Event lari belakangan ini benar-benar jadi fenomena yang membuat banyak orang terpikat. Di timeline media sosial, hampir setiap akhir pekan muncul orang-orang yang ikut fun run dengan jersey warna-warni, recap video estetik, sampai video video di garis start sampai finish yang terlihat asik banget. Nah hal ini juga nih yang buat banyak orang fomo mau ikutan.

Selain seru, event lari sekarang juga punya daya tarik tambahan nih. Banyak penyelenggara yang menyiapkan goodie bag super lengkap yang belakangan sering viral karena ukurannya yang besar dan isinya beragam. Tapi di balik keseruannya, persiapan tetap penting. Supaya bisa menikmati event dari awal sampai finish line tanpa cedera, simak tipsnya dan beberapa rekomendasi produk supaya bisa ikut event running lancar sampai garis finish.

Kenapa Banyak Orang Ikut Event Lari?

Pertama, event lari itu udah jadi semacam culture baru. Banyak banget orang ikut event karena pengen tampil kece di sosmed. Foto slow-motion lagi lari, video aesthetic di garis finish, sampai selfie sama medalinya semua jadi bahan konten yang seru dan kebanggaan tersendiri.

Selain itu, ada juga yang ikut karena goodie bag. Sekarang banyak event lari yang goodie bag nya gede banget sampai kayak tas koper. Isinya pun macam-macam dari snack, vitamin, minuman, merchandise, sampai kaos tambahan. Kadang orang daftar bukan karena lari, tapi karena Goodie bag nya lucu banget, jadi harus banget dapet!

Tapi tentu saja banyak juga yang ikut karena benar-benar ingin olahraga, mencoba gaya hidup lebih sehat, ketemu komunitas baru, atau sekadar merasakan atmosfer kompetisi yang fun tapi nggak menekan. Lari itu fleksibel bisa jalan santai, jogging pelan, atau lari cepat. Semua bisa ikut.

Event Lari Lagi Hype! Mau Ikutan? Ini Tips Pemula + Alkes Wajib Biar Nggak Cedera!

Tips Pemula Sebelum Ikut Event Lari

  • Mulai dengan Jadwal Latihan Bertahap
    Kunci paling penting adalah jangan langsung maksa lari jauh. Untuk pemula, kombinasi lari + jalan + istirahat adalah metode paling aman karena membantu tubuh beradaptasi tanpa overuse. Menurut Mayo Clinic, latihan 5K idealnya dilakukan selama 7 minggu, dengan sesi lari dan jalan kaki sekitar 30 menit secara bergantian, lalu total latihan mingguan mencakup durasi 1 jam jalan dan 1 jam lari. Di minggu-minggu berikutnya, waktu larinya ditambah pelan-pelan sementara waktu jalannya dikurangi. Seiring waktu, tubuh akan semakin kuat melakukan jarak 5K. Mayo Clinic juga menegaskan bahwa kalau lebih nyaman jalan dulu, itu tidak masalah jalan 5K tetap sangat bagus sebagai olahraga, asalkan ritmenya konsisten.

  • Latihan Silang (Cross-Training) Biar Badan Nggak Kaget
    Menurut Everyday Health, latihan silang seperti bersepeda, berenang, HIIT, dan latihan kekuatan membantu memperkuat otot inti, kaki, dan meningkatkan kapasitas stamina secara keseluruhan. Cross-training juga menjaga supaya latihan tetap fun dan bervariasi.

Rekomendasi Jadwal Latihan 1-7 Minggu

Jadwal ini mengacu pada pola umum pemula yang direkomendasikan Mayo Clinic, dengan peningkatan bertahap selama tujuh minggu.

MingguPola Lari/JalanLatihan SabtuHari Istirahat
Minggu 115 detik lari / 45 detik jalan3 mil (4,8 km)Jumat & Minggu
Minggu 215 detik lari / 45 detik jalan3,5 mil (5,6 km)Jumat & Minggu
Minggu 320 detik lari / 40 detik jalan2 mil (3,2 km) + Magic MileJumat & Minggu
Minggu 420 detik lari / 40 detik jalan4 mil (6,4 km)Jumat & Minggu
Minggu 525 detik lari / 35 detik jalan2 mil (3,2 km) + Magic MileJumat & Minggu
Minggu 625 detik lari / 35 detik jalan4,5 mil (7,2 km)Jumat & Minggu
Minggu 730 detik lari / 30 detik jalanHari lomba 5KJumat & Minggu
Event Lari Lagi Hype! Mau Ikutan? Ini Tips Pemula + Alkes Wajib Biar Nggak Cedera!

