Jajanan tidak sehat masih menjadi bagian dari keseharian banyak anak, terutama di lingkungan sekolah dan sekitar rumah. Makanan dan minuman yang tinggi gula, lemak, serta bahan tambahan sering dikonsumsi tanpa pengawasan yang memadai. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam artikel “Processed foods: Health risks and what to avoid” yang dimuat oleh Medical News Today, dijelaskan bahwa makanan olahan dan ultra-proses cenderung mengandung gula tambahan, lemak jenuh, serta rendah nilai gizi, sehingga berkontribusi pada peningkatan berat badan dan risiko gangguan metabolik pada anak.

Di Indonesia, persoalan jajanan anak juga mendapat sorotan media. Tempo.co dalam artikel “Bahaya Jajanan Tidak Sehat bagi Anak” mengungkapkan bahwa masih banyak jajanan di lingkungan sekolah yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan pencernaan, infeksi, hingga masalah kesehatan lainnya pada anak. Oleh karena itu, selain membatasi konsumsi jajanan tidak sehat, orang tua perlu melakukan deteksi dini terhadap perubahan kondisi kesehatan anak, salah satunya dengan memanfaatkan alat kesehatan keluarga sebagai langkah pemantauan awal di rumah.

Risiko Kesehatan Anak Akibat Jajanan Tidak Sehat

Konsumsi jajanan tidak sehat terutama jika termasuk makanan yang sangat diproses dan tinggi gula, garam, serta bahan tambahan dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan anak, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut artikel “Processed foods: Health risks and what to avoid” dari Medical News Today, makanan yang diproses secara kimiawi lebih cenderung mengandung gula tambahan, lemak jenuh, garam tinggi, dan bahan buatan yang rendah nutrisi. Pola makan dengan asupan jenis makanan seperti ini berhubungan dengan kenaikan berat badan dan peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas jika dikonsumsi secara berlebihan selama waktu yang panjang. Penjelasan dari Mayo Clinic dalam artikel Ultraprocessed foods and processed foods: Are they both bad for your health? juga menegaskan bahwa ultra-processed foods, makanan yang dibuat sedemikian rupa sehingga nutrisi alami banyak hilang dan diganti oleh bahan tambahan yang dapat menyebabkan peradangan dan efek negatif lainnya pada tubuh jika dikonsumsi rutin. Makanan jenis ini sering kali tidak memberikan nilai gizi yang memadai bagi anak yang sedang dalam fase pertumbuhan penting.

waspada jajanan tak sehat

Beberapa risiko kesehatan utama yang dapat muncul akibat kebiasaan jajan tak sehat antara lain:

  • Obesitas dan Kenaikan Berat Badan
    Jajanan manis dan snack ultra-processed umumnya tinggi kalori tetapi miskin nutrisi. Pola makan seperti ini dapat menyebabkan asupan kalori berlebih dan berujung pada obesitas anak. Kondisi obesitas juga memperbesar risiko tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik lainnya.
  • Gangguan Metabolik
    Diet tinggi makanan ultra-processed dikaitkan dengan resistensi insulin yang merupakan faktor awal menuju diabetes tipe 2. Penelitian juga menunjukkan hubungan antara pola makan seperti ini dan meningkatnya kadar gula darah pada anak jika sering dikonsumsi.
  • Risiko Penyakit Kardiovaskular
    Kandungan lemak jenuh, garam, dan bahan tambahan pada jajanan tidak sehat memicu risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gangguan jantung di kemudian hari.
  • Gangguan Gigi
    Asupan gula berlebih adalah penyebab umum gigi berlubang pada anak. Gula yang menempel pada gigi menjadi makanan bagi bakteri yang merusak enamel dan menyebabkan kerusakan gigi lebih cepat.
  • Nutrisi Tidak Seimbang
    Makanan ultra-processed umumnya rendah serat dan vitamin penting, sehingga menggantikan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan protein. Hal ini dapat memengaruhi tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan kemampuan konsentrasi anak di sekolah.

Peran Orang Tua dalam Mengontrol Pola Jajan dan Makanan Anak

Peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk pola makan dan kebiasaan jajan anak. Orang tua bukan hanya sebagai “penyedia makanan” tetapi juga sebagai model perilaku makan sehat yang akan ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak cenderung meniru kebiasaan makan yang mereka lihat di rumah baik itu memilih buah dan sayur, atau sebaliknya lebih memilih makanan manis dan tinggi lemak yang menunjukkan bahwa perilaku makan orang tua memiliki pengaruh kuat terhadap kebiasaan makan anaknya. Selain menjadi panutan, orang tua juga berperan sebagai pengawas dan motivator. Mereka perlu:

  • Memilih dan menyajikan makanan bergizi seimbang di rumah.
  • Memberikan bekal sehat untuk anak saat sekolah.
  • Mengajarkan anak cara membaca label nutrisi.
  • Serta mengawasi kebiasaan jajan di luar rumah.

