
Saat menjalani perawatan di rumah sakit, banyak pasien yang akan dipasangkan infus atau akses pembuluh darah. Salah satu alat yang paling sering digunakan adalah IV catheter. Meski terlihat kecil, alat ini memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang berbagai tindakan medis, mulai dari pemberian cairan hingga terapi intensif. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 80% pasien rawat inap membutuhkan akses intravena (IV) selama perawatan. Hal ini menunjukkan bahwa IV catheter merupakan bagian penting dalam praktik medis modern.
Apa Itu IV Catheter?
IV catheter (intravenous catheter) adalah tabung kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena untuk memberikan akses langsung ke aliran darah. Alat ini digunakan untuk menyalurkan cairan, obat, nutrisi, hingga transfusi darah secara lebih cepat dan efisien.
Menurut Cleveland Clinic, metode intravena memungkinkan zat yang diberikan bekerja lebih cepat dibandingkan melalui konsumsi oral. Selain itu, penggunaan IV catheter juga membantu tenaga medis menghindari tusukan jarum berulang pada pasien. Sementara itu, sumber dari Kohope menjelaskan bahwa IV catheter dirancang sebagai jalur akses yang aman untuk terapi medis sekaligus meminimalkan risiko komplikasi jika digunakan dengan tepat.
Fungsi Utama IV Catheter
IV catheter memiliki berbagai fungsi penting dalam dunia medis, di antaranya:
- Pemberian cairan infus untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh
- Pemberian obat intravena, seperti antibiotik atau analgesik
- Transfusi darah dan produk darah
- Nutrisi parenteral bagi pasien yang tidak bisa makan/minum
- Pengambilan sampel darah tanpa tusukan berulang
Menurut Penn Care, akses intravena sangat penting terutama dalam kondisi darurat karena memungkinkan terapi diberikan dengan cepat dan terkontrol. Hal ini juga didukung oleh Surgical Suture yang menyebutkan bahwa IV catheter meningkatkan efektivitas terapi karena langsung masuk ke aliran darah.
Jenis-Jenis IV Catheter
IV catheter memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan lokasi pemasangan, durasi penggunaan, dan kebutuhan terapi.
1. Peripheral IV Catheter (PIVC)
Ini adalah jenis yang paling umum digunakan. Dipasang di vena kecil seperti tangan atau lengan, dan biasanya digunakan untuk jangka pendek (beberapa hari).
Menurut Cleveland Clinic, peripheral IV merupakan akses intravena yang paling sering digunakan karena pemasangannya mudah dan relatif aman.
Termasuk dalam kategori ini adalah IV catheter with wing (winged/butterfly needle)Jenis ini memiliki sayap untuk memudahkan pemasangan dan memberikan stabilitas. Umumnya digunakan untuk:
- Pengambilan darah
- Infus jangka sangat singkat
- Pasien dengan vena kecil (anak-anak/lansia)
Contoh IV Catheter With Wings

OneHealth IV Catheter with Wing

Safelock IV Catheter with Wing
2. Midline Catheter

Midline catheter memiliki panjang lebih dari peripheral IV dan digunakan untuk terapi jangka menengah (sekitar 1–4 minggu).Menurut Kohope dan Penn Care, jenis ini dipasang di vena lengan atas dan cocok untuk pemberian obat yang tidak terlalu mengiritasi pembuluh darah.
3. Central Venous Catheter (CVC)

CVC dipasang di pembuluh darah besar seperti di leher atau dada dan digunakan untuk terapi yang lebih kompleks. Menurut Surgical Suture dan Kohope, jenis ini digunakan untuk:
- Terapi jangka panjang
- Pemberian obat dosis tinggi
- Perawatan pasien kritis
4. PICC Line (Peripherally Inserted Central Catheter)

PICC line dimasukkan dari lengan, tetapi ujungnya menuju pembuluh darah besar dekat jantung. Menurut Penn Care, jenis ini dapat digunakan untuk terapi jangka menengah hingga panjang (mingguan hingga bulanan) dan sering digunakan untuk antibiotik atau kemoterapi.
5. Implantable Port

Jenis ini ditanam di bawah kulit dan digunakan untuk terapi jangka panjang, seperti kemoterapi. Menurut Penn Care, implantable port dapat digunakan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan memiliki risiko infeksi yang lebih rendah karena tidak terbuka di permukaan kulit.
Apakah Pemasangannya Sakit?
Banyak pasien merasa khawatir saat akan dipasang IV catheter. Namun, prosedur ini umumnya cepat dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan. Menurut Cleveland Clinic, pasien biasanya hanya merasakan sensasi seperti ditusuk saat jarum masuk, dan setelah catheter terpasang, rasa sakit akan berkurang secara signifikan. Prosedur pemasangan bahkan bisa berlangsung kurang dari satu menit jika pembuluh darah mudah ditemukan.
Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun umum dan relatif aman, penggunaan IV catheter tetap memiliki beberapa risiko, antara lain infeksi pada area pemasangan, phlebitis atau peradangan vena, infiltrasi yaitu kondisi ketika cairan bocor ke jaringan sekitar, trombosis atau pembekuan darah, serta memar atau perdarahan ringan di area pemasangan.
Menurut Cleveland Clinic dan Surgical Suture, risiko penggunaan IV catheter dapat diminimalkan dengan menerapkan teknik pemasangan yang steril, melakukan pemantauan rutin pada area IV untuk mendeteksi tanda-tanda komplikasi sejak dini, serta melakukan penggantian catheter secara berkala sesuai prosedur yang dianjurkan.
Selain itu, Kohope juga menekankan pentingnya memilih jenis catheter yang sesuai dengan kondisi pasien untuk mengurangi komplikasi.
IV catheter adalah alat kecil yang memiliki peran besar dalam dunia medis. Dengan berbagai jenis yang tersedia, alat ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan terapi pasien, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan penggunaan yang tepat, IV catheter tidak hanya membantu mempercepat pengobatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
https://surgicalsuture.org/iv-catheter/
https://kohope.com/understanding-iv-catheter-types-a-complete-guide-for-healthcare-professionals/
https://www.penncare.net/2022/08/the-different-types-of-iv-catheters/
https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/24930-peripheral-iv




