Dalam kehidupan sehari-hari, termometer menjadi salah satu alat kesehatan yang penting untuk memantau kondisi tubuh, terutama saat seseorang menunjukkan gejala demam. Seiring perkembangan teknologi, kini tersedia berbagai jenis termometer dengan cara kerja yang berbeda, dua di antaranya yang paling umum adalah termometer digital model ketiak dan termometer infrared non-kontak.

Keduanya sering digunakan baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah, namun masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan. Banyak orang bertanya “Apakah termometer digital ketiak lebih akurat? Atau termometer infrared yang lebih praktis? Mana yang sebenarnya lebih baik digunakan?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk mengenal cara kerja kedua jenis termometer ini serta memahami situasi penggunaan yang paling tepat. Artikel ini akan membahas perbedaan termometer digital ketiak dan infrared secara lengkap, sehingga Anda dapat menentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan keluarga atau keperluan medis di rumah.

Perbedaan Termometer Digital Ketiak dan Termometer Infrared

Perbedaan Termometer Digital Ketiak dan Termometer Infrared?

Termometer Digital Ketiak

adalah alat pengukur suhu yang bekerja dengan menggunakan sensor elektronik untuk mendeteksi perubahan suhu. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan pada layar digital sehingga mudah dibaca. Termometer jenis ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh melalui mulut, ketiak, atau rektal. Kelebihannya adalah akurat, cepat, dan memiliki desain yang mudah digunakan. Banyak termometer digital juga dilengkapi fitur tambahan seperti alarm penanda, memori hasil pengukuran, dan otomatis mati saat tidak digunakan.

Termometer Infrared (non-kontak)

Termometer infrared adalah alat pengukur suhu yang bekerja dengan mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh objek atau tubuh manusia. Karena tidak perlu kontak langsung, termometer ini sering digunakan untuk pemeriksaan cepat, misalnya pada dahi atau telinga. Pengukuran dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik sehingga sangat praktis, terutama di fasilitas kesehatan atau tempat umum. Meskipun cepat dan higienis, akurasi termometer infrared bisa dipengaruhi oleh jarak pengukuran, kondisi lingkungan, atau permukaan kulit.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Kelebihan Termometer Digital Ketiak

  • Akurasi stabil dan bisa diandalkan untuk pemeriksaan secara medis/rumahan, karena kontak langsung dengan tubuh, hasil cenderung lebih konsisten dibanding pada metode non-kontak, terutama bila cara menggunakan dan area pengukuran sudah sesuai anjuran.
  • Harga lebih terjangkau dan mudah didapat. Termometer digital termasuk yang paling umum digunakan di rumah maupun layanan kesehatan.
  • Paling cocok untuk situasi yang butuh kestabilan hasil, misalnya, saat mengecek suhu secara rutin (harian atau saat sakit), atau saat hasil yang presisi penting.

Kekurangan Termometer Digital Ketiak

  • Perlu kontak langsung & kadang tidak nyaman untuk bayi atau anak kecil, karena harus diletakkan di area seperti mulut, ketiak, atau bahkan rektal tergantung jenisnya.
  • Proses pengukuran sedikit lebih lama dibanding infrared dan perlu pastikan kondisi tubuh serta lingkungan optimal agar hasil akurat.

Kelebihan Termometer Infrared

  • Tanpa kontak langsung (non-kontak) Ini membuat termometer infrared lebih higienis dan nyaman, terutama bila digunakan berulang pada banyak orang atau anggota keluarga.
  • Cepat dan efisien Pengukuran bisa dilakukan dalam hitungan detik, cocok untuk anak kecil, bayi, atau situasi di mana kita perlu cek suhu dengan cepat.
  • Praktis untuk pemakaian harian dan cocok untuk pemakaian dirumah karena mudah digunakan, tanpa perlu diposisikan seperti termometer kontak.

Kekurangan Termometer Infrared

  • Hasil bisa bervariasi tergantung kondisi & cara penggunaan, misalnya jarak saat mengukur, suhu lingkungan, posisi alat, atau kondisi kulit (kering, berkeringat, tertutup bedak/lotion) bisa mempengaruhi hasil.
  • Tidak selalu ideal untuk situasi medis atau deteksi demam berat. Jarak dan sudut pengukuran harus benar-benar tepat, sedikit saja perbedaan posisi dapat menghasilkan angka yang berbeda. Kondisi kulit seperti keringat, minyak, atau makeup juga dapat mengganggu pembacaan. Karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran termometer infrared non-kontak cenderung lebih bervariasi dan kurang konsisten dibandingkan termometer kontak digital, terutama saat digunakan untuk menilai suhu inti tubuh. Hal inilah yang membuat termometer infrared kurang dapat diandalkan pada situasi medis yang membutuhkan akurasi tinggi.
Perbedaan Termometer Digital Ketiak dan Termometer Infrared

Kapan Sebaiknya Memilih Termometer Digital Ketiak atau Infrared?

