
Bagi banyak orang tua, melihat anak mengambil langkah pertama adalah momen yang ditunggu-tunggu. Langkah kecil itu sering dianggap sebagai tanda bahwa anak tumbuh kuat dan mandiri. Karena harapan itu, beberapa orang tua merasa cemas ketika anak dengan spina bifida tidak menunjukkan perkembangan berjalan seperti anak seusianya. Spina bifida membuat tubuh bekerja dengan cara berbeda. Saraf yang mengatur gerakan kaki tidak selalu terbentuk sempurna, sehingga tubuh tidak merespons perintah bergerak sebagaimana mestinya.
Berikut penjelasan tentang bagaimana spina bifida memengaruhi mobilitas serta risiko yang muncul jika anak dipaksa berjalan.
Apa itu Spina Bifida?
Spina bifida adalah cacat lahir pada tulang belakang yang terjadi ketika tabung saraf tidak menutup sempurna pada awal kehamilan. Kondisi ini berdampak pada perkembangan saraf sehingga anak dapat mengalami kelemahan otot, keterbatasan gerak, atau kesulitan mengontrol fungsi tubuh tertentu.
Pada tipe yang lebih berat seperti myelomeningocele, kerusakan saraf bisa cukup signifikan sehingga kemampuan kaki untuk berdiri maupun berjalan menjadi terbatas.

Mengapa Anak dengan Spina Bifida Tidak Boleh Dipaksa Berjalan
-
Saraf Kaki Tidak Berfungsi Optimal
Pada Spina Bifida, saraf yang mengirim sinyal ke otot kaki tidak berkembang sempurna. Akibatnya:- Kekuatan otot kaki tidak stabil
- Kaki sulit dikendalikan
- Pergerakan tidak sesuai dengan perintah otak
-
Risiko Tekanan Berlebih pada Tulang dan Sendi
Karena otot kaki lemah, beban tubuh sering ditopang oleh bagian tubuh yang seharusnya tidak menanggung tekanan tersebut, misalnya lutut atau pergelangan kaki. Ini bisa membuat:- Tulang tumbuh tidak simetris
- Sendi mengalami kerusakan lebih cepat
- Kontraktur (otot memendek dan kaku)
-
Anak Bisa Mengalami Rasa Lelah Berlebihan
Meskipun beberapa anak dengan Spina Bifida masih bisa berdiri atau berjalan sedikit, mereka sering cepat sekali kelelahan karena:- Otot bekerja lebih keras
- Kekurangan kontrol pada bagian bawah tubuh
- Energi tubuh banyak tersita untuk menjaga keseimbangan
-
Risiko Luka Tekanan dan Lecet
Anak dengan Spina Bifida biasanya memiliki sensasi rasa yang berkurang di area kaki. Akibatnya, ketika dipaksa berjalan:- Mereka tidak merasakan gesekan atau tekanan yang berlebihan
- Luka kecil tidak disadari
- Luka bisa berkembang menjadi ulcer (luka terbuka)
Pendekatan yang Lebih Baik untuk Mendukung Mobilitas Anak dengan Spina Bifida
Ada beragam perawatan dan dukungan yang dapat membantu anak mencapai kualitas hidup terbaik sesuai kemampuannya. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung tingkat keparahan kondisi dan gejala yang dialami.
