
Akhir-akhir ini timeline sosial media ramai banget sama tren sarapan kukusan. Banyak gen z yang menjual kukusan untuk sarapan dan banyak juga yang upload menu kukusan di social media dari ubi, jagung, edamame, sampai telur. Terlihat sangat sehat bukan? hal tersebut juga yang menarik hati warganet untuk mencoba dan ikuti kebiasaannya sehingga viral dibanyak sosial media. Bahkan meteri kesehatan kita Budi Gunadi Sadikin ikut serta meramaikan tren sarapan ini lho. hal tersebut membuat tren sarapan kukusan ini makin naik daun. Tapi pertanyaannya apa beneran aman nggak buat lambung? Dan gimana untuk penderita diabetes?
Apa Sih Sarapan Kukusan Itu?
Menurut beberapa video yang sedang ramai ini kukusan yang dimaksud adalah makanan sehat serba kukus yang disantap untuk sarapan. Kukusan bisa dalam berbagai macam jenis biasanya setiap daerah punya variasi yang berbeda tegantung dengan hasil buminya, namun umumnya isi kukusan itu pasti terdiri dari umbi umbian, jagung, kacang, dan juga telur, berikut list makanan yang biasanya menjadi langganan untuk dikukus sarapan dan kandungan gizinya :
- Ubi ungu
- Ubi cilembu
- Singkong
- Pisang
- Talas
- Kentang
- Jagung
- Kacang
- Sukun
- Labu kuning
- Edamame
- Telur
- Labu waluh
Tren Kukusan ala Menkes: FOMO yang Positif
Awalnya tren ini hanya ramai di social media yang banyak menjual menu serba kukus sebagai pekerjaan sampingan ketika weekend. Namun karena menyehatkan hal tersebut mendapat banyak afirmasi positif dari masyarakat sekitar, dan banyak masyarakat yang ikut berjualan kukusan. Tren ini makin viral setelah Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin muncul di Instagram sambil memperlihatkan isi kukusannya: ubi, jagung, telur, edamame, dan buah.

Biasanya FOMO bikin orang beli barang nggak penting, tapi kali ini justru bikin orang ikut-ikutan hidup lebih sehat. Media nasional seperti iNews juga melaporkan tren ini dan bilang kalau masyarakat suka karena murah, mudah, dan cocok untuk gaya hidup sehat.
Aman Nggak Sih Untuk Lambung?
Jawabannya aman ya, bahkan cenderung lebih ramah untuk lambung dibanding makanan berminyak atau pedas. berikut alasannya:
-
Teksturnya lembut & mudah dicerna
Umbi dan labu yang dikukus jadi jauh lebih lunak. Serat larut di dalamnya membantu menenangkan lambung. Hal ini juga dijelaskan dalam artikel “Soluble Dietary Fiber, One of the Most Important Nutrients for the Gastrointestinal Health” yang menegaskan bahwa serat larut mendukung kesehatan lambung dan membuat proses cerna jadi lebih nyaman. -
Tidak berminyak
Makanan berminyak memicu produksi asam lambung. Jurnal International Journal of Gastric Physiology tahun 2019 yang menyebutkan bahwa makanan rendah lemak tidak memicu lonjakan asam lambung. Karena kukusan juga tidak memakai bumbu pedas, asam, atau santan, otomatis risiko iritasi lambung pun lebih kecil. -
Tidak mengiritasi lambung
Kukusan biasanya tidak pakai bumbu pedas atau asam yang sering jadi pemicu nyeri maag. Untuk kamu yang punya GERD kronis, pilih bahan yang ringan seperti labu kuning, ubi, pisang. Hindari kacang rebus terlalu banyak.
Aman Juga Nggak Ya Untuk Gula Darah & Penderita Diabetes?
Sarapan kukusan seperti telur, ubi dan jagung masih aman ya untuk penderita diabetes. bahkan lebih stabil dibanding roti putih atau makanan manis. Tapi tetap harus perhatikan porsinya. Nah berikut alasan mengapa kukusan itu gula darah friendly:
-
Tinggi serat
gula darah naik lebih stabil, Review ilmiah berjudul “Dietary Fiber Influence on Overall Health, With an Emphasis on Glycemic and Insulin Response” menjelaskan bahwa serat larut memperlambat penyerapan glukosa sehingga gula darah tidak cepat melonjak. -
Karbohidrat kompleks
Umbi, jagung, dan kentang termasuk makanan ber-indeks glikemik lebih rendah dibanding tepung olahan. Data ini ditunjukkan dalam International Table of Glycemic Index Values (Atkinson dkk., 2008), di mana talas, jagung manis, dan beberapa jenis kentang punya GI yang lebih stabil sehingga lebih aman jika porsinya dikontrol. -
Ada protein yang bantu stabilisasi gula
Telur, kacang, dan edamame memperlambat lonjakan gula setelah makan. Diabetes Care tahun 2015 juga mendukung bahwa protein membantu menahan lonjakan gula darah setelah makan.
