Aktor papan atas Hollywood Leonardo DiCaprio baru-baru ini mengungkapkan kondisi kesehatannya yang tengah menjadi perhatian publik. Ia mengaku sedang menjalani masa pemulihan setelah terserang pneumonia, infeksi serius pada paru-paru, di tengah aktivitas promosi film terbarunya.

Dilansir dari Time Magazine, pengakuan tersebut disampaikan DiCaprio dalam sebuah wawancara pada Oktober lalu. Aktor peraih Piala Oscar itu tidak membeberkan secara rinci kapan mulai mengalami gangguan kesehatan tersebut. Kondisi ini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit pneumonia, yang dapat menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa yang terlihat sehat.

Pneumonia merupakan infeksi serius pada paru-paru yang tidak boleh dianggap sepele. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab pneumonia, gejala pneumonia, serta cara pencegahannya yang perlu diketahui.

Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang satu atau kedua paru-paru, yang menyebabkan kantung udara kecil di dalam paru-paru, atau alveoli, terisi cairan atau nanah. Kondisi ini mengganggu proses pertukaran oksigen, sehingga penderitanya dapat mengalami kesulitan bernapas.

Pada paru-paru yang sehat, alveoli berisi udara dan berfungsi membantu tubuh menyerap oksigen. Namun pada penderita pneumonia, alveoli dapat dipenuhi lendir atau cairan akibat infeksi. Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

leonardo dicaprio

Apa yang menyebabkan pneumonia?

  1. Pneumonia bakteri
    Merupakan jenis yang paling sering terjadi, dengan penyebab utama bakteri Streptococcus pneumoniae. Infeksi ini biasanya muncul ketika kondisi tubuh sedang melemah, seperti akibat sakit, kurang gizi, usia lanjut, atau daya tahan tubuh menurun. Risiko juga meningkat pada perokok, peminum alkohol, serta orang dengan gangguan pernapasan atau sistem imun lemah.
  2. Pneumonia virus
    Disebabkan oleh berbagai virus, termasuk virus influenza. Jenis ini menyumbang sekitar sepertiga kasus pneumonia dan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri lanjutan.
  3. Pneumonia atipikal (Mycoplasma)
    Disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Gejalanya cenderung lebih ringan dan dapat menyerang berbagai kelompok usia.
  4. Pneumonia lainnya
    Jenis yang lebih jarang, biasanya disebabkan oleh infeksi jamur atau kuman tertentu, dan umumnya menyerang individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Gejala Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Gejala pneumonia dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan secara umum. Pada kasus ringan, gejalanya sering mirip flu atau pilek, namun berlangsung lebih lama.

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Bingung atau perubahan kesadaran (pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas)
  • Batuk, bisa disertai dahak
  • Kelelahan dan lemas
  • Demam, keringat, dan menggigil
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal (pada orang dewasa tua atau orang dengan daya tahan tubuh lemah)
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sesak napas

Cara Pencegahan Pneumonia

Mencegah pneumonia bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun efektif:

  1. Vaksinasi
    Beberapa jenis pneumonia dan flu dapat dicegah melalui vaksin. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan jenis vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan. Perlu diingat, panduan vaksinasi bisa berubah seiring waktu, sehingga selalu baik untuk memeriksa kembali status vaksinasi Anda, meskipun sebelumnya sudah pernah divaksin.
  2. Vaksinasi pada anak-anak
    Anak-anak, khususnya yang berusia di bawah lima tahun atau yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit pneumokokus, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin pneumonia. Anak-anak yang beraktivitas di pusat penitipan atau sekolah juga sebaiknya divaksin. Selain itu, semua anak di atas enam bulan disarankan menerima vaksin flu sebagai perlindungan tambahan terhadap infeksi saluran pernapasan.
  3. Menjaga kebersihan
    Kebiasaan mencuci tangan secara rutin dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu melindungi diri dari infeksi pernapasan yang berpotensi berkembang menjadi pneumonia. Kebersihan pribadi menjadi langkah sederhana namun sangat efektif untuk pencegahan.
  4. Hindari merokok
    Merokok dan paparan asap rokok dapat merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi. Dengan menghindari rokok, paru-paru tetap sehat dan lebih mampu melawan penyakit termasuk pneumonia.
  5. Perkuat sistem imun
    Menjaga daya tahan tubuh sangat penting untuk mencegah infeksi. Tidur cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi dapat memperkuat sistem imun, sehingga tubuh lebih tangguh menghadapi pneumonia dan infeksi lainnya.
Klik Untuk Lihat Sumber>

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4471-pneumonia
https://www.nhlbi.nih.gov/health/pneumonia
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/pneumonia
https://www.cdc.gov/pneumonia/about/index.html
https://www.dailymail.co.uk/health/article-15366917/As-Leonardo-DiCaprio-reveals-secret-pneumonia-battle-experts-reveal-people-struck-potentially-fatal-lung-infection.html