
Tensimeter memang sudah tidak asing ditelinga kita, alat yang banyak digunakan ditepat tempat kesehatan seperti puskesmas hingga rumah sakit itu, memiliki fungsi utama untuk mengetahui tekanan darah seseorang, dengan tensimeter kita bisa mengetahui tekanan darah kita apakah normal, tinggi atau rendah. Hasil yang tidak normal pastinya akan memberikan dampak yang serius bagi kesehatan. Oleh karena itu penting untuk selalu cek tekanan darah kamu. Bahkan Mayo Clinic menyebut tekanan darah tinggi digadang gadang sebagai silent killer karena sering tanpa gejala hingga muncul komplikasi serius. Berikut kisaran tekanan darah menurut cleveland clinic:
| Kategori Tekanan Darah | Angka Atas (Sistolik) | dan/atau | Angka Bawah (Diastolik) |
|---|---|---|---|
| Rendah (Hipotensi) | Di bawah 90 | atau | Di bawah 60 |
| Normal | Di bawah 120 | dan | Di bawah 80 |
| Tinggi (Elevated) | 120 – 129 | dan | Di bawah 80 |
| Hipertensi Stadium 1 | 130 – 139 | atau | 80 – 89 |
| Hipertensi Stadium 2 | 140 atau lebih tinggi | atau | 90 atau lebih tinggi |
| Krisis Hipertensi | 180 atau lebih tinggi | dan/atau | 120 atau lebih tinggi |
Penting bagi kamu juga untuk memilih rensimeter yang memiliki akurasi bagus dan sesuai dengan kebutuhan. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, tensimeter memiliki beberapa jenis, mulai dari tensimeter manual sampai yang digital, tensimeter manual, aneroid atau sphygmomanometer, dikenal sulit digunakan atau butuh keahlian khusus sehingga cocok untuk kalangan tim medis. Meski begitu, jenis ini tetap jadi pilihan karena akurasinya yang tinggi. Sedangkan tensimeter yang digital mudah digunakan biasanya hanya dengan satu tombol, hasil pengukuran langsung terlihat. Ini membuatnya sangat ideal untuk penggunaan di rumah atau oleh orang non-medis. Dari segi model sendiri tensimeter ini memiliki 3 model ada model standing, lengan atas, ataupun yang pergelangan tangan. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, penting untuk memilih jenis tensimeter yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pengguna. Nah, berikut ini beberapa tips memilih tensimeter yang tepat.
Tips Memilih Tensimeter
-
Akurasi
Pilih alat yang memiliki teknologi canggih dan sudah teruji keakuratannya. Utamakan tensimeter yang terpercaya serta banyak direkomendasikan tenaga medis. -
Ukuran Manset
Pertimbangkan ukuran manset. Beberapa tensimeter hanya menyediakan ukuran standar, sehingga kurang cocok untuk pasien dengan lengan lebih besar atau lebih kecil. -
Kemudahan Pemakaian
Pilih tensimeter yang mudah digunakan supaya ketika pengukuran lebih maksimal, pilih yang memiliki layar besar supaya mudah dibaca, tombol mudah dioperasikan dan lainnya, bisa sesuikan dengan kebutuhan. -
Daya Tahan
Pilih yang menggunakan bahan kualitas paling baik, dari segi bahan kamu bisa memperkirakan umur ekonomis suatu barang, Pilih juga yang memiliki garansi resmi agar perlindungan tetap terjamin saat digunakan dalam jangka panjang. -
Fitur tambahan
Pertimbangkan fitur modern seperti deteksi AFib, monitor EKG, atau konektivitas ke EMR. Inovasi ini membuat tensimeter lebih fungsional dan sesuai dengan perkembangan teknologi medis saat ini.
1. OneHealth HS-70F (Mobile)


OneHealth Aneroid Sphygmomanometer HS-70F dengan model standing dilengkapi dengan layar besar serta memiliki 5 roda bentuk bintang untuk memudahkan saat bergeser. Menggunakan paduan bahan stainless steel kuat dan anti karat. Selain itu tensimeter ini dilengkapi dengan keranjang yang besar untuk menyimpan manset serta tiang dapat disesuaikan tinggi rendahnya.
Kelebihan
- harga masih relatif murah untuk spesifikasi khusus rumah sakit/klinik
- memiliki layar besar memudahkan pembacaan hasil
- bahan kerangka stainless yang sudah standar rumah sakit, anti karat dan awet digunakan jangka panjang
- ketinggian produk bisa diatur sesuai dengan kenyamanan penggunaan
- terdapat keranjang untuk menyimpan manset
- kaki model bintang dan terdapat 5 roda memudahkan pemindahan tensimeter dari satu tempat ke tempat lainnya
- sudah teregristasi kemenkes RI
Kekurangan
- Manual, butuh keahlian dalam membaca hasil dan menggunakan stetoskop
- Berat (4 kg), kurang praktis untuk dipindah pindah dari satu tempat ke tempat yang jauh jaraknya
- Tidak memiliki fitur digital (memori, deteksi aritmia, dll)
2. Riester Risan (Palm)


