Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena kerap tidak menunjukkan gejala apa pun, namun bisa memicu masalah serius seperti serangan jantung dan stroke. Kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah dan dikendalikan. Dengan deteksi lebih awal serta perubahan sederhana dalam pola hidup, risiko hipertensi terhadap kesehatan dapat ditekan secara signifikan.

Mengapa Tekanan Darah Harus Dijaga?

Ketika tekanan darah terus menerus tinggi, jantung harus bekerja ekstra keras. Aliran darah yang terlalu kuat dapat merusak pembuluh darah, membuatnya lebih lemah, kaku, atau menyempit. Menurut Dr. Paul Whelton, spesialis hipertensi dan penyakit ginjal dari Tulane University, hipertensi menjadi salah satu faktor risiko terbesar penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Kondisi ini secara nyata meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gangguan ginjal.

tekanan darah

Kebiasaan Buruk yang Diam-Diam Naikkan Tekanan Darah

KebiasaanPenjelasan Singkat
Makanan ultra-olahanTerlalu sering mengonsumsi makanan siap saji atau olahan dapat merusak fungsi pembuluh darah dan memicu peningkatan berat badan, yang berkontribusi pada naiknya tekanan darah.
Konsumsi gula berlebihAsupan gula tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak natrium dan cairan, serta meningkatkan aktivitas saraf yang memicu tekanan darah naik.
Kekurangan kaliumKalium membantu menyeimbangkan natrium dan menjaga kelenturan pembuluh darah. Ketika asupan kalium rendah, tekanan darah dapat terdorong naik.
Mengonsumsi suplemen atau obat tertentuBeberapa suplemen dan obat bebas dapat menyebabkan retensi cairan atau menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat tanpa disadari.
Stres kronisStres berkepanjangan memicu pelepasan hormon yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung sehingga tekanan darah melambung.
Kurang tidurTidur kurang dari tujuh jam per malam atau tidur yang tidak berkualitas dapat mengganggu keseimbangan hormon dan sistem saraf, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.
Konsumsi alkohol berlebihanMinum alkohol terlalu banyak atau terlalu sering dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah secara bertahap.
MerokokNikotin dalam rokok membuat pembuluh darah menyempit dan memicu lonjakan tekanan darah setiap kali merokok, yang dalam jangka panjang meningkatkan risiko hipertensi.
Duduk terlalu lama atau jarang bergerakGaya hidup yang minim aktivitas fisik menyebabkan elastisitas pembuluh darah menurun dan berat badan meningkat, sehingga tekanan darah lebih mudah naik.

Apa yang Terjadi Bila Tekanan Darah Tak Terkendali?

Tekanan darah yang terus-menerus berada di atas batas normal membuat pembuluh darah bekerja lebih keras dari seharusnya. Kondisi ini lama-kelamaan melemahkan dinding pembuluh darah dan mengganggu fungsi organ vital seperti jantung, otak, ginjal, hingga mata.

Jika tidak terdeteksi dan dikendalikan sejak dini, hipertensi dapat memicu berbagai penyakit serius, antara lain:

  1. Penyakit Jantung
    Tekanan darah tinggi mempersempit dan merusak pembuluh darah jantung sehingga aliran darah terhambat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu penyakit jantung koroner.
  2. Serangan Jantung
    Ketika aliran darah ke otot jantung terblokir total, sebagian jaringan jantung dapat mati dan menyebabkan serangan jantung yang mengancam jiwa.
  3. Stroke
    Tekanan berlebih pada pembuluh darah otak bisa menyebabkannya pecah atau tersumbat, sehingga pasokan oksigen ke otak terhenti mendadak dan menyebabkan stroke.
  4. Gagal Jantung
    Jantung yang terus bekerja keras akibat tekanan darah tinggi dapat menjadi lemah dan tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.
  5. Penyakit Ginjal
    Pembuluh darah di ginjal bisa mengalami kerusakan sehingga ginjal gagal menyaring racun dan cairan berlebih, yang pada akhirnya memperburuk hipertensi.
  6. Demensia Vaskular
    Kerusakan pembuluh darah di otak dapat menurunkan fungsi otak, memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir sehingga memicu demensia.