Beberapa bentuk perawatan dan dukungan yang umum diberikan meliputi:
-
Fisioterapi
Fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bergerak, menjaga kekuatan otot, serta mencegah masalah tulang dan sendi. Latihan rutin membantu memperkuat otot kaki, memperbaiki postur tubuh, dan menjaga fleksibilitas. Fisioterapi juga dapat mengurangi risiko kontraktur (otot memendek dan kaku) dan deformitas tulang yang bisa muncul akibat tekanan yang tidak seimbang. -
Terapi Okupasi
Terapi okupasi membantu anak belajar melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri, misalnya berpakaian, makan, menulis, dan bermain. Terapi ini juga mengajarkan strategi untuk menghadapi keterbatasan fisik, sehingga anak tetap bisa berpartisipasi dalam kegiatan rumah, sekolah, dan sosial. -
Alat Bantu Mobilitas
Bagi anak yang mengalami kesulitan berjalan, berbagai alat bantu mobilitas sangat membantu. Contohnya kursi roda, penyangga kaki, atau brace. Alat ini tidak hanya memudahkan pergerakan, tetapi juga mengurangi risiko cedera pada tulang dan sendi akibat tekanan berlebih atau posisi tubuh yang salah. -
Pembedahan Ortopedi
Beberapa anak membutuhkan operasi untuk memperbaiki masalah tulang atau sendi, seperti pinggul bergeser (hip dislocation) atau club foot (kaki berputar ke dalam). Pembedahan ini bertujuan meningkatkan stabilitas, mobilitas, dan kenyamanan anak dalam bergerak.

Upaya Pencegahan Spina Bifida bagi Calon Orang Tua
Spina bifida adalah cacat lahir yang dapat dicegah jika langkah-langkah pencegahan dilakukan sejak sebelum dan selama kehamilan. Salah satu cara paling efektif adalah memastikan tubuh memiliki cukup asam folat pada masa kritis perkembangan janin. Kadar asam folat yang memadai di awal kehamilan sangat penting untuk mencegah cacat tabung saraf, termasuk spina bifida. Karena banyak orang baru menyadari kehamilannya setelah periode ini berlalu, para ahli menyarankan agar semua individu usia subur mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari, bahkan sebelum merencanakan kehamilan.
Asupan Folat melalui Makanan
Selain dari suplemen, makanan yang kaya folat atau telah difortifikasi dengan asam folat juga berperan penting. Contoh makanan yang difortifikasi antara lain:
- Roti yang diperkaya
- Pasta
- Nasi
- Sereal sarapan tertentu
Folat alami dalam sayuran, buah, dan biji-bijian tetap sangat berguna untuk mendukung perkembangan janin. Menggabungkan asupan suplemen dan makanan kaya folat dapat secara signifikan menurunkan risiko spina bifida.
Tips Tambahan untuk Pencegahan
- Konsultasikan dosis suplemen dengan dokter atau bidan sebelum hamil.
- Pilih pola makan seimbang yang banyak mengandung sayuran hijau, buah, dan biji-bijian.
- Perhatikan label makanan fortifikasi agar asupan harian asam folat cukup.
Dengan persiapan yang tepat, calon ibu dapat mengambil langkah nyata untuk mengurangi risiko spina bifida, sekaligus mendukung perkembangan janin yang sehat dan optimal.
Merawat anak dengan spina bifida membutuhkan perhatian khusus, baik dari segi terapi, mobilitas, maupun alat bantu yang mendukung aktivitas sehari-hari. Salah satu alat penting yang sering direkomendasikan adalah kursi roda anak. Kursi roda membantu anak bergerak dengan lebih aman, menjaga postur tubuh, dan mengurangi risiko cedera pada tulang dan sendi yang lemah. Semua kebutuhan tersebut, mulai dari kursi roda, alat bantu mobilitas, hingga peralatan terapi lainnya, bisa didapatkan dengan mudah di Galeri Medika, sehingga orang tua dapat memastikan anak mendapatkan dukungan terbaik untuk tumbuh kembangnya.
https://foodstruct.com/nutrition-comparison-text/fish-mackerel-salted-vs-fish#:~:text=Summary,rich%20profile%20in%20omega%20fats
https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7673/spina-bifida
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spina-bifida/symptoms-causes/syc-20377860
https://www.cdc.gov/spina-bifida/about/index.html
https://www.nhs.uk/conditions/spina-bifida/
https://orthochildren.org/en/patologie/spina-bifida-en/
https://obgynkey.com/children-with-spina-bifida-key-clinical-issues/
https://www.webmd.com/parenting/baby/spina-bifida/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=imgs




