Pernah nggak sih kamu merasa mata mulai buram, cepat lelah saat menatap layar, atau sering mengucek mata karena terasa kering? Penglihatan yang dulu jernih dan tajam, bisa saja mulai terganggu seiring berjalannya waktu. Yup, kesehatan mata bisa berubah seiring usia, gaya hidup, bahkan karena faktor keturunan. Nggak heran kalau banyak orang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.

Mata adalah salah satu indra paling vital dalam hidup kita. Tanpa disadari, hampir semua aktivitas kita dari bangun tidur sampai tidur lagi melibatkan mata. Tapi sayangnya, justru mata seringkali luput dari perhatian. Padahal, gangguan mata bisa terjadi secara perlahan tanpa disadari. Nah, biar kamu makin aware, yuk kenali berbagai jenis gangguan mata, penyebabnya, dan cara menjaga kesehatannya!

Jenis Gangguan Mata yang Umum Terjadi

Ada banyak jenis masalah penglihatan, dan beberapa di antaranya cukup umum dialami oleh banyak orang. Berikut beberapa gangguan mata yang sering dijumpai:

  • Kesalahan Bias
    1. Mata Minus (Miopia), Rabun Jauh
    2. Mata Plus (Hipermetropia) Rabun Dekat
    3. Astigmatisme, Penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi, baik dekat maupun jauh.
    4. Presbiopi, ini adalah kondisi umum pada orang berusia 40-50 tahun ke atas,kehilangan kemampuan untuk fokus pada jarak dekat
  • Degenerasi Makula
    Degenerasi makula mengakibatkan kerusakan pada penglihatan sentral dan tajam, penyakit ini memengaruhi makula, yaitu bagian tengah retina yang memungkinkan mata melihat detail halus.
  • Glaukoma
    Glaukoma terja ketika tekanan cairan normal dalam mata meningkat perlahan, hal tersebut dapat merusak saraf optik mata dan mengakibatkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.
  • Katarak
    kekeruhan pada lensa mata, biasanya muncul bercak putih yang terdapat pada mata.

Penyebab Gangguan Mata

  • Penuaan, Risiko gangguan mata meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Faktor genetik, DNA adalah hal penting dari perkembangan fungsi mata, perubahan DNA dapat menyebabkan banyak kondisi mata, salah satu bentuk genetiik yaitu miopia, glaukoma dan buta warna bisa diturunkan.
  • Faktor Lingkungan, paparan sinar ultraviolet, kelembapan dan beberapa hal lain. Dapat menjadi faktor penentu akan gangguan mata.
  • Kebiasaan buruk pada mata, menatap ponsel terlalu lama, sering menggosok mata, tidur dengan menggunakan kontak lensa sampai merokok dapat memperbesar kesempatan kamu mendapat gangguan pada mata.
  • Kondisi medis tertentu, Diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol bisa memengaruhi pembuluh darah.

Cara Mencegah dan Menjaga Kesehatan Mata

setelah lihat penjelasan mengenai masalah juga penyebab gangguan mata pasti worry nggak si? apa lagi jika sudah timbul gejala-gejala. Tapi tenang ya, Kabar baiknya banyak hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mata:
  1. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mata
    Menurut Johns Hopkins Medicine, beberapa nutrisi penting bagi kesehatan mata antara lain:
    • Vitamin A, C & E
      Vitamin A merupakan nutrisi penting bagi fotoreseptor di mata Anda, yang menentukan kualitas penglihatan dalam kondisi minim cahaya. Banyak ditemukan pada kuning telur, produk susu, sayuran berwarna hijau tua dan wortel.
      Vitamin C, Vitamin ini dianggap sebagai antioksidan kunci untuk mencegah katarak terkait usia biasnaya didapat dari jeruk, brokoli, kubis dan lainnya
      Vitamin E sendiri dapat berkontribusi dengan melindungi asam lemak esensial dari oksidasi, biasanya terdapat pada kacang almond dan alpukat.
    • Senyawa Karotenoid, Flavonoid dan selenium
      Senyawa karotenoid ini terdapat dalam jaringan retina yang peka cahaya di bagian belakang mata kita, sumber makanan yang mengandung karetonoid yaitu bayam, buah raspberi dan persik. Kandungan senyawa flavonoid dan selenium juga tak kalah penting karena dapat mencegah beberapa kondisi mata seperti glaukoma, degenerasi makula, dan katarak. Kandungan falvonoid dan selenium banyak ditemukan di produk susu, telur, dan buah beri.
    • Omega-3
      Asam lemak ini berkontribusi pada membran mata sel. Selain itu kandungan omega 3 memiliki sifat anti inflamasi yang membantu meringankan gejala sindrom mata kering dan mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia dan galukoma. Terdapat dalam ikan berlemak seperti salmon dan makarel.
  2. Atur Pola Istirahat Mata
    Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter).
  3. Gunakan Kacamata Pelindung
    Saat berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet yang merusak.
  4. Hindari Merokok
    Merokok meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik.
Pandangan Mulai Nggak Sejernih Dulu? Kenali Jenis Gangguan Mata dan Tes yang Bisa Kamu Coba

