Patah hati sering dianggap sekadar rasa sedih atau kecewa karena putus cinta, tapi faktanya pengalaman emosional yang berat bisa berdampak lebih luas bagi tubuh. Dalam dunia medis, ada yang dikenal sebagai Broken Heart Syndrome atau Sindrom Patah Hati. Stres emosional yang intens, seperti kehilangan pasangan, kegagalan besar, atau tekanan hidup yang berat, bisa memicu respon tubuh yang ekstrem. Saat hati lagi berat, jantung dan tubuh bisa bereaksi nyata. Dada terasa sesak, napas kadang tersengal, detak jantung tidak stabil. Itu semua cara tubuh memberi sinyal bahwa emosi sedang terguncang.

broken heart

Tapi tahukah kamu bahwa kondisi ini bukan hanya drama perasaan semata? Broken Heart Syndrome merupakan gangguan fungsi jantung yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyerupai serangan jantung. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy yaitu pelemahan otot jantung akibat lonjakan hormon stres seperti adrenalin.

Menariknya, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada wanita, terutama yang sudah memasuki usia paruh baya. Lebih dari 90% kasus yang dilaporkan terjadi pada wanita berusia 58 hingga 75 tahun, dan penelitian menunjukkan bahwa hingga 5% wanita yang awalnya diduga mengalami serangan jantung ternyata mengalami Broken Heart Syndrome. Namun, bukan berarti Gen Z bisa santai! Tekanan akademik, masalah percintaan, hingga tuntutan sosial media bisa jadi pemicu stres berat yang tak disadari. Jadi, walau masih muda, jangan remehkan risiko stres emosional terhadap kesehatan.

Bisa Berujung Gagal Jantung Jika Tidak Ditangani

Kalau dibiarkan tanpa penanganan, Broken Heart Syndrome dapat memperburuk fungsi jantung dan memicu komplikasi serius seperti gangguan irama jantung hingga gagal jantung. Inilah alasan pentingnya mengenali gejala lebih awal dan segera mencari bantuan medis bila muncul keluhan seperti:

  • Nyeri dada mendadak yang sangat kuat.
  • Sesak napas.
  • Melemahnya fungsi pompa ventrikel kiri jantung.
  • Detak jantung tidak teratur (aritmia).
  • Tekanan darah menurun (hipotensi).
  • Jantung terasa berdebar cepat.
  • Pingsan atau hampir pingsan (sinkop).
broken heart

Cara Menjaga Jantung Saat Emosi Terguncang

Meski terdengar menakutkan, kabar baiknya Broken Heart Syndrome biasanya bisa pulih dengan penanganan medis yang tepat dan dukungan mental yang baik. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung saat sedang tidak baik-baik saja:

  • Istirahat dan tidur cukup
  • Kelola stres dengan aktivitas yang menenangkan, seperti olahraga ringan, meditasi, atau journaling
  • Ceritakan masalahmu ke orang yang dipercaya
  • Batasi paparan konten media sosial yang memicu stres atau overthinking
  • Segera periksakan diri jika muncul keluhan pada jantung
broken heart

Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, kamu dapat membantu menjaga fungsi jantung tetap stabil meski sedang berada dalam tekanan emosional. Jangan ragu mencari bantuan medis jika keluhan tidak kunjung membaik.

Yuk, Lebih Peka dengan Sinyal dari Tubuh

Patah hati memang bagian dari perjalanan hidup. Tapi ketika hati terluka, jangan sampai jantung ikut tersakiti. Kalau kamu mulai merasakan gejala yang tidak biasa pada tubuh, terutama di bagian dada dan pernapasan, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu. Penanganan yang cepat bisa mencegah risiko komplikasi berbahaya seperti gagal jantung.

Untuk membantu memantau kesehatan secara mandiri di rumah, kini tersedia berbagai alat kesehatan yang bisa kamu gunakan, seperti:

  • Tensimeter untuk memantau tekanan darah, terutama saat stres meningkat
  • Pulse oximeter untuk memastikan kadar oksigen tetap normal saat kamu merasa sesak atau cemas
  • Ekg portable sebagai alat pemantau detak jantung dengan praktis

Dengan alat pemantau yang tepat, kamu bisa lebih awal mengetahui apakah tubuhmu sedang memberi tanda bahaya. Karena cinta memang bisa menyakitkan, tapi kesehatan harus tetap jadi yang utama. Yuk, jaga jantungmu mulai sekarang! Jika kamu butuh rekomendasi alat kesehatan yang sesuai, Galeri Medika siap bantu memberikan yang terbaik untukmu.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/broken-heart-syndrome/symptoms-causes/syc-20354617
https://newsroom.heart.org/news/the-risk-of-death-or-complications-from-broken-heart-syndrome-was-high-from-2016-to-2020
https://www.health.harvard.edu/heart-health/takotsubo-cardiomyopathy-broken-heart-syndrome
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17857-broken-heart-syndrome
https://www.inaheart.org/storage/guideline/df3c39800107eb96374b13ada4f32998.pdf
https://lampost.co/kesehatan/sindrom-patah-hati-ketika-cinta-yang-hancur-bisa-mengancam-kesehatan-mental-dan-fisik/