Cara Mencegah Cedera Selama Latihan & Event

  1. Atur Kecepatan & Jarak, Jangan Gaspol di Awal
    Pace dan jarak awal sepenuhnya bergantung pada kondisi tubuh. Mayo Clinic menekankan pentingnya memulai perlahan, lalu meningkatkan intensitas secara bertahap per minggu. Kalau tubuh belum siap, memaksa diri hanya akan menambah risiko cedera. Intinya: lari santai tidak apa-apa, yang penting konsisten.
  2. Jangan Lewatkan Pemanasan & Pendinginan
    Pemanasan mempersiapkan otot untuk bekerja, meningkatkan aliran oksigen, dan membantu tubuh masuk ke mode latihan. Setelah selesai, pendinginan ringan membantu mengembalikan ritme jantung dan mengurangi rasa pegal. Keduanya penting untuk menjaga mobilitas dan meminimalkan risiko cedera kecil seperti tarikan otot.
  3. Ikuti Jadwal Latihan yang Sudah Dibuat
    Jangan latihan asal-asalan. Mayo Clinic menekankan bahwa program latihan yang terstruktur seperti interval jalan lari jauh lebih aman dibanding latihan spontan. Dengan mengikuti jadwal mingguan, tubuh dapat beradaptasi sedikit demi sedikit tanpa kaget.
  4. Dengarkan Tubuh & Hindari Overtraining
    Kalau ada tanda-tanda nyeri yang tidak biasa, pusing, atau pernapasan terasa berat, berhenti sejenak. Everyday Health mengingatkan bahwa memaksakan diri justru bisa menghambat progres. Tubuh butuh istirahat untuk pulih dan berkembang.
  5. Gunakan Perlengkapan yang Tepat
    Perlengkapan bukan soal gaya, tapi perlindungan. Everyday Health menyarankan untuk menggunakan:
    • Sepatu lari yang sesuai bentuk kaki
    • Pakaian yang nyaman & menyerap keringat
    • Tabir surya jika latihan atau event dilakukan di luar ruangan
    • Alat pendukung tubuh seperti deker lutut, siku, atau penyangga pergelangan tangan sesuai kebutuhan

Perlengkapan yang tepat membantu mengurangi gesekan, tekanan berlebih, dan panas tubuh.

Event Lari Lagi Hype! Mau Ikutan? Ini Tips Pemula + Alkes Wajib Biar Nggak Cedera!

Alat Kesehatan & Perlengkapan Wajib Agar Tidak Cedera

Supaya lebih nyaman ketika event lari kamu bisa siapkan beberapa alat kesehatan supaya pas lari bisa lebih nyaman, berikut rekomendasi alkesnya:

  1. Oximeter


    Oximeter untuk memantau kadar oksigen saat lari
    Alat untuk memantau kadar oksigen saat lari. Sudah termasuk tas penyimpanan dan tali pengait sehingga mudah dibawa.
  2. Deker Lutut


    Deker lutut untuk mendukung persendian lutut
    Mendukung persendian lutut dan menguatkan lutut saat olahraga yang mengandalkan kekuatan persendian lutut.
  3. Deker Siku


    Deker siku atau elbow support untuk melindungi persendian siku
    Pelindung persendian siku yang berguna untuk aktivitas yang mengandalkan kekuatan persendian siku.
  4. Penyangga Pergelangan Tangan


    Wrist support untuk pergelangan tangan
    Membantu meredakan nyeri pada pergelangan tangan. Terbuat dari bahan lentur yang dapat menyesuaikan suhu dan menyerap keringat.

Ikut event lari memang seru, tapi yang paling penting adalah bagaimana kamu menikmati prosesnya. Mulai dari persiapan latihan, pilih perlengkapan yang nyaman, sampai menjaga tubuh tetap fit menjelang hari-H semuanya jadi bagian perjalanan menuju garis finish. Yang penting bukan siapa yang paling cepat. Ingat, setiap orang punya ritme masing-masing. Tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Mau jalan dulu? Boleh. Mau lari pelan? Silakan.

Selain itu, jangan lupa siapkan juga alat kesehatan pendukung supaya pengalaman lari kamu lebih aman dan nyaman. Perlengkapan seperti oximeter, deker lutut, deker siku, hingga penyangga pergelangan tangan bisa bantu menjaga tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko cedera saat event berlangsung. Kamu bisa dapatkan alat kesehatan oximeter, deker lutut dan siku di toko alat kesehatan terpercaya. Galeri Medika banyak menjual keperluan tersebut yang pastinya 100% original dan bisa dikirim keseluruh indonesia.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/5k-run/art-20050962
https://www.everydayhealth.com/fitness/how-to-start-running-an-absolute-beginners-guide/
https://jadwallari.id/event-lari-terbesar-di-indonesia/