kurang: 5

Usia 19–50 tahun: 5
  • ½ cangkir sayuran matang
  • ½ cangkir kacang, kacang polong, atau lentil yang dimasak/dikalengkan*
  • 1 cangkir sayuran hijau atau salad mentah
  • ½ cangkir jagung manis
  • ½ kentang sedang atau sayuran bertepung lainnya
  • 1 tomat sedang
Buah Usia 18 tahun atau kurang: 2

Usia 19–50 tahun: 2
  • 1 buah sedang, seperti apel, pisang, jeruk
  • 2 buah kecil, seperti aprikot, kiwi, atau plum
  • 1 cangkir buah potong atau buah kalengan (tanpa gula tambahan)

Atau sesekali saja

  • 125 ml (½ cangkir) jus buah (tanpa gula tambahan)
  • 30 g buah kering (misalnya 4 aprikot kering, 1½ sdm kismis)
Serealia (biji-bijian), utamakan gandum utuh dan/atau tinggi serat Usia 18 tahun atau kurang: 8

Usia 19–50 tahun: 8½
  • 1 iris roti, ½ roti gulung sedang atau roti pipih (40 g)
  • ½ cangkir nasi, pasta, mi, barley, buckwheat, semolina, polenta, bulgur atau quinoa matang
  • ½ cangkir bubur matang, 2/3 cangkir sereal gandum, ¼ cangkir muesli
  • 3 biskuit renyah (crispbread)
  • 1 crumpet, muffin Inggris kecil atau scone
Daging tanpa lemak dan unggas, ikan, telur, tahu, kacang dan biji-bijian, serta kacang-kacangan/polong Usia 18 tahun atau kurang: 3½

Usia 19–50 tahun: 3½
  • 65 g daging tanpa lemak matang, seperti sapi, kambing, domba, babi, kambing ternak atau kanguru (90–100 g mentah)
  • 80 g unggas tanpa lemak matang, seperti ayam, kalkun (100 g mentah)
  • 100 g fillet ikan matang (115 g mentah) atau 1 kaleng kecil ikan
  • 2 butir telur besar
  • 1 cangkir kacang-kacangan/polong matang atau kalengan*, seperti lentil, buncis, kacang tolo
  • 170 g tahu
  • 30 g kacang atau biji-bijian, selai kacang/biji*
Susu, yoghurt, keju dan/atau alternatifnya, utamakan rendah lemak Usia 18 tahun atau kurang: 3½

Usia 19–50 tahun: 2½
  • 1 cangkir (250 ml) susu segar, UHT, susu bubuk yang dilarutkan atau buttermilk
  • ½ cangkir (120 ml) susu evaporasi
  • 2 iris (40 g) keju keras, seperti cheddar
  • ¾ cangkir (200 g) yoghurt
  • 1 cangkir (250 ml) susu kedelai, beras, atau sereal lain, dengan minimal 100 mg kalsium tambahan per 100 ml

2. Batasi Makanan Manis dan Olahan

Makanan tinggi gula dan garam harus dikurangi supaya terhindar dari risiko diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.

3. Olahraga Ringan

Jalan kaki atau yoga prenatal selama 30 menit setiap hari dapat membantu menjaga kebugaran dan mengatur berat badan.

4. Jangan Konsumsi Obat Pelangsing Tanpa Konsultasi

Hindari konsumsi suplemen atau obat tanpa rekomendasi dokter.

5. Pantau Berat Badan Rutin

Gunakan timbangan digital akurat dan konsultasikan dengan dokter agar berat badan naik sesuai standar kehamilan.


Diet saat hamil boleh dilakukan asal aman dan sehat, bukan diet ketat yang membatasi asupan nutrisi. Nutrisi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin, terutama otak dan sistem saraf.
Untuk memudahkan pemantauan berat badan dan kesehatan selama kehamilan, ibu bisa menggunakan timbangan digital yang akurat dan mudah digunakan di rumah. Dengan begitu, setiap perubahan berat badan bisa dipantau secara rutin, membantu ibu tetap dalam kisaran berat badan ideal sesuai anjuran dokter.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7729656/
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6470702/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572113/
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/pregnancy-and-diet
https://www.cdc.gov/food-safety/foods/pregnant-women.html
https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/overweight-and-pregnant-how-to-manage-weight-gain-during-pre_1313887
https://obesitymedicine.org/blog/taking-weight-loss-medication-during-pregnancy-is-it-safe/
https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/diet-during-pregnancy/
https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000603.htm