Arm sling mungkin sudah sering kita lihat, bahkan terasa sangat familiar saat seseorang mengalami cedera tangan. Banyak yang langsung memakainya agar tetap bisa beraktivitas, padahal tangan yang sakit, cedera, atau kaku tidak boleh dipaksa bergerak karena justru bisa memperparah kondisi dan memperlambat pemulihan. Menariknya, masih banyak yang belum tahu bahwa arm sling punya berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda-beda salah pilih penyangga bukan cuma bikin nyeri tak kunjung reda, tapi juga bisa berisiko fatal. Jadi, sebelum asal pakai atau sekadar “biar aman”, yuk kenali jenis arm sling yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan cedera kamu.

Kenapa Setelah Cedera Tangan Tidak Boleh Dipaksa Bergerak?

Setelah cedera atau patah tulang tangan, tulang perlu distabilkan agar dapat sembuh dengan benar. Memaksa tangan bergerak terlalu cepat dapat menggeser posisi tulang yang patah, menghambat penyembuhan, dan berisiko merusak jaringan di sekitarnya. Sebagian fraktur bisa disembuhkan tanpa operasi dengan bantuan bidai tangan atau jari yang menjaga tulang tetap pada posisi yang tepat. Untuk kasus yang lebih kompleks, fiksasi internal dengan pembedahan (pen atau kawat) diperlukan agar tulang tetap stabil. Selama proses penyembuhan, rasa sakit biasanya dikontrol dengan obat-obatan, dan setelah tulang cukup sembuh, fisioterapi dilakukan untuk memulihkan fungsi tangan. Oleh karena itu, penting untuk tidak memaksakan gerakan sebelum izin medis diberikan.

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

Fungsi Arm Sling Secara Umum

  • Menopang lengan, bahu, siku, atau pergelangan tangan saat pemulihan dari keseleo, dislokasi, atau robekan.
  • Membatasi gerakan untuk mendukung penyembuhan tulang pada fraktur bahu, siku, atau pergelangan tangan.
  • Mengurangi tekanan pada bahu setelah operasi, sehingga membantu proses penyembuhan.
  • Membantu pemulihan tubuh bagian atas setelah operasi atau cedera.
  • Mencegah lengan menggantung tidak nyaman jika terjadi kehilangan sensasi atau kemampuan bergerak.

Jenis-Jenis Arm Sling

Arm sling tersedia dalam berbagai model yang dirancang untuk mendukung lengan dan bahu sesuai kebutuhan cedera atau pemulihan. Menurut beberapa sumber, jenis yang paling umum digunakan meliputi beberapa tipe berikut.

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

1. Standard Arm Sling

standar arm sling adalah model yang paling umum, memiliki kandung yang menopang lengan dan tali yang melingkar di bahu. Penyangga ini dapat disesuaikan dan cocok untuk berbagai cidera mulai dari patah tulang sampai pemulihan pasca operasi, penyangga ini memberikan dukungan imobilisasi dan pengistirahatan lengan bawah.

Info Lengkap produknya   KLIK DISINI

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

2. Pediatric Arm Sling

dirancang khusus untuk anak anak, biasanya berukuran kecil dan terbuat dari bahan ringan dan berpori yang nyaman. Memberikan dukudangan serta imobilisasi yang tepat untuk lengan mereka yang kecil.

Info Lengkap produknya   KLIK DISINI

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

3. Shoulder Immobilizer sling

Penyangga ini dirancang khusus untuk menstabilkan sendi bahu, penyangga ini terdiri dari tali yang meilit di leher dan tali lain yang melingkari pinggang untuk menahan lengan agar tetap menempel pada tubuh. Sehingga membatasi gerakan bahu. Cocok unruk dislokasi bahu atau cidera rotator cuff dimana imobilisasi total diperlukan.

Info Lengkap produknya   KLIK DISINI

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

4. Sling and Swathe

Arm sling ini adalah kombinasi dari immobilizer sling dan wide checst band. Alat ini memberikan dukungan pada bahu dan lengan atas dengan cara menahan agar tetap dekat dengan tubuh. Arm sling ini sering digunakan untuk cidera parah yang membutuhkan imobilisasi maksimal.