Dengan keterlibatan aktif orang tua dalam pola makan anak, risiko kebiasaan jajan tidak sehat dapat ditekan sejak dini, sehingga kebiasaan makan anak cenderung lebih sehat dan seimbang.

waspada jajanan tak sehat

Peran Alat Kesehatan Keluarga Dalam Deteksi Dini

Agar dampak negatif dari konsumsi jajanan tidak sehat pada anak dapat diketahui sejak awal, orang tua juga bisa memanfaatkan alat kesehatan keluarga untuk pemantauan rutin di rumah. Salah satunya adalah alat cek darah multiparameter yang praktis digunakan dan dapat membantu mengenali tanda-tanda perubahan kesehatan anak sejak dini.
Pemantauan ini berguna karena konsumsi makanan tinggi gula, lemak dan bahan olahan dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan anak, antara lain:

  1. Mendeteksi Risiko Gangguan Metabolik Sejak Dini
  2. Kadar gula darah yang tidak normal bisa menjadi indikasi awal gangguan metabolik, termasuk risiko resistensi insulin atau diabetes tipe 2. Anak yang sering mengonsumsi jajanan tinggi gula berisiko mengalami fluktuasi kadar glukosa darah yang tidak sehat. Dengan alat cek darah sederhana di rumah, orang tua bisa melihat apabila tren gula darah anak mulai meningkat.

  3. Mengetahui Keseimbangan Lemak Tubuh
  4. Makanan tinggi lemak jenuh tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi pada anak dapat berkontribusi pada perkembangan masalah kardiovaskular di kemudian hari. Pemeriksaan kolesterol secara berkala membantu orang tua memahami apakah pola makan anak perlu ditata ulang.

  5. Memantau Kadar Asam Urat Sebagai Indikator Pola Makan
  6. Meskipun asam urat lebih sering dibicarakan pada orang dewasa, kadar yang tidak normal bisa menunjukkan ketidakseimbangan metabolik atau pola makan yang kurang sehat. Deteksi dini membantu orang tua mengenali risiko yang tersembunyi sebelum muncul gejala yang lebih serius.

  7. Membangun Kesadaran Pola Hidup Sehat
  8. Alat cek darah di rumah bukan hanya soal angka tetapi juga menjadi alat edukasi bagi anak dan keluarga untuk lebih sadar dalam memilih makanan, termasuk mengurangi konsumsi jajanan tidak sehat dan menggantinya dengan alternatif lebih bergizi.

    Untuk membantu orang tua melakukan pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat secara praktis, salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah:

    alat pemeriksaan darah

    BeneCheck Prime Starter Kit

    Alat cek darah multi-parameter yang dapat digunakan di rumah untuk memantau gula darah, kolesterol, dan asam urat dengan satu perangkat. Praktis digunakan, hasil cepat, dan cocok untuk pemantauan rutin agar orang tua bisa melakukan deteksi dini terhadap perubahan kesehatan anak sebagai akibat dari pola makan yang kurang sehat.

    Info detil produk silakan KLIK DISINI

    Edukasi dan Kebiasaan Keluarga Sebagai Deteksi Serta Pencegahan

    Selain alat medis, deteksi dini risiko kesehatan anak juga mencakup langkah edukatif:

    • Membiasakan nutrisi sehat sejak dini: Fokus pada makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak seimbang, serta kaya serat, sayur, dan buah.
    • Memahami label nutrisi agar orang tua dapat membedakan makanan sehat dan tidak sehat.
    • Rutinitas cek kesehatan berkala, termasuk kontrol ke dokter sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak.

    Jajanan tidak sehat memang sulit dihindari sepenuhnya dalam keseharian anak, terutama di lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal. Namun, dampak buruknya dapat diminimalkan melalui kombinasi pengawasan pola makan, edukasi sejak dini, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan secara konsisten di rumah. Orang tua memegang peran kunci dalam memastikan bahwa kebiasaan jajan anak tidak berkembang menjadi risiko kesehatan jangka panjang yang tidak disadari.

    Pemanfaatan alat kesehatan keluarga menjadi salah satu langkah preventif yang penting dalam deteksi dini perubahan kondisi kesehatan anak. Alat cek darah multiparameter memungkinkan orang tua memantau indikator kesehatan dasar seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat secara praktis, sehingga potensi gangguan metabolik akibat pola makan kurang sehat dapat dikenali lebih awal. Dengan pemantauan rutin, orang tua memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan evaluasi pola makan anak maupun berkonsultasi dengan tenaga medis bila diperlukan.

    Untuk mendukung pemantauan kesehatan di rumah,  BeneCheck Prime Starter Kit yang tersedia di Galeri Medika dapat menjadi salah satu pilihan alat cek darah multiparameter yang praktis digunakan oleh keluarga. Galeri Medika menyediakan alat kesehatan yang pasti 100% ORIGINAL dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia.

    Klik Untuk Lihat Sumber>

    http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/basics/childrens-health/hlv-20049425?utm
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/318630?utm
    https://mcpress.mayoclinic.org/nutrition-fitness/ultraprocessed-foods-and-processed-foods-are-they-both-bad-for-your-health/?utm
    https://www.tempo.co/gaya-hidup/inilah-4-zat-berbahaya-yang-kerap-ditemukan-pada-jajanan-anak-230123?utm
    https://www.tempo.co/gaya-hidup/guru-besar-fkui-ungkap-bahaya-makanan-cepat-saji-pada-anak-berisiko-kanker-1061400?utm