
Kalau ada anggota keluarga yang harus berbaring dalam waktu lama karena stroke, cedera, pasca operasi, atau kondisi tertentu, memilih kasur yang tepat jadi hal yang nggak boleh disepelekan. Pasalnya, terlalu lama berbaring di posisi yang sama bisa meningkatkan risiko luka tekan (dekubitus), yaitu luka yang muncul akibat tekanan terus-menerus pada kulit.
Nah, salah satu alat yang sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko tersebut adalah kasur decubitus. Tapi, tahukah kamu kalau kasur decubitus ternyata punya beberapa jenis? Ada yang berbentuk bubble (gelembung) dan ada juga yang tubular (tabung). Sekilas memang terlihat mirip, tapi fungsi dan penggunaannya berbeda. Biar nggak bingung saat memilih, yuk kenalan dulu dengan jenis-jenis kasur decubitus.
Apa Itu Kasur Decubitus?
Kasur decubitus adalah kasur medis yang dirancang untuk membantu mengurangi tekanan pada bagian tubuh tertentu selama pasien berbaring. Kasur ini menggunakan pompa udara yang akan mengembang dan mengempiskan kantong udara secara bergantian. Cara kerja ini membantu menyebarkan tekanan tubuh sehingga tidak hanya bertumpu di satu titik. Selain membantu mengurangi risiko luka tekan, kasur decubitus juga bisa membuat pasien merasa lebih nyaman saat harus menjalani bed rest dalam waktu lama. Biasanya kasur ini digunakan oleh:
- Pasien stroke
- Lansia yang sulit bergerak
- Pasien pasca operasi
- Pengguna kursi roda yang sedang menjalani pemulihan
- Pasien dengan cedera tulang belakang atau kondisi lain yang membuatnya harus banyak berbaring
Kenapa Penting Memilih Jenis Kasur yang Tepat?
Banyak orang mengira semua kasur decubitus sama saja. Padahal, setiap tipe punya fungsi dan keunggulan masing-masing. Ada yang lebih cocok untuk membantu mencegah luka tekan pada tahap awal, ada juga yang dirancang untuk pasien dengan risiko lebih tinggi atau yang harus berbaring hampir sepanjang hari. Kalau salah pilih, kasur mungkin tetap nyaman dipakai, tetapi manfaatnya tidak akan maksimal sesuai kondisi pasien.
Baca artikel lainnya
Jenis-Jenis Kasur Decubitus
1. Kasur Decubitus Bubble (Gelembung)
Kasur decubitus tipe bubble memiliki banyak kantong udara kecil berbentuk gelembung yang tersusun secara teratur di permukaannya. Umumnya, kasur ini terdiri dari sekitar 130 gelembung yang membantu menyebarkan tekanan tubuh secara lebih merata. Pompa bekerja dengan mengisi dan mengeluarkan udara secara bergantian pada barisan gelembung, biasanya setiap sekitar 6 menit. Pergantian tekanan tersebut membuat titik tumpuan tubuh terus berubah sehingga membantu menjaga sirkulasi darah pada jaringan lunak.
Kasur tipe bubble umumnya digunakan untuk pasien dengan keterbatasan mobilitas dan risiko dekubitus ringan hingga sedang. Jenis ini banyak digunakan untuk perawatan di rumah karena cara penggunaannya sederhana, harganya relatif terjangkau, dan konsumsi listriknya rendah, biasanya kurang dari 10 watt.
Kelebihan
- Harga lebih ekonomis.
- Ringan dan mudah dipasang.
- Praktis digunakan.
- Perawatan cukup mudah.
Kekurangan
- Kurang ideal untuk pasien dengan risiko luka tekan tinggi.

2. Kasur Decubitus Tubular
Kasur decubitus tipe tube atau tubular memiliki kantong udara berbentuk tabung memanjang yang tersusun sejajar. Dibandingkan tipe bubble, ukuran tabung yang lebih besar memungkinkan tekanan tubuh tersebar lebih merata. Oleh karena itu, kasur ini lebih sesuai untuk pasien dengan kebutuhan perawatan yang lebih kompleks, berat badan lebih besar, atau pasien yang harus menjalani bed rest dalam waktu lama, termasuk dalam perawatan di rumah sakit.
Kasur tubular umumnya terdiri dari sekitar 20 tabung udara dan memiliki kemampuan menopang beban hingga sekitar 140 kg. Pada beberapa model, setiap tabung dapat dilepas dan diganti secara terpisah apabila mengalami kerusakan atau kebocoran, sehingga tidak perlu mengganti seluruh kasur. Selain itu, beberapa tipe dilengkapi fitur micro-holes atau ventilasi mikro yang menghasilkan aliran udara lembut ke permukaan kulit. Fitur ini membantu menjaga kulit tetap kering, mengurangi kelembapan berlebih, dan membantu mencegah maserasi kulit.
Kelebihan
- Distribusi tekanan lebih baik.
- Lebih nyaman digunakan dalam waktu lama.
- Lebih kuat menopang berat badan.
- Umumnya lebih awet.
Kekurangan
- Harga lebih tinggi.
- Ukuran dan bobot lebih besar dibanding bubble.
Bubble atau Tubular, Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya tidak ada yang paling bagus. Yang terpenting adalah memilih sesuai kebutuhan pasien.Kalau pasien masih dalam tahap pemulihan awal atau hanya membutuhkan pencegahan luka tekan, kasur bubble sudah cukup membantu. Namun, jika pasien benar-benar tidak bisa bergerak sendiri, memiliki risiko luka tekan lebih tinggi, atau diperkirakan akan berbaring dalam waktu lama, kasur tubular biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.
Rekomendasi Kasur Decubitus

