Akhir tahun di Indonesia biasanya datang dengan dua suasana yang berbeda. Di satu sisi, musim liburan menjadi waktu yang dinantikan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun di sisi lain, musim hujan dengan curah yang tinggi juga membawa berbagai tantangan, mulai dari aktivitas yang terganggu hingga meningkatnya risiko masalah kesehatan.

Belum lama ini, hujan deras bahkan memicu banjir di sejumlah wilayah Sumatera, menambah beban masyarakat di tengah padatnya aktivitas akhir tahun. Dalam kondisi seperti ini, keluhan kesehatan seperti flu, pilek, batuk, dan demam menjadi lebih sering ditemui. Banyak orang menganggapnya sebagai penyakit musiman biasa, padahal ada faktor lingkungan dan kebiasaan yang membuat gangguan kesehatan ini lebih mudah muncul saat musim hujan dan liburan.

Cuaca Tidak Menentu dan Daya Tahan Tubuh

Musim hujan di Indonesia ditandai dengan perubahan cuaca yang sulit diprediksi. Pagi hari bisa terasa panas, lalu siang menjadi lembap, dan sore hingga malam turun hujan disertai udara yang lebih dingin. Perubahan suhu dan kelembapan yang cepat ini menuntut tubuh untuk terus beradaptasi. Ketika tubuh kelelahan, kurang istirahat, atau daya tahan menurun, virus penyebab infeksi saluran pernapasan seperti common cold menjadi lebih mudah menyerang. Inilah alasan mengapa banyak orang mulai merasa tidak enak badan, meriang, atau pilek setelah kehujanan atau beraktivitas padat di tengah cuaca basah.

Musim Liburan, Flu Mengintai hingga Demam Pascabanjir: Kenapa Common Cold Makin Marak di Akhir Tahun

Liburan Akhir Tahun dan Risiko Penularan

Musim liburan juga berarti mobilitas masyarakat meningkat. Bandara, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan dipenuhi orang-orang yang bepergian. Interaksi yang lebih intens, terutama di ruang tertutup, membuat virus pernapasan lebih mudah berpindah dari satu orang ke orang lain. Selain itu, pola hidup selama liburan sering berubah. Jam tidur menjadi tidak teratur, pola makan kurang terjaga, dan aktivitas fisik meningkat. Kombinasi kelelahan dan paparan lingkungan yang padat ini membuat tubuh lebih rentan terserang flu dan demam.

Banjir di Sumatera dan Dampak Kesehatan Pascabencana

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera akibat curah hujan tinggi turut memperbesar risiko kesehatan. Lingkungan pascabanjir biasanya menjadi lebih lembap, sanitasi terganggu, dan kualitas udara maupun air menurun. Dalam kondisi tersebut, masyarakat berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk demam dan infeksi saluran pernapasan. Paparan lingkungan yang basah, udara lembap, serta kelelahan fisik dan mental pascabanjir dapat menurunkan imunitas tubuh. Akibatnya, penyakit yang tampak ringan seperti flu bisa terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama.

Peran Alat Kesehatan Sederhana di Rumah

Masih banyak orang yang menilai demam hanya dengan meraba dahi. Padahal, cara tersebut tidak selalu akurat. Memantau suhu tubuh menggunakan termometer membantu mengetahui kondisi tubuh secara lebih pasti, terutama saat merasa meriang atau tidak enak badan. Selain termometer, ada alat kesehatan sederhana yang bermanfaat selama musim hujan dan banjir, yaitu ice bag dan hot water bag.

Ice bag dapat digunakan sebagai kompres dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh saat demam atau meredakan rasa tidak nyaman. Sementara itu, hot water bag berguna untuk menjaga kehangatan tubuh, terutama saat udara dingin, tubuh menggigil, atau mengalami pegal setelah kehujanan. Alat-alat ini mudah digunakan di rumah dan dapat menjadi bagian dari pertolongan pertama sebelum penanganan medis lebih lanjut.

Baca artikel lainnya

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Agar tetap sehat di tengah musim hujan, banjir, dan liburan, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

  • Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
  • Segera mengganti pakaian setelah kehujanan
  • Mencukupi waktu istirahat meski sedang liburan
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup
  • Memantau suhu tubuh secara berkala
  • Menyiapkan alat kesehatan dasar di rumah

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menurunkan risiko sakit dan menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Musim hujan dan liburan akhir tahun membawa dinamika tersendiri bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Curah hujan tinggi, banjir di sejumlah wilayah seperti Sumatera, serta mobilitas yang meningkat membuat flu, pilek, dan demam lebih mudah muncul. Dengan meningkatkan kewaspadaan, menjaga daya tahan tubuh, serta memanfaatkan alat kesehatan sederhana seperti termometer, ice bag, dan hot water bag, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.medcom.id/gaya/fitness-health/4KZQ72gk-kaleidoskop-kesehatan-5-isu-kesehatan-terbesar-di-2025
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cnl44pvd7x7o
https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/florona/article/view/1581
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32914848/
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5292373/
https://www.researchgate.net/publication/266949921
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)