
Pernah tiba-tiba merasa satu sisi tubuh mati rasa, bicara pelo, atau pandangan mendadak buram lalu semuanya kembali normal dalam hitungan menit? Banyak orang menganggapnya hanya kelelahan, masuk angin, atau kurang tidur. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang sering disebut stroke ringan. Sayangnya, karena gejalanya cepat hilang, TIA sering diabaikan. Padahal, TIA adalah peringatan serius dari tubuh bahwa risiko stroke besar bisa mengintai kapan saja.
Apa Itu Transient Ischemic Attack (TIA)?
Transient Ischemic Attack (TIA) adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat sementara, biasanya akibat bekuan darah kecil. Berbeda dengan stroke, Menurut artikel dari American Stroke Association dan Mayo Clinic, TIA tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, tetapi tetap harus ditangani sebagai kondisi darurat medis.
Gejala TIA umumnya muncul tiba-tiba dan berlangsung singkat mulai dari beberapa menit hingga kurang dari 24 jam, bahkan sering kali hanya 10–30 menit. Meski tampak ringan, TIA bukan kondisi sepele dan membutuhkan evaluasi medis secepatnya.

Mengapa TIA Disebut Stroke Sementara?
TIA sering dijuluki mini stroke atau stroke sementara karena gejalanya mirip dengan stroke iskemik, namun bersifat sementara. Aliran darah ke otak memang terhambat, tetapi kembali normal sebelum terjadi kerusakan jaringan otak yang menetap. Namun, istilah “sementara” ini sering menyesatkan. Banyak ahli kesehatan menekankan bahwa TIA seharusnya dipandang sebagai alarm darurat, bukan sekadar gangguan ringan yang bisa diabaikan.
Gejala TIA yang Sering Tidak Disadari
Gejala TIA bisa berbeda pada setiap orang, tergantung area otak yang terdampak. Beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain:
- Mati rasa atau kelemahan mendadak pada wajah, lengan, atau kaki (biasanya satu sisi tubuh)
- Sulit berbicara, bicara pelo, atau tidak mampu memahami pembicaraan
- Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata
- Pusing tiba-tiba, hilang keseimbangan, atau sulit berjalan
- Sakit kepala mendadak tanpa sebab yang jelas
Karena gejala ini bisa hilang dengan cepat, banyak orang merasa sudah sembuh dan tidak memeriksakan diri. Padahal, TIA bisa terjadi berulang dan berujung pada stroke yang lebih berat.
Perbedaan TIA dan Stroke: Sekilas Mirip, Dampaknya Berbeda
Secara gejala, TIA dan stroke memang sangat mirip. Perbedaan utamanya terletak pada durasi dan dampak:
| Kondisi | Penjelasan |
|---|---|
| TIA | Gejala bersifat sementara dan tidak meninggalkan kerusakan otak permanen. |
| Stroke | Aliran darah ke otak terhenti lebih lama sehingga menyebabkan kerusakan otak yang menetap, bahkan bisa berujung pada kecacatan atau kematian. |
Meski begitu, TIA adalah indikator kuat bahwa seseorang berisiko tinggi mengalami stroke dalam waktu dekat, terutama dalam beberapa hari hingga minggu setelah kejadian.
Faktor Risiko Terjadinya TIA
Menurut jurnal medis dan artikel CDC, Kabar baiknya, banyak faktor risiko ini dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko TIA antara lain:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Diabetes
- Kolesterol tinggi
- Penyakit jantung, termasuk fibrilasi atrium
- Merokok
- Obesitas dan kurang aktivitas fisik
- Riwayat stroke atau TIA sebelumnya
- Usia di atas 55 tahun
Baca artikel lainnya
Risiko dan Pencegahan Stroke Setelah TIA
Penelitian menunjukkan bahwa risiko stroke meningkat signifikan setelah TIA, terutama dalam 48 jam hingga 3 bulan pertama. Oleh karena itu, TIA harus ditangani sebagai kondisi darurat medis. Langkah pencegahan yang biasanya dianjurkan meliputi:
- Kontrol tekanan darah dan gula darah
- Mengonsumsi obat pengencer darah sesuai anjuran dokter
- Menjaga pola makan sehat rendah garam dan lemak
- Berhenti merokok
- Rutin berolahraga
- Mengelola stres dengan baik

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Menurut artikel NHS dan WebMD, seseorang harus segera mencari pertolongan medis meskipun gejala sudah hilang, terutama jika muncul tanda FAST:
- F (Face): Wajah mencong ke satu sisi
- A (Arm): Lengan sulit diangkat
- S (Speech): Bicara pelo atau sulit berbicara
- T (Time): Waktu sangat penting, segera ke rumah sakit
TIA mungkin datang dan pergi dengan cepat, tetapi pesan yang dibawanya sangat jelas, tubuh sedang memberi peringatan. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan adalah langkah penting untuk melindungi diri dan orang tercinta dari risiko stroke yang lebih berat. Jika kamu atau keluarga membutuhkan keperluan alat kesehatan seperti tensimeter, alat cek gula darah, kursi roda, hingga berbagai produk pendukung pemulihan dan perawatan harian, Galeri Medika menyediakan beragam pilihan alat kesehatan berkualitas dan 100% Original.
https://www.stroke.org/en/help-and-support/resource-library/lets-talk-about-stroke/transient-ischemic-attack
https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/STR.0000000000000475
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/symptoms-causes/syc-20355679
https://www.cdc.gov/stroke/about/index.html
https://www.mdpi.com/1648-9144/60/3/504
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0735675724002894
https://www.nhs.uk/conditions/transient-ischaemic-attack-tia/
https://medlineplus.gov/transientischemicattack.html
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14173-transient-ischemic-attack-tia-or-mini-stroke
https://www.healthline.com/health/stroke/stroke-vs-tia
https://www.webmd.com/stroke/what-to-know-about-a-transient-ischemic-attack-tia