1. GEA ADM-300B
Kasur Anti-Decubitus GEA ADM-300B dirancang untuk kenyamanan dan dukungan, serta mengurangi risiko luka baring. Hal ini karena kasur ini dapat mendistribusikan tekanan secara merata di seluruh permukaannya, sehingga membantu mengurangi kerusakan pada kulit dan jaringan. Menggunakan kompresor kecil yang bekerja dengan tenang dan hemat energi. Panel kontrolnya sederhana dan sangat mudah digunakan. Kasur ini mengurangi tekanan dengan cara mengempiskan dan mengembangkan sel udara secara bergantian dalam interval sekitar 12 menit.

2. OneHealth OH-DM01
Kasur Anti Decubitus OneHealth OH-DM01 solusi yang tepat untuk perawatan luka baring yang nyaman. Dilengkapi dengan dengan pompa ultra silent sehingga tidak berisik pada saat pemakaian. Bahan matras menggunakan PVC medical grade sehingga aman dan mudah dibersihkan. Dengan membentuk gelombang berisi tekanan udara, serta memompa naik-turun menyesuaikan bidang tubuh, berat maupun posisi pasien yang berbaring diatasnya.

3. GEA ADM-303
Kasur Anti-Decubitus GEA ADM-303 dilengkapi dengan kompresor yang tahan lama bekerja dengan tenang dan hemat energi, serta panel kontrol yang sederhana dan mudah digunakan. Sistem ini bekerja dengan mengurangi tekanan secara bergantian mengembang dan mengempis sel udara dalam waktu sekitar 6 menit. Gerakan ini membantu mengurangi tekanan yang tetap pada area tubuh tertentu, yang dapat menyebabkan luka tekan. Dengan meningkatkan sirkulasi udara, kasur ini efektif dalam mencegah risiko luka baring akibat tekanan berkepanjangan.

4. Serenity 1500F
Matras anti-decubitus Serenity Effect 1500F digunakan untuk membantu mencegah terjadinya luka di bagian tubuh pasien yang berbaring lama dan tidak pernah digerakan. Dilengkapi dengan pompa atau mesin kompresor untuk menyalurkan aliran udara kedalam matras. Kasur ini memiliki 130 sel gelembung yang berisi tekanan udara yang memompa naik-turun menyesuaikan bidang tubuh, berat maupun posisi pasien yang berbaring diatasnya.

5. Nesco Effect-2500VF
Nesco Effect-2500VF merupakan kasur anti decubitus bermanfaat untuk membantu mencegah terjadinya borok atau luka di bagian tubuh pasien yang berbaring lama dan tidak pernah digerakan. Biasanya bagi pasien stroke, koma dan lain-lain. Kasur anti decubitus ini dilengkapi dengan mesin pompa udara listrik bertenaga kecil untuk memompa aliran udara keluar-masuk secara otomatis. kasur ini berbentuk gelombang-gelombang berisi tekanan udara yang memompa naik-turun menyesuaikan bidang tubuh, berat maupun posisi pasien yang berbaring diatasnya.

6. Serenity Effect 1800F
Matras anti-decubitus Serenity Effect 1800F merupakan matras angin bertekanan yang dapat digunakan untuk membantu mencegah terjadinya luka baring pada bagian tubuh pasien yang berbaring lama. Sistem kerjanya yaitu tekanan angin pada matras mengembang secara bergantian untuk menghilangkan tekanan dan membantu memperlancar sirkulasi darah. Menggunakan matras kualitas tinggi tahan lama dan anti air dengan bahan PVC medial grade. Matras berbeda karna dengan menggunakan jenis tube dengan jumlah 22 pcs tube dan dapat dilepas sesuai kebutuhan.
Tips Sebelum Membeli Kasur Decubitus
- Sesuaikan dengan kondisi dan tingkat mobilitas pasien.
- Cek kapasitas beban maksimal kasur.
- Pilih tipe bubble atau tubular sesuai kebutuhan.
- Pastikan pompa bekerja dengan baik dan tidak terlalu bising.
- Pilih bahan yang mudah dibersihkan.
- Perhatikan garansi dan layanan purna jual.
Memilih kasur decubitus bukan hanya soal harga, tetapi juga soal kenyamanan dan kebutuhan pasien. Kasur bubble cocok untuk pencegahan luka tekan dengan risiko ringan dan penggunaan di rumah, sedangkan kasur tubular lebih direkomendasikan untuk pasien yang harus menjalani bed rest dalam waktu lama atau memiliki risiko luka tekan lebih tinggi.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/diagnosis-treatment/drc-20355899
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK333135/
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8108044/
https://www.cochrane.org/evidence/CD009490_support-surfaces-treating-pressure-ulcers
https://easycareglobal.com/blogs/health/ bubble-mattress-vs-air-mattress-what-s-the-difference-for-bed-sore-relief
https://www.thegoldenconcepts.com/blogs/eldercare-equipment/how-to-choose-the-right-air-mattress
https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD013761.pub2/full
https://serenityindonesia.com/cara-memilih-kasur-dekubitus/
https://serenityindonesia.com/rekomendasi-kasur-decubitus-terbaik-2026/



