Hari Raya Idul adha, atau yang dikenal juga sebagai Hari Raya Berkurban, merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam. Perayaan ini mengingatkan kita pada kisah keikhlasan Nabi Ibrahim AS, yang kemudian diabadikan melalui tradisi penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba. Daging kurban ini kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.

Hari raya berkurban juga identik dengan sajian olahan daging seperti kambing maupun sapi, namun dibalik kelezatannya, kita perlu loh memperhatikan cara mengolah daging supaya tetap sehat ketika dkonsumsi. Namun seiring semaraknya pembagian dan konsumsi daging, pasti pernah mendengar beberapa mitos yang beredar dimasyarakat, contohnya yang peling sering didengar adalah mengkonsumsi daging merah terutama daging kambing atau sapi dapat menyebabkan kolesterol drastis dan memicu tekanan darah tinggi.

Penting untuk memahami perbedaan mitos dan fakta yang beredar ya. kolesterol, hipertensi dan juga penyakit jantung merupakan penyakit serius yang patut diwaspadai, tapi ternyata beberapa penyakit tersebut tidak hanya dipicu oleh jenis makanan saja lho, namun beberapa faktor lain memainkan peran penting. Namun yang sering diabaikan yaitu bagaimana cara kita mengolah dan mengkonsumsi daging tersebut. Apakah daging diolah dengan cara yang sehat? Bagaimana cara mengkonsumsi dalam jumlah yang tepat? Dan apakah mitos yang beredar tersebut benar?

Masak Daging Kurban Tanpa Khawatir Darah Tinggi, Begini Caranya

Apakah Konsumsi Daging Bisa Menyebabkan Hipertensi, Kolesterol & Jantung?

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi sendiri terjadi saat tekanan dalam pembuluh darah melebihi batas normal, yaitu 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Salah satu pemicu utama hipertensi adalah pola makan yang tidak sehat misalnya konsumsi garam berlebihan, lemak jenuh dan trans tinggi, serta rendahnya asupan buah dan sayur.

Daging merah seperti sapi dan kambing kerap disebut sebagai penyebab hipertensi karena kandungan kolesterol dan lemak jenuhnya. Padahal, menurut sejumlah penelitian, daging merah tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. Yang justru lebih berpengaruh adalah cara pengolahan dan konsumsi yang berlebihan, terutama jika digoreng dengan minyak tinggi lemak, dimasak dengan santan, atau diberi garam dalam jumlah banyak.

Bagian lemak pada daging, terutama kambing, memang mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan memicu naiknya tekanan darah. Selain itu, memasak daging pada suhu tinggi hingga gosong juga menghasilkan senyawa kimia yang dalam jangka panjang berdampak buruk bagi pembuluh darah. Penelitian di Lancet Planetary Health bahkan menyebutkan bahwa mengurangi konsumsi daging merah olahan sebesar 30% dapat mencegah ratusan ribu kasus penyakit jantung di Amerika Serikat dalam 10 tahun.

Dengan demikian, konsumsi daging kurban tetap aman selama dilakukan secara bijak. Risiko seperti hipertensi dan kolesterol tinggi lebih sering dipicu oleh pola makan serta metode pengolahan yang kurang sehat, bukan semata karena jenis dagingnya.saja.

Masak Daging Kurban Tanpa Khawatir Darah Tinggi, Begini Caranya

Metode Mengolah Daging yang Aman dan Sehat

1. Batasi Asupan Garam Harian

Penggunaan garam berlebihan dalam mengolah daging dapat memicu kenaikan tekanan darah. WHO merekomendasikan batas konsumsi natrium harian harus dikurangi 2 gram per hari. Konsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) sodium per hari. Itu sekitar satu sendok teh garam. Untuk menambah rasa, sebaiknya gunakan rempah-rempah alami seperti bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit, atau daun salam sebagai pengganti garam berlebih.

2. Pilih Potongan Daging yang Rendah Lemak

Tidak semua daging merah berisiko tinggi, selama pemilihan bagian daging dilakukan dengan tepat. American Heart Association (AHA) merekomendasikan konsumsi daging tanpa lemak, seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan daging sapi tanpa lemak. Pilihlah potongan yang minim lemak jenuh, seperti Has dalam (tenderloin), Bagian punggung dan paha belakang.

3. Gunakan Metode Memasak yang Sehat

Cara memasak sangat memengaruhi nilai gizi daging. Hindari teknik menggoreng atau memasak dengan santan pekat. Sebaiknya olah daging dengan metode:

  • Merebus (boiling)
  • Mengukus (steaming)
  • Memanggang tanpa lemak tambahan (grilling atau roasting)
    Teknik ini dapat mengurangi kandungan lemak jenuh dan mencegah terbentuknya zat berbahaya akibat pembakaran berlebih.

4. Atur Porsi Konsumsi Secara Bijak

Porsi yang berlebihan dapat menambah beban metabolik tubuh, terutama bagi penderita hipertensi atau kolesterol tinggi. WHO merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 500 gram per minggu, atau setara 70 gram per hari. Dalam satu kali makan, idealnya konsumsi daging dibatasi hingga 3 ons (sekitar 85 gram), yang kira-kira setara dengan ukuran satu dek kartu remi.


Jadi tak perlu khawatir lagi untuk mengkonsumsi daging kurban ya, bahkan jika memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung. Selama memilih potongan daging yang rendah lemak, mengolahnya dengan cara yang sehat, dan mengatur porsinya secara bijak, daging qurban tetap bisa dinikmati dengan aman. Kunci utamanya ada pada kesadaran untuk menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih seimbang. Jadi, tak perlu ragu menikmati hidangan qurban, asalkan tetap cermat dalam memilih dan mengolahnya. Jangan lupa juga untuk selalu cek kesehatan terlebih tekanan darahmu ya!!

Kamu bisa dapatkan alat cek tekanan darah diberbagai toko alat kesehatan salah satunya yaitu Galeri Medika. Galeri Medika menjual berbagai macam alat kesehatan yang pastinya 100% dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia lho.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://health.clevelandclinic.org/are-you-cooking-meat-higher-temps-higher-bp-risk
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-healthy-diet/art-20047702
https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/circulationaha.109.924977
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20170831/5122702/cara-sehat-mengonsumsi-daging-kurban/
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000838.htm
https://www.thelancet.com/journals/lanplh/article/PIIS2542-5196(24)00118-9/fulltext