
Manusia membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Saat bernapas, oksigen masuk melalui hidung atau mulut menuju paru-paru, kemudian diserap ke dalam aliran darah dan dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh. Oksigen berperan penting dalam membantu organ dan jaringan tubuh menjalankan fungsinya, sehingga kadar oksigen dalam darah perlu dijaga tetap dalam batas normal.
Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah, pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes gas darah arteri (ABG) atau menggunakan pulse oximeter yang lebih praktis dan dapat digunakan di rumah. Umumnya, saturasi oksigen (SpO₂) yang normal berada pada kisaran 95–100%. Namun, beberapa orang dapat memperoleh hasil di bawah 95%, seperti angka 93%, yang berarti kadar oksigen berada di bawah batas normal. Lalu, apakah angka tersebut berbahaya, apakah berkaitan dengan gangguan pernapasan, dan apa yang harus dilakukan jika kadar oksigen rendah?
Apa Itu Saturasi Oksigen (SpO₂)?
SpO₂ (saturasi oksigen perifer) adalah ukuran yang menunjukkan persentase hemoglobin dalam sel darah merah yang terikat dengan oksigen. Oksigen diambil oleh darah di paru-paru, kemudian dibawa ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan sel. Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah dan berperan memberikan warna merah pada darah.
Nilai SpO₂ diukur menggunakan oksimetri nadi (pulse oximetry), yaitu metode noninvasif yang tidak memerlukan alat masuk ke dalam tubuh. Alat ini bekerja dengan memancarkan dan menangkap cahaya yang melewati pembuluh darah di ujung jari, jari kaki, atau cuping telinga. Perubahan penyerapan cahaya tersebut digunakan untuk menghitung tingkat saturasi oksigen karena kadar oksigen dalam darah memengaruhi karakteristik warna darah.
Kadar oksigen yang terlalu rendah disebut hipoksemia, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi organ penting seperti otak dan jantung.
Berapa Nilai Saturasi Oksigen yang Normal?
| Pembacaan Oksigen Nadi (SpO₂) | Detak Jantung |
|---|---|
| 95% hingga 100% | 60–100 kali/menit |
| 95% | 101–109 kali/menit |
| 93% hingga 94% | 110–130 kali/menit |
| 92% atau lebih rendah | 131 kali/menit atau lebih tinggi |

Apakah Angka 93% Berbahaya?
Saturasi oksigen 93% berada di bawah kisaran normal (95–100%) sehingga tergolong sedikit rendah dan perlu dipantau. Angka ini umumnya belum dianggap sebagai kondisi darurat, tetapi dapat mengindikasikan adanya masalah medis yang mendasari. Jika hasil 93% menetap atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau kebingungan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pada beberapa orang dengan penyakit paru kronis, dokter dapat mempertimbangkan pemberian oksigen tambahan bila kadar oksigen berada pada kisaran tertentu.
Mengapa Pulse Oximeter Bisa Menunjukkan Angka 93%?
Hasil pengukuran SpO₂ sebesar 93% dapat disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu kadar oksigen dalam darah yang memang menurun (hipoksemia) atau hasil pembacaan pulse oximeter yang kurang akurat.
1. kadar oksigen dalam darah yang memang menurun (hipoksemia)
Jika disebabkan oleh hipoksemia, kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak mampu memasok oksigen ke dalam darah secara optimal atau jantung tidak dapat mengedarkan darah yang kaya oksigen dengan baik ke seluruh tubuh. Beberapa penyebab yang berkaitan dengan paru-paru meliputi :
Gangguan pada Paru-paru:
- Asma
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Pneumonia
- COVID-19 atau infeksi saluran pernapasan lainnya
- Emboli paru
- Reaksi alergi berat
- Fibrosis paru
Gangguan pada Jantung:
- Gagal jantung
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Penyakit jantung bawaan
- Gangguan sirkulasi darah
Kondisi Medis Lainnya:
- Anemia berat
- Apnea tidur
- Paparan dataran tinggi
- Overdosis obat tertentu, terutama opioid atau obat penenang
2. Pembacaan pulse oximeter yang kurang akurat.
Di sisi lain, angka 93% tidak selalu menunjukkan bahwa kadar oksigen benar-benar rendah. Hasil pengukuran pulse oximeter dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Jari-jari dingin
- Sirkulasi buruk
- Cat kuku (terutama warna gelap)
- Kuku palsu
- Bergerak saat membaca
- Baterai lemah
- Warna kulit lebih gelap (beberapa perangkat mungkin sedikit melebih-lebihkan kadar oksigen)
Oleh karena itu, sebelum menyimpulkan adanya penurunan saturasi oksigen, disarankan untuk menghangatkan tangan, melepas cat kuku, duduk tenang selama 1–2 menit, mencoba jari lain, atau memastikan baterai alat masih dalam kondisi baik, kemudian lakukan pengukuran ulang
Apa yang Harus Dilakukan Jika Saturasi Oksigen 93%?
Jika hasil oksimeter menunjukkan kadar oksigen rendah, tetap tenang dan lakukan pemeriksaan ulang. Tetap tenang lalu periksa kembali angka oksimeter setelah 1–2 menit untuk memastikan hasilnya akurat. Sebelum mengecek ulang, berikaut beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Duduk tegak
Membantu paru-paru mengembang lebih optimal sehingga memudahkan tubuh mendapatkan oksigen. - Hirup udara segar
Membuka jendela atau berpindah ke tempat dengan udara yang lebih baik dapat membantu meningkatkan asupan oksigen. - Tarik napas dalam dan perlahan
Membantu meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru. - Batuk bila terdapat lendir
Membantu membersihkan saluran pernapasan yang mungkin menghambat aliran udara.
Jika angka oksigen kembali membaik dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pemantauan dapat dilanjutkan. Namun, jika kadar oksigen tetap rendah, semakin menurun, atau disertai gejala seperti sesak napas, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera hubungi tenaga kesehatan.
Pada kondisi kadar oksigen yang sangat rendah, seseorang mungkin memerlukan terapi oksigen, pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, serta penanganan terhadap penyebab utama turunnya kadar oksigen.
Baca artikel lainnya
Cara Menggunakan Pulse Oximeter agar Hasil Lebih Akurat
Untuk mendapatkan hasil pengukuran saturasi oksigen yang lebih akurat, gunakan oksimeter dengan cara yang benar. Pastikan tangan dalam kondisi bersih, kering, dan hangat sebelum pengukuran. Beberapa tips yang dapat dilakukan:
-
Cuci dan keringkan tangan terlebih dahulu
Tangan yang bersih membantu sensor membaca kadar oksigen dengan lebih baik. -
Gunakan jari yang tepat
Jari tengah, terutama tangan kanan, sering memberikan hasil yang lebih akurat. -
Hindari penggunaan cat kuku atau kuku palsu
Hal ini dapat mengganggu sensor cahaya pada oksimeter. -
Jaga tangan tetap diam saat pengukuran
Gerakan dapat menyebabkan hasil pembacaan kurang tepat. -
Duduk dan istirahat sebelum mengukur
Diam selama 1–2 menit agar tubuh dalam kondisi stabil sebelum pemeriksaan. -
Pastikan baterai perangkat cukup
Baterai lemah dapat memengaruhi kinerja oksimeter.
Apakah Saturasi Oksigen Bisa Naik Kembali?
Saturasi oksigen dapat meningkat kembali dengan penanganan yang tepat serta perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan pernapasan. kita dapat menjaga kadar oksigen dalam darah yang sesuai dan mencegahnya menjadi rendah. Berikut cara untuk meningkatkan kadar saturasi oksigen:
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi
- Lakukan latihan pernapasan
- Rutin berolahraga atau berjalan kaki
- Menghirup udara segar
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok
- Jaga tubuh tetap terhidrasi
- Pantau kadar oksigen secara rutin
Rekomendasi Pulse Oximeter Untuk Pemantauan dirumah