Info Lengkap produknya   KLIK DISINI

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

5. Elbow Brace

Digunakan dalam perawatan konservatif atau rehabilitasi untuk kondisi seperti dislokasi, kontraktur, atau patah tulang bahu. Selain itu, sling juga dipakai sebagai bagian dari perawatan ortotik untuk fraktur pada epicondyle medial atau lateral, setelah operasi pemasangan implan prostesis, atau cedera ligamen siku. Fungsinya adalah menjaga siku tetap pada sudut tertentu sesuai anjuran dokter.

Info Lengkap produknya   KLIK DISINI

Tangan Susah Digunakan Setelah Cedera? Jangan Dipaksa! Ini Jenis-Jenis Arm Sling yang Wajib Kamu Tahu.

6. Elevation/high Sling

Penyangga lengan elevasi dirancang untuk menjaga lengan tetap terangkat. penyangga lengan elevasi membantu mengurangi pembengkakan dalam kasus trauma berat atau operasi. Penyangga ini memiliki ciri khas posisi lengan yang lebih tinggi dan bantalan tambahan untuk kenyamanan.

Cara Memilih Arm Sling yang Tepat

  • Sesuaikan arm sling dengan jenis cedera tangan Anda.
  • Pilih ukuran yang tepat agar lengan mendapatkan dukungan optimal.
  • Gunakan bahan yang nyaman dan tidak mengiritasi kulit.
  • Pertimbangkan anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
  • Selalu konsultasikan pilihan Anda dengan tenaga medis atau fisioterapis.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Arm Sling

  1. Tali selempang terlalu longgar
    Pastikan penyangga lengan menahan siku Anda pada sudut 90° agar bahu, siku, dan pergelangan tangan mendapat dukungan yang cukup. Jika terlalu longgar, lengan bisa turun terlalu rendah dan membuat area tersebut bekerja lebih berat. Penyangga harus pas menempel ke tubuh tanpa mengangkat bahu, sehingga bahu tetap dalam posisi netral. Jika masih ragu, mintalah tenaga kesehatan atau fisioterapis untuk memeriksanya.
  2. Penyangga bahu terlalu ketat
    Penyangga bahu yang terlalu ketat dapat menghambat aliran darah ke siku dan tangan, sehingga oksigen tidak sampai ke jaringan dan bisa memperlambat penyembuhan. Jika lengan, tangan, atau jari terasa mati rasa, kesemutan, bengkak, dingin, atau berubah warna menjadi kebiruan, mintalah tenaga kesehatan atau fisioterapis untuk menyesuaikan gendongan Anda.
  3. Tidak melatih otot dan terfokus hanya menggunakan arm sling
    Penyangga bahu melindungi lengan selama penyembuhan, tapi penting tetap menggunakan otot lengan dan tangan. Karena penyangga membatasi gerak bahu, hal ini bisa menurunkan rentang gerak dan kekuatan lengan. Untuk mencegahnya, tenaga kesehatan mungkin menyarankan melepas penyangga sementara dan melakukan latihan gerakan melingkar ringan 2–3 kali sehari agar sendi tetap bergerak.

Baca artikel lainnya

Arm sling bukan hanya alat bantu, tapi bagian penting dari proses pemulihan cedera tangan, bahu, maupun siku. Dengan memilih jenis arm sling yang sesuai dan menggunakannya dengan cara yang benar, risiko komplikasi bisa diminimalkan dan pemulihan dapat berlangsung lebih cepat serta nyaman.

Ingat, jangan memaksakan gerakan sebelum waktunya dan selalu ikuti anjuran tenaga kesehatan. Jika kamu masih bingung memilih arm sling yang tepat sesuai kondisi cedera dan kebutuhan, pastikan membeli di toko alat kesehatan tepercaya seperti galeri medika yang pastinya banyak menyediakan alat kesehatan seperti arm sling yang 100% original. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan profesional medis.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.verywellhealth.com/how-to-properly-wear-a-sling-on-your-arm-2696291
https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-a-broken-hand-1298327
https://cambridgejournal.co.uk/arm-sling/
https://learnthetypes.com/types-of-arm-slings/
https://beagleorthopaedic.com/high-arm-sling/