Kamu pernah nggak, lagi sakit kepala atau nyeri sendi, terus iseng denger lagu biar suasana hati agak enakan? Ternyata hal sepele itu sempat diteliti beneran, lho. Para ilmuwan menemukan bahwa musik bisa memengaruhi cara otak memproses rasa sakit. Jadi, bukan cuma soal mood, tapi memang ada efek biologisnya di tubuh.

Penelitian dari Trinity College Dublin menunjukkan kalau mendengarkan musik tertentu bisa menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan bantu otak melepaskan dopamin hormon yang bikin kita merasa lebih tenang dan bahagia. Menariknya, efek ini bisa muncul bahkan saat kamu cuma rebahan sambil denger lagu favoritmu lho. Bagi Cecily Gardner, penyanyi jaz asal California, pengalaman itu sangat pribadi. Musik membantunya melewati masa sakit berat, dan kini ia sering bernyanyi untuk teman-teman yang juga sedang berjuang melawan nyeri. Yuk bahas lebih lanjut seputar musik dan hubungannya dengan kesehatan.

Apa Itu Terapi Musik dan Mendengarkan Musik Untuk Nyeri

Nah, ternyata mereka berdua itu dua hal yang berbeda antara mendengarkan musik biasa dan terapi musik terstruktur. Kalau cuma mendengarkan musik, kita bisa pilih lagu sesuai selera buat menenangkan diri. Tapi kalau terapi musik, ada terapis profesional yang membantu pasien berinteraksi aktif dengan musik entah lewat bernyanyi, memainkan alat musik, atau menulis lagu.

Bedanya, terapi musik punya tujuan klinis, misalnya untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, atau membantu pasien dengan gangguan mental tertentu. Sebuah studi bahkan menunjukkan 77% pasien kanker lebih suka sesi terapi musik yang dipandu langsung oleh terapis dibanding hanya mendengarkan musik sendiri, karena efeknya terasa lebih nyata.

Gimana Musik Bisa Ngurangin Rasa Sakit? Ini Jawabannya!

Cara kerja musik sendiri itu sederhana. Suara musik yang masuk ketelinga diterjemahkan sebagai getaran dan sinyal listrik lalu neuron meneruskannya ke bagian otak seperti korteks serebral, yang memproses elemen‑elemen musik (misalnya nada, ritme, pitch). Musik bisa mengalihkan fokus otak dari rasa nyeri ke rangsangan yang lebih positif dan memengaruhi emosi dan sistem tubuh. Selain itu, musik membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah, yang otomatis bikin tubuh lebih rileks. Namun, efek ini sangat bergantung pada jenis musik dan suasana hati pendengarnya. Musik yang lembut dan menyentuh emosi biasanya lebih efektif dibanding musik yang cepat atau keras. Beberapa jenis musik bahkan bisa menurunkan aktivitas saraf yang memproses nyeri. Jadi, otak menganggap rasa sakit itu tidak separah aslinya.

Terobosan Medis: Stetoskop AI yang dapat mendeteksi kondisi jantung utama dalam 15 detik

Sains di Balik Musik vs Nyeri Bukan Cuma Katanya!

 Otak kita punya cara unik dalam memproses suara. Saat mendengar musik, getaran dari telinga diubah jadi sinyal listrik dan dikirim ke bagian otak yang mengatur emosi dan nyeri. Hasilnya? Otak melepaskan hormon dopamin dan endorfin yang bikin kita merasa nyaman. Penelitian juga menunjukkan:

  • Musik bisa menurunkan kadar kortisol (hormon stres) bahkan tanpa tergantung pada genre musiknya.
  • Sekitar 68,5% dari 349 studi tentang musik dan kesehatan mental menunjukkan hasil positif untuk pasien dengan depresi, bipolar, atau skizofrenia.
  • Musik bisa mencegah burnout pada tenaga medis. Dalam studi 6 minggu, staf yang rutin mendengarkan musik 30 menit per hari mengalami penurunan stres dan kelelahan emosional.
  • Musik membantu tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. Sekitar 62% orang mengaku musik bantu mereka rileks sebelum tidur.
  • Pada anak-anak, musik terbukti menurunkan kecemasan sebelum dan selama prosedur medis.

Bagi orang dengan kondisi kronis, pilihan kecil seperti menentukan lagu dapat memberi rasa agensi kendali atas tubuh mereka sendiri,” kata Claire Howlