
Banyak dari kita mungkin masih merasa asing saat mendengar kata colostomy. Istilah ini memang terdengar sangat medis dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Biasanya, kata seperti ini baru muncul ketika kita atau orang terdekat sedang berurusan dengan dunia rumah sakit. Tak heran kalau pertama kali mendengarnya, muncul rasa bingung, atau penasaran tentang apa sebenarnya arti istilah tersebut.
Selain colostomy, ada juga istilah lain seperti ostomy, ileostomy, dan urostomy yang bunyinya hampir mirip. Bagi orang awam, semua istilah ini bisa terasa rumit dan sulit dibedakan. Akibatnya, topik seputar ini sering langsung dianggap berat, serius, bahkan menakutkan, padahal kenyataannya tidak selalu begitu lho. yuk kita bahas seperumpunan seputar ostomy!
Apa itu Ostomy, Colostomy, Ileostomy dan Urostomy?
Ostomy adalah istilah umum untuk tindakan operasi yang memungkinkan limbah atau cairan tubuh paling sering feses atau urin keluar dari tubuh melalui lubang buatan. Semua jenis prosedur ini dan hasil operasinya disebut ostomi, termasuk ileostomi, kolostomi, dan urostomi yang berkaitan dengan sistem kemih.

Pada ileostomi, sebagian usus kecil dikeluarkan melalui dinding perut. Sementara itu, kolostomi dilakukan dengan menggunakan sebagian usus besar untuk membentuk stoma. Keduanya sama-sama memungkinkan tinja keluar melalui stoma di permukaan kulit. Sedangkan urostomi adalah lubang yang dibuat melalui pembedahan pada dinding perut untuk mengalirkan urin, biasanya dilakukan ketika kandung kemih tidak dapat berfungsi atau harus diangkat.
| Aspek | Kolostomi | Ileostomi | Urostomi |
|---|---|---|---|
| Asal stoma | Usus besar | Usus halus | Saluran kemih / kandung kemih |
| Konsistensi output | Padat | Cair | Cair (urin) |
| Frekuensi pengosongan kantong | Jarang | Sering | Sering |
| Kantong yang direkomendasikan | Drainable atau tertutup | Drainable, kuat, kapasitas lebih besar | Kantong khusus urin, drainable |
Detail Kantong Ostomy
Kantung ostomy terdiri dari beberapa bagian utama, antara lain:
- Flange/flensa atau baseplate sebagai pelindung kulit
- Kantong atau pouch (drainable atau closed-end)
- Penutup berupa klip atau velcro
- Pasta ostomi atau cincin stoma sebagai perekat tambahan
- Drain valve untuk pengeluaran isi
Bagian skin barrier atau pelindung kulit dapat dipotong dan disesuaikan dengan ukuran stoma masing-masing pengguna agar lebih pas dan mencegah kebocoran maupun iritasi.
Jenis Kantong Ostomy
Secara umum, kantong kolostomi dibagi menjadi empat jenis utama berdasarkan sistem dan cara penggunaannya.
-
Sistem Satu Bagian (One-Piece Pouch)
Pada sistem ini, kantong dan pelindung kulit menyatu dalam satu bagian. Penggantian dilakukan sekaligus, sehingga lebih praktis dan mudah digunakan. Sistem ini sering dianggap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
-
Sistem Dua Bagian (Two-Piece System)
Dalam sistem dua bagian, kantong dan pelindung kulit terpisah. Kantong dipasang pada pelindung menggunakan cincin atau perekat. Keuntungannya, kantong dapat diganti tanpa harus melepas pelindung kulit, sehingga lebih aman untuk kulit sensitif.

Berdasarkan Cara Mengeluarkan Isi
-
Kantong yang Dapat Dikuras (Drainable Bags)
Kantong ini memiliki lubang di bagian bawah yang dilengkapi klip atau katup. Isinya dapat dikosongkan tanpa melepas kantong, sehingga tidak perlu sering mengganti kantong dan lebih praktis digunakan.
-
Kantong Tertutup (Closed-End Bags)
Kantong tertutup tidak memiliki lubang pengosongan. Setelah penuh, kantong dilepas dan diganti dengan yang baru. Jenis ini umumnya digunakan ketika output lebih padat atau frekuensi pengeluarannya lebih jarang.
Cara Mengganti Kantong Ostomy
Kantong kolostomi sebaiknya diganti sesuai kebutuhan, biasanya setelah buang air besar. Pada awalnya mungkin terasa sulit, tetapi dengan latihan, proses ini akan semakin mudah. Berikut enam langkah dasar yang bisa diikuti:
- Cuci tangan secara menyeluruh menggunakan sabun antibakteri atau gel pembersih tangan.
- Lepaskan kantong lama dengan hati-hati dari stoma. Gunakan penghilang perekat jika diperlukan agar lebih mudah.
- Kosongkan isi kantong dengan membuka atau memotong bagian bawah kantong, buang tinja dan limbah ke toilet. Jika tidak ingin mengosongkan, kantong lama bisa dibuang seluruhnya.
- Bersihkan stoma menggunakan air hangat dan sabun lembut, kemudian keringkan dengan tisu atau kain bersih.
- Siapkan kantong baru dengan melepas penutup pelindung pada flensa.
- Pasang kantong baru dengan menempatkan flensa di atas stoma, pastikan tidak ada lipatan agar perekat menempel dengan sempurna.

Tips Memilih Kantong Ostomy
Memilih kantong kolostomi yang tepat dapat membantu mencegah kebocoran, iritasi kulit, dan membuat aktivitas sehari-hari lebih nyaman. Karena setiap orang memiliki kondisi stoma yang berbeda, penting untuk menyesuaikan jenis kantong dengan kebutuhan masing-masing.
-
Pilih ukuran dan kapasitas yang sesuai
Pastikan lubang dan bagian perekat (flange) pas dengan ukuran stoma agar tidak bocor dan tidak melukai kulit. Kantong besar sekitar 650 ml cocok digunakan saat tidur, sedangkan kantong kecil sekitar 400 ml lebih nyaman digunakan saat beraktivitas. Kantong sebaiknya dikosongkan saat sudah terisi sepertiga hingga setengah penuh.
-
Perhatikan jenis sistem kantong
Kantong satu bagian lebih praktis karena kantong dan perekat menyatu, tetapi harus diganti sekaligus. Kantong dua bagian memungkinkan kantong diganti tanpa melepas perekat di kulit, sehingga lebih fleksibel dan membantu menjaga kulit tetap sehat.
-
Sesuaikan dengan jenis tinja
Kantong yang bisa dikuras (drainable) cocok jika tinja keluar lebih sering atau cenderung cair karena dapat dikosongkan berkali-kali. Kantong tertutup (closed-end) lebih cocok untuk tinja yang padat dan tidak sering keluar, sehingga lebih nyaman dan tetap bersih.
Pola Makan dengan Kantomg Ostomy
Banyak yang mengira pola makan dengan stoma harus sangat dijaga dan tidak boleh asal makan karena adanya kolostomi diduga berpengaruh dengan kemampuan pencernaan. Namun kenyataannya kolostomi tidak memengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan. Seiring waktu, pengguna akan memahami bagaimana tubuhnya bereaksi terhadap jenis makanan tertentu. Dengan pola makan yang tepat, pengelolaan kolostomi dapat dilakukan dengan lebih nyaman dalam aktivitas sehari-hari. Beberapa hal yang dapat membantu mengatur pola makan dengan stoma:
- Makan secara teratur dengan porsi kecil, minimal tiga kali sehari, untuk membantu kerja pencernaan dan mengontrol frekuensi buang air besar.
- Mengunyah makanan secara perlahan agar proses pencernaan berjalan lebih baik.
- Menjaga kecukupan cairan dengan minum sekitar 64–80 ons atau 1,9–2,4 liter air per hari untuk mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan.
- Mencoba makanan baru satu per satu dan mencatat pengaruhnya terhadap konsistensi tinja guna mengetahui makanan yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa jenis makanan dan minuman dapat menyebabkan perut kembung atau membuat stoma menjadi lebih aktif. Jika menimbulkan keluhan, makanan berikut sebaiknya dibatasi atau dihindari:
- Minuman berkarbonasi
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Kol dan kembang kol
- Kulit buah dan buah kering
- Dedak
- Sayuran mentah
Kapan Harus Menghubungi Perawat atau Dokter?
Pengguna stoma perlu selalu memperhatikan kondisi tubuh dan stoma setiap hari. Jika muncul keluhan atau perubahan yang terasa tidak biasa, jangan ragu untuk mencari bantuan medis agar masalah bisa ditangani lebih cepat. Segera hubungi perawat atau dokter jika mengalami:
- Susah buang air besar atau diare yang tidak kunjung berhenti
- Mual atau muntah
- Ada darah yang keluar bersama tinja
- Ukuran stoma terlihat berubah dari biasanya
- Warna stoma tampak berbeda atau tidak seperti biasanya
- Tercium bau tidak sedap atau busuk dari stoma
- Tinja tidak bisa keluar atau terasa ada sumbatan pada stoma
Mengenal istilah seperti colostomy, ileostomy, atau urostomy dapat membantu kita lebih siap dan tidak panik saat menghadapi kondisi kesehatan tertentu. Meskipun terdengar asing dan bersifat medis, semua hal ini sebenarnya bisa dipelajari secara bertahap, terutama jika dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hidup dengan stoma memang memerlukan penyesuaian, namun hal ini tidak berarti aktivitas sehari-hari harus berhenti. Jika kamu memerlukan kantong ostomy, Galeri Medika banyak menyediakan alat kesehatan tersebut yang pastinya 100% Original dan bisa dikirim keseluruh Indonesia.
https://vcareathome.com/blogs/how-to-empty-a-colostomy-bag-at-home
https://www.verywellhealth.com/ileostomy-vs-colostomy-surgery-bag-location-recovery-7092672
https://ada.com/colostomy-bag/
https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/bowel-cancer/what-is-a-stoma
https://www.fittleworth.com/advice-centre/stoma/applying-stoma-pouch-practical-tips/
https://www.ostomy.org/types-pouching-systems
https://www.heagimed.com/understanding-colostomy-bags-clinical-purpose-system-types-and-care-considerations