Oximeter GEA FP-A200

Oximeter OneHealth JPD-500D

Oximeter Serenity OX48

Oximeter ChoiceMMed MD300C15D

Oximeter OneHealth OH-500H
Saturasi oksigen 93% tidak selalu menunjukkan kondisi darurat, tetapi termasuk angka yang lebih rendah dari nilai normal sehingga perlu diperhatikan dan dipantau. Hasil pengukuran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi tubuh dan cara penggunaan pulse oximeter. Oleh karena itu, penggunaan alat yang tepat dan akurat sangat penting untuk mendapatkan hasil pemantauan yang lebih terpercaya. Pastikan memilih pulse oximeter dari toko alat kesehatan yang terpercaya, seperti Galeri Medika, yang menyediakan berbagai alat kesehatan berkualitas dan original dengan pengiriman ke seluruh Indonesia melalui layanan ekspedisi terpercaya.
FAQ
Apa tanda SpO₂ rendah?
Gejalanya dapat berupa sesak napas, napas cepat, kelelahan, sakit kepala, kebingungan, atau rasa cemas.
Apakah SpO₂ rendah berbahaya?
Kadar SpO₂ di bawah 90% dapat menjadi kondisi serius karena tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.
Bagaimana cara memeriksa SpO₂?
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan oksimeter denyut nadi atau tes gas darah arteri (ABG) untuk hasil yang lebih akurat.
Bagaimana cara menangani SpO₂ rendah?
Penanganan bergantung pada penyebabnya, seperti terapi oksigen, obat-obatan, atau bantuan pernapasan bila diperlukan.
Kapan harus ke dokter?
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika SpO₂ tetap di bawah 94% atau turun di bawah 90%, terutama jika disertai sesak napas, nyeri dada, atau kebingungan.
https://ubiehealth.com/doctors-note/pulse-oximeter-low-oxygen-drop-steps-medapprove-47
https://www.healthline.com/health/normal-blood-oxygen-level
https://www.medanta.org/patient-education-blog/blood-oxygen-levels-everything-you-need-to-know
https://www.verywellhealth.com/oxygen-saturation-914796
https://www.vinmec.com/eng/blog/what-is-the-spo2-index-in-a-normal-person-en
https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22447-blood-oxygen-level
https://www.verywellhealth.com/blood-oxygen-level-8656297