Menstabilkan Tekanan Darah: Mulai dari Kebiasaan Kecil

  1. Turunkan Berat Badan dan Perhatikan Lingkar Pinggang
    Tekanan darah cenderung meningkat seiring naiknya berat badan. Bahkan penurunan berat badan sedikit saja sudah bisa membuat perbedaan: setiap pengurangan sekitar 1 kg bisa menurunkan sekitar 1 mm Hg tekanan darah. Ukuran lingkar pinggang juga penting sebagai indikator: untuk pria > 102 cm dan wanita > 89 cm dianggap berisiko lebih tinggi.
  2. Olahraga Rutin Setidaknya 30 Menit/Hari
    Aktivitas aerobik moderat seperti jalan cepat, bersepeda, berenang atau jogging bisa menurunkan tekanan darah sekitar 5-8 mm Hg.
  3. Pilih Pola Makan Sehat
    Menerapkan pola makan yang kaya buah-sayur, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak dan rendah lemak jenuh mampu menurunkan tekanan hingga ±11 mmHg. Contoh pola yang banyak direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan diet Mediterania.
  4. Kurangi Garam dan Natrium
    Pengurangan asupan natrium memiliki dampak nyata: batas <2.300 mg/hari atau idealnya ≤1.500 mg/hari dapat menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mm Hg. Tipsnya: baca label makanan, batasi makanan olahan, dan gunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam.
  5. Batasi Konsumsi Alkohol
    Konsumsi alkohol yang melebihi batas aman bisa menaikkan tekanan darah dan mengganggu efektivitas obat tekanan darah. Bagi wanita dianjurkan ≤1 gelas/hari, pria ≤2 gelas/hari.
  6. Berhenti Merokok
    Merokok dapat langsung menaikkan tekanan darah dan mempercepat kerusakan pembuluh darah. Berhenti merokok tidak hanya berdampak pada tekanan darah, tetapi juga kesehatan jantung secara keseluruhan.
  7. Tidur Cukup dan Berkualitas
    Kurang tidur (kurang dari 7 jam per malam) atau gangguan tidur seperti sleep apnea punya kaitan kuat dengan hipertensi. Disarankan menetapkan jadwal tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar tidur yang tenang, serta menghindari kafein atau gadget sebelum tidur.
  8. Kelola Stres dengan Bijak
    Stres kronis dapat memengaruhi tekanan darah melalui hormon seperti adrenalin dan kortisol. Coba identifikasi pemicu stres, lakukan teknik relaksasi harian (seperti pernapasan dalam atau jalan santai), dan sisihkan waktu untuk aktivitas yang Anda nikmati.
  9. Pantau Tekanan Darah di Rumah & Rutin Periksa ke Dokter
    Mengukur tekanan darah secara mandiri di rumah membantu mengetahui apakah gaya hidup dan pengobatan berjalan efektif. Alat pengukur tensi rumah makin mudah diakses. Jangan lupa, pemeriksaan rutin ke dokter tetap penting.
tekanan darah

Mulai dari Rumah: Jaga Tekanan Darah Anda Lebih Mudah

Untuk memantau dan menjaga tekanan darah tetap stabil mulailah dengan langkah sederhana seperti rutin mengukur tekanan darah, memantau aktivitas harian, dan menjaga berat badan ideal.

Dapatkan pilihan tensimeter digital dan timbangan badan digital berkualitas di Galeri Medika sebagai teman terbaik Anda dalam mengontrol tekanan darah dan hidup lebih sehat di rumah.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.researchgate.net/publication/https://newsinhealth.nih.gov/2016/01/blood-pressure-matters
hhttps://www.verywellhealth.com/everyday-habits-that-are-spiking-blood-pressure-11748528
https://www.nhs.uk/conditions/high-blood-pressure/
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974