Tes Mata yang Bisa Kamu Lakukan

Umumnya tes mata dipandu oleh dokter spesialis terkait, biasanya saat tes dilakukan beberapa langkah untuk menentukan ada atau tidaknya gejala atau bahkan masalah pada mata, berikut beberapa tes yang umum dilakukan ketika kamu periksa mata:

  • Tes Ketajaman Penglihatan (Vision Screening)
    Tes dasar untuk mengetahui seberapa jelas kamu bisa melihat objek dari jarak dekat maupun jauh. Biasanya menggunakan grafik huruf atau angka dengan ukuran berbeda yaitu snellen chart.
  • Tes Buta Warna (Color Vision Test)
    Kalau kamu sering bingung membedakan warna tertentu, misalnya merah dan hijau tampak mirip, bisa jadi kamu mengalami buta warna parsial. Tes paling umum adalah Ishihara Test, di mana kamu akan diminta membaca angka dalam gambar berbentuk titik-titik warna. Terdapat fakta menarik sekitar 1 dari 12 pria mengalami buta warna, sementara hanya 1 dari 200 wanita yang mengalaminya.
  • Tes Jangkauan Pandang (Visual Field Test)
    Tes ini mengukur seberapa luas penglihatan kamu ke samping (perifer), atas, dan bawah bukan cuma yang ada tepat di depan. Tes ini sangat penting untuk mendeteksi glaukoma, kerusakan saraf optik, atau efek neurologis seperti stroke yang bisa memengaruhi pandangan samping. Biasanya dilakukan dengan melihat ke titik pusat dengan satu mat tertutup dan dokter memgang benda diaera luar penglihatan.
  • Tes Refraksi
    Tes ini dilakukan dengan meilihat suatu objek, melalui alat yang disebut phoropter dan akan dipasang lensa pada phoropter dan dokter akan menanyakan mana yang membuat gambar terlihat paling jelas.
  • Tes Motilitas Mata
    tes ini memungkinkan dokter menilai fungsi otot dan keselarasan mata. Dilakukan dengan cara kita tetap diam ditempat dan mata kita mengikuti gerakan pena atau senter, dokter akan mengamati gerakan mata dan mencari tanda kelemahan otot yang dapat memengaruhi kerja mata.

Baca artikel lainnya

Mata merupakan jendela utama kita melihat dunia, ketika fungsi mata terganggu dampaknya pasti sangat terasa dalam setiap aspek kehidupan mulai dari aktivitas sehari hari, pekerjaan hingga interaksi sosial.Tapi kabar baiknya sebagian besar gangguan mata bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Dan yang paling penting lakukan tes mata secra berkala ya. apalagi jika sudah ada gejala-gejala. tes mata bisa kamu lakukan ditempat terpercaya ya.

Untuk kamu para spesialis dan dokter mata ada kabar baik nih. Di Galeri Medika, tersedia berbagai alat tes mata seperti snellen chart untuk ketajaman penglihatan dan buku Ishihara untuk tes buta warna. Semua alat kesehatan dijamin 100% original, bergaransi resmi, dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia dengan ekspedisi terpercaya.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/eye-diseases
https://www.cdc.gov/vision-health/about-eye-disorders/index.html
https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/healthy-vision/keep-your-eyes-healthy
https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/nutrition-and-eye-health
https://medlineplus.gov/lab-tests/vision-screening/
https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/bad-habits-for-eyes/
https://www.allaboutvision.com/eye-care/eye-exam/what-to-expect/
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11604-color-blindness