Kebutuhan / SituasiJenis Termometer yang Lebih Cocok
Perlu pengukuran suhu cepat, sering, untuk banyak orang (anak, bayi, keluarga besar)Infrared (non-kontak) praktis, cepat, higienis
Membutuhkan akurasi stabil dan konsisten, untuk pemeriksaan rutin atau kondisi medisDigital (kontak langsung) lebih andal dan konsisten
Butuh alat dengan harga terjangkau dan mudah didapatDigital - ekonomis, mudah diperoleh
Ingin kemudahan, kecepatan dan kenyamanan, terutama untuk anak/bayi / pemakaian harianInfrared - fleksibel dan cepat
Perlu hasil sangat akurat (misalnya demam tinggi, bayi, kondisi medis sensitif)Pertimbangkan penggunaan digital, atau konfirmasi ulang bila memakai infrared

Kesimpulan :

  • Termometer digital dan infrared masing-masing punya karakteristik tersendiri: yang satu stabil dan kontak langsung, yang lain cepat dan non-kontak.
  • Pemilihan sebaiknya berdasarkan kebutuhan, usia pengguna, tujuan pengukuran (harian vs medis), dan apakah dibutuhkan kecepatan atau ketepatan.
  • Untuk penggunaan umum di rumah, khususnya untuk anak, bayi, atau keluarga, infrared menawarkan kemudahan dan kenyamanan.
  • Namun untuk keperluan medis atau jika hasil presisi penting, termometer digital lebih disarankan.
  • Bila memungkinkan, memiliki keduanya akan memberikan fleksibilitas optimal sesuai situasi.

Nah setelah mengetahui perbedaan antara termometer digital dan infrared Anda mulai mempertimbangkan untuk memiliki salah satu atau bahkan keduanya, Anda bisa dengan mudah menemukan berbagai pilihan termometer yang berkualitas di Galeri Medika.

Toko ini menyediakan beragam termometer digital untuk Anda yang mengutamakan akurasi dan konsistensi, serta termometer infrared bagi Anda yang membutuhkan kemudahan, kecepatan, dan penggunaan non-kontak yang lebih higienis. Mulai dari model yang ekonomis hingga yang premium, Galeri Medika menghadirkan pilihan termometer dari merek terpercaya sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga di rumah. Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan alat yang tepat, tetapi juga memastikan pengukuran suhu yang aman dan akurat setiap saat.

Rekomendasi Termometer dari Galeri Medika

Kriteria / KebutuhanRekomendasi dari ProdukAlasan / Catatan
Butuh pengukuran cepat, sering, untuk banyak anggota (anak, bayi, orang tua)Non‑kontak→higienis, cepat (1 detik), tidak menyulitkan anak/bayi
Ingin hasil stabil & akurat untuk pemeriksaan rutin / kondisi medisKontak langsung → cenderung hasil konsisten; cocok untuk pemantauan demam/kesehatan harian

Memilih termometer yang tepat sangat penting untuk memastikan pengukuran suhu tubuh akurat, cepat, dan nyaman sesuai kebutuhan keluarga. Termometer digital cocok untuk Anda yang mengutamakan akurasi dan pemeriksaan rutin, sementara termometer infrared sangat ideal untuk kepraktisan, pengukuran cepat, dan penggunaan non-kontak, terutama bagi bayi dan anak-anak.

Di Galeri Medika, Anda bisa menemukan berbagai pilihan termometer digital maupun infrared dari merek terpercaya. Mulai dari model ekonomis untuk penggunaan harian hingga varian premium dengan fitur lengkap, semuanya tersedia untuk memudahkan Anda menjaga kesehatan keluarga dengan lebih aman dan efektif.

Jadi, jangan ragu untuk menyesuaikan pilihan termometer dengan kebutuhan rumah tangga Anda, dan pastikan selalu membeli dari sumber terpercaya agar hasil pengukuran tetap optimal. Untuk melihat koleksi lengkapnya, kunjungi Galeri Medika sekarang juga!!

Klik Untuk Lihat Sumber>

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Termometer Digital. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Diakses dari https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/thermometer-digital/
2. Jurnal Profesi Medika. (2021). Perbandingan Akurasi Termometer Inframerah Non-Kontak dengan Termometer Kontak pada Pengukuran Suhu Tubuh. Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta. Diakses dari https://journals.itspku.ac.id/index.php/profesi/article/view/66
3. Universitas Mulawarman – Laboratorium Epidemiologi FKM Unmul. (2020). Infrared Thermometer: Prinsip Kerja dan Penggunaan. Diakses dari https://lab.fkm.unmul.ac.id/laboratorium/laboratorium-epidemiologi/infrared-thermometer