Tensimeter Aneroid Riester Risan merupakan tensimeter manual yang menggunakan aneroid atau jarum sebagai media informasi hasil pengukuran. Dilengkapi dengan pegangan tangan pada jarum, Memudahkan untuk digunakan oleh tenaga medis dalam melakukan pengukuran bagi para pasien. Dengan desain gaya palm berkualitas tinggi. Katup pelepas udara diatur oleh kontrol ujung jari untuk pengguna tangan kiri dan kanan.
Kelebihan
- Akurasi tinggi dengan toleransi kesalahan hanya ±2 mmHg
- Desain palm ergonomis, cocok untuk pengguna tangan kanan maupun kiri
- Katup pelepas udara presisi, mudah dikontrol dengan ujung jari
- Diafragma tembaga-berilium tahan lama dan hampir tidak menua
- Mampu menahan tekanan hingga 600 mmHg
- Dilengkapi microfilter untuk melindungi sistem pengukuran
- Skala besar (Ø 64 mm), mudah dibaca
- Terdaftar resmi di Kemenkes RI
Kekurangan
- Bersifat manual, butuh keahlian membaca skala dan menggunakan stetoskop
- Tidak memiliki fitur digital seperti memori hasil atau deteksi aritmia
- Stetoskop tidak selalu termasuk dalam paket pembelian
3. Omron HBP-1120 (Desktop)


Tensimeter digital medis Omron HBP-1120 dirancang untuk pengukuran tekanan darah rutin untuk pasien di klinik atau rumah sakit. Dengan layar yang besar menampilkan hasil bacaan yang maksimal bagi para profesional kesehatan. Tensimeter digital ini menawarkan 5 ukuran manset untuk berbagai profil pasien, dirancang untuk digunakan kalangan medis dan telah terbukti secara klinis untuk memberikan hasil yang cepat dan akurat.
Kelebihan
- Dual mode, bisa digunakan secara otomatis (osilometrik) dan manual (auskultasi)
- Dilengkapi teknologi IntelliSense untuk pengukuran cepat dan nyaman
- Layar besar, memudahkan pembacaan hasil oleh tenaga medis
- Tersedia indikator "Zero" untuk memastikan alat siap digunakan
- Fitur "STOP" otomatis saat pasien bergerak, menjaga akurasi hasil
- Memiliki indikator detak jantung tidak beraturan (aritmia)
Kekurangan
- Tidak dilengkapi fitur penyimpanan data (memori hasil pengukuran)
- Tidak dapat terhubung ke aplikasi atau sistem EMR
- Harga cenderung lebih tinggi dibanding tensimeter digital rumahan
4. ABN REGAL (Desktop)


ABN Regal Desktop Model merupakan tensimeter manual jarum dengan model desktop. Fungsi tensimeter aneorid adalah untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset. Tensi darah normal manusia dewasa adalah 100-130 mmHg untuk tekanan sistolik dan 60-90 mmHg untuk tekanan diastolik. Jenis tensimeter ini biasanya di gunakan oleh ahli kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat dirumah sakit maupun klinik.
Kelebihan
- Desain desktop kokoh & elegan, cocok untuk klinik/rumah sakit
- Dial besar 8”, mudah dibaca
- Rentang pengukuran luas (0–300 mmHg)
- Dilengkapi selang spiral 4 ft, fleksibel saat digunakan
- Manset berkualitas dengan bahan nylon, latex-free
- Produksi lokal, lebih mudah peroleh suku cadang dan garansi
- Terdaftar resmi Kemenkes RI
Kekurangan
- Tidak dilengkapi tas/box penyimpanan portable
- Bersifat manual, butuh keahlian untuk pembacaan hasil
5. Omron HEM-907 (desktop)


Omron HEM-907 merupakan monitor tekanan darah otomatis untuk kalangan profesional medis seperti di rumah sakit atau klinik. Alat ini dapat digunakan dengan 2 metode yaitu dengan metode pengukuran osilometrik (otomatis) dan metode auskultasi (manual) dengan menggunakan stetoskop. Akurat dan mudah digunakan, sangat ideal untuk pemakaian di lingkungan klinis.
Kelebihan
- Dual mode, bisa otomatis (osilometrik) atau manual (auskultasi)
- Akurat dan sesuai standar AMMI Precision
- Layar LCD besar, hasil pengukuran mudah dibaca
- Tersedia mode AVG untuk rata-rata dari 3 pengukuran
- Pengoperasian senyap dan nyaman, tidak mengganggu pasien
- Ramah lingkungan karena bebas merkuri
- Mudah digunakan, cocok untuk tenaga medis dengan pelatihan singkat
- Didesain khusus untuk penggunaan klinis intensif
- Sudah teregistrasi di Kemenkes RI
Kekurangan
- Harga relatif tinggi, karena kelas medis profesional
- Tidak memiliki fitur konektivitas digital (ke EMR atau aplikasi)
6. Riester RBP-100 NOVA 3 (mobile)


