
Pernahkah Anda mencoba Retro walking atau berjalan mundur? Aktivitas yang tampak sederhana ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk mengurangi nyeri lutut, memperbaiki postur dan memberikan efek positif pada fungsi otak. Meskipun baru populer dalam dunia kebugaran modern, berjalan mundur sebenarnya bukan hal baru. Teknik ini sudah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu, terutama dalam latihan tradisional di Tiongkok. Saat ini, sejumlah pelatih dan atlet juga mulai menggunakannya sebagai bagian dari program latihan mereka.

Manfaat Retro Walking untuk Kesehatan Lutut dan Postur Tubuh
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa retro walking secara signifikan dapat mengurangi beban pada sendi lutut serta menurunkan nyeri dan disabilitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Berjalan mundur membuat tubuh menggerakkan otot-otot dengan cara yang berbeda dari biasanya. Otot-otot seperti paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), bokong (gluteus), fleksor pinggul, dan betis bekerja lebih keras lewat gerakan eksentrik, yaitu saat otot memanjang sambil menahan beban. Jenis latihan seperti ini terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot secara signifikan.
Salah satu ahli yang telah lama meneliti manfaat berjalan mundur adalah Janet Dufek, seorang profesor di bidang ilmu gerak dan nutrisi dari University of Nevada, Las Vegas. Selama lebih dari dua dekade, ia meneliti bagaimana retro walking memengaruhi tubuh. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa berjalan mundur dapat membantu meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dan punggung bawah, mengurangi nyeri pada area punggung, serta memperbaiki keseimbangan dan stabilitas tubuh. Karena manfaat inilah, teknik ini sering dimanfaatkan dalam program fisioterapi dan rehabilitasi untuk membantu pemulihan pasien.
Perbedaan Retro Walking vs Jalan Biasa
Meskipun sama-sama termasuk olahraga berjalan, retro walking memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda dibanding jalan biasa. Berikut tabel perbandingannya:
| Aspek | Jalan Biasa | Retro Walking (Jalan Mundur) |
|---|---|---|
| Arah Gerak | Maju ke depan | Mundur ke belakang |
| Otot yang Dominan Bekerja | Otot paha depan (quadriceps), betis, pinggul | Otot paha belakang (hamstring), betis, punggung bawah |
| Keseimbangan Tubuh | Stabil dan mudah dijaga | Lebih menantang, melatih koordinasi dan fokus |
| Pembakaran Kalori | Normal | Lebih tinggi karena gerakan tidak biasa |
| Manfaat Utama | Menjaga kebugaran umum dan kesehatan jantung | Mengurangi nyeri lutut, memperbaiki postur, dan melatih keseimbangan |
Tabel di atas menunjukkan bahwa retro walking bukan sekadar berjalan mundur, tetapi merupakan bentuk latihan yang melibatkan lebih banyak koordinasi tubuh dan otot-otot penopang.
Cara Melakukan Retro Walking dengan Aman di Rumah
Bagi pemula, retro walking sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan datar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:
- Pilih area bebas hambatan, seperti halaman rumah atau treadmill manual.
- Gunakan sepatu olahraga dengan sol yang empuk agar tidak tergelincir.
- Mulai perlahan selama 5–10 menit per sesi, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap.
- Fokus pada keseimbangan tubuh, dan jangan menoleh ke belakang terlalu sering.

Jangan Ragu untuk Mencoba — Tren yang Layak Diikuti
Berbeda dari tren olahraga yang hanya viral sesaat, retro walking bukan cuma gaya-gayaan. Ini adalah latihan sederhana dengan manfaat nyata yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Seperti yang dikatakan para ahli, berjalan mundur adalah olahraga efektif yang nggak butuh alat khusus atau biaya keanggotaan gym. Cukup pakai sepatu yang nyaman dan temukan area yang aman, kamu sudah bisa mulai.
Meskipun kelihatannya sepele, retro walking punya banyak manfaat. Mulai dari membantu meredakan nyeri lutut, memperbaiki postur tubuh, sampai menjaga keseimbangan. Kamu tidak perlu tempat luas atau alat canggih untuk melakukannya. Tapi kalau mau latihan terasa lebih nyaman dan aman, kamu bisa pakai knee support dari Galeri Medika.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memulai latihan Retro walking. Mulai dari langkah kecil dan terus bertahap menjadi kebiasaan sehat yang rutin dilakukan. Meskipun arahnya ke belakang, hasilnya bisa bikin tubuh kamu melangkah lebih jauh menuju hidup yang lebih sehat.
https://www.bbc.com/future/article/20231110-why-walking-backwards-can-be-good-for-your-health-and-brain
https://health.clevelandclinic.org/benefits-of-walking-backwards
https://timesindonesia.co.id/kesehatan/548989/manfaat-luar-biasa-retro-walking-baik-untuk-otot-keseimbangan-dan-otak
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40924430/
https://mediaindonesia.com/humaniora/791109/tak-hanya-maju-jalan-mundur-ternyata-punya-banyak-manfaat-kesehatan#goog_rewarded