Manfaat Singkat Coba Tren Kukusan
- Nutrisi tetap terjaga karena metode kukus mempertahankan vitamin (vitamin C, B kompleks, antioksidan). Menurut artikel “Effects of Different Cooking Methods on Nutritional Value of Vegetables” (2018), yang menunjukkan bahwa metode kukus mempertahankan vitamin dan antioksidan lebih baik.
- Kolesterol lebih terkontrol karena tidak pakai minyak.
- Kenyang lebih lama karena serat dan karbohidrat kompleks.
Tips Sarapan Kukusan dengan Gizi Seimbang
Menkes menekankan bahwa sarapan kukusan bukan cuma makan ubi saja nih, tapi tetap harus memenuhi unsur gizi lengkap. Berikut contoh komposisi idealnya:
-
Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat adalah zat gizi paling utama sebagai sumber energi bagi tubuh. Untuk asupan karbohidrat harian pada kukusan seperti ubi, singkong, talas, sukun, kentang, jagung. -
Protein Hewani & Nabati
Protein membantu pertumbuhan tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak saat sedang sakit, serta sumber cadangan energi. Jenis protein dibagi 2 yaitu protein nabati yang berasal dari tumbuhan dan protein hewani yang berasal dari hewan. contoh protein pada kukusan seperti telur, edamame, kacang rebus. -
Serat & Vitamin
Kandungan vitamin dan mineral pada makanan membantu kita mengatur fungsi organ-organ dan sistem di dalam tubuh. Selain itu, Vitamin pun punya banyak manfaat, seperti berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. sedangkan Serat dibagi menjadi dua yakni serat larut dan serat tak larut. Fungsinya adalah untuk melancarkan pencernaan. contoh kukusan yang banyak mengandung vitamin dan serat yaitu labu dan pisang

Rekomendasi Kombinasi Menu Kukusan
| Menu | Karbohidrat Kompleks | Serat & Vitamin | Protein |
|---|---|---|---|
| Menu A | Ubi ungu | Labu kuning, Pisang | Telur |
| Menu B | Kentang | Sukun, Edamame | Telur |
| Menu C | Singkong | Talas, Labu waluh | Kacang, Edamame |
| Menu D | Jagung | Pisang, Labu kuning | Telur |
| Menu E | Ubi cilembu | Labu waluh, Pisang | Edamame, Telur |
Nah, kamu juga bisa banget coba tren sarapan kukusan ini. Selain simpel dan ramah di kantong, cara ini bisa bantu kamu mulai kebiasaan makan yang lebih sehat tanpa ribet. Tapi ingat ya, apa pun kalau berlebihan tetap nggak baik—atur porsinya agar tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh. nah jangan lupa juga untuk rutin memantau kondisi tubuh, terutama cek gula darah di rumah supaya lebih aman dan terkontrol. kamu bisa gunakan alat cek gula darah atau alat cek darah multiparameter ya. alat kesehatan tersebut bisa kamu dapatkan di toko alat kesehatan terpercaya salah satunya adalah Galeri Medika. disana banyak menjual alat kesehatan yang pastinya 100% original dan bisa dikirim keseluruh Indonesia
https://www.nestle.co.id/kisah/manfaat-kandungan-makanan-bergizi
https://www.inews.id/lifestyle/health/viral-sarapan-kukusan-menkes-sebut-fomo-yang-positif
https://www.youtube.com/watch?v=_Xl-_FSJ4OE
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8624670/
https://academic.oup.com/jcem/article-abstract/91/6/2062/2843371?redirectedFrom=fulltext
https://www.frontiersin.org/journals/nutrition/articles/10.3389/fnut.2024.1510564/full
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18835944/
https://diabetesjournals.org/care/article-abstract/38/6/1008/37384/Impact-of-Fat-Protein-and-Glycemic-Index-on?redirectedFrom=fulltext
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6049644/