Riester RBP-100 NOVA adalah monitor tekanan darah digital kelas klinis yang digunakan oleh petugas medis profesional, kaya fitur, dan serbaguna. Telah disetujui oleh di validasi oleh BIHS (British & Irish Hypertension Society), sebagai monitor tekanan darah yang dapat diandalkan. Dilengkapi Deteksi aritmia untuk pasien dengan kondisi khusus seperti hipertensi, hipotensi, diabetes, kehamilan, preeklamsia, arteriosklerosis, penyakit ginjal stadium akhir, obesitas, lansia dan anak-anak > 3 tahun.
Kelebihan
- Tiga mode pengukuran: osilometrik (otomatis), auskultasi (manual), dan mode rata-rata (Average 3x)
- Layar LCD 4" besar dan mudah dibaca
- Dilengkapi indikator WHO untuk nilai tekanan darah
- Memori penyimpanan hingga 210 bacaan
- Baterai internal isi ulang (NIMH AA) dengan kapasitas sampai 1000 pengukuran
- Mode siaga hemat energi dengan mematikan lampu latar otomatis
- Validasi dari BIHS, terpercaya untuk berbagai kondisi pasien (hipertensi, diabetes, preeklamsia, dll)
- Cocok untuk berbagai kelompok usia termasuk anak > 3 tahun
- Terdaftar resmi Kemenkes RI
Kekurangan
- Harga cenderung tinggi karena fitur lengkap dan kelas klinis
- Ukuran alat relatif besar, kurang portabel untuk penggunaan di luar klinik
7. Erka Erkameter E Flex Stand (mobile)


ERKA Erkameter E Flex adalah monitor tekanan darah otomatis untuk pengukuran tekanan darah lengan atas yang mudah digunakan. Dalam kasus penyakit kardiologi, kontrol tekanan darah merupakan bagian penting dari diagnosis dan terapi dalam rutinitas harian klinik dan praktik medis. Erkameter E Flex meyakinkan dengan akurasi pengukuran yang luar biasa dan konsep pengoperasian yang sederhana sekaligus intuitif. Pengukuran dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Kelebihan
- Model stand dengan roda, mudah dipindahkan
- Layar LCD berwarna ekstra besar, mudah dibaca
- Akurasi pengukuran tinggi, cocok untuk penggunaan klinis
- Deteksi aritmia jantung dan artefak gerakan (gerakan pasien saat pengukuran)
- Memiliki memori penyimpanan hingga 500 data pengukuran
- Dilengkapi 3 ukuran manset untuk berbagai ukuran lengan
- Dioperasikan menggunakan baterai, tidak bergantung listrik langsung
- Terdaftar resmi Kemenkes RI
Kekurangan
- Garansi hanya 1 tahun, relatif singkat untuk alat medis
- Menggunakan baterai, sehingga perlu perhatian pada pengisian dan penggantian
8. Omron HBP-9031C Desktop

Monitor tekanan darah dari Omron ideal untuk pengukuran sendiri di rumah sakit atau klinik. Omron HBP-9031C dilengkapi dengan Navigasi Pengukuran Akurat pada layar LCD berwarna dan manset bergerak untuk memandu pengguna memperbaiki postur duduk. Data pengukuran dapat langsung ditransmisikan ke sistem EMR melalui berbagai metode komunikasi.
Kelebihan
- Digital dan otomatis, mudah digunakan oleh pemula sekalipun
- Layar LCD berwarna dengan navigasi pengukuran yang akurat
- Manset bergerak membantu memperbaiki postur saat pengukuran
- Dilengkapi suara panduan dan tampilan LED yang memudahkan proses
- Cocok untuk ukuran lengan 17-42 cm, termasuk anak-anak
- Data hasil pengukuran bisa langsung ditransmisikan ke sistem EMR (USB, LAN, Wireless LAN, Bluetooth)
- Fitur cetak hasil pengukuran dengan opsi kustomisasi logo/gambar
- Manset bisa diganti tanpa harus mengirim seluruh alat ke pusat service
- Alat dan manset dilapisi bahan antibakteri, lebih higienis
- Akurasi tinggi, cocok untuk penggunaan rumah sakit dan klinik
Kekurangan
- Harga relatif lebih mahal dibanding tensimeter digital biasa
- Fitur yang banyak bisa membingungkan bagi pengguna yang benar-benar awam teknologi
https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/25068-blood-pressure-measurement
https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17649-blood-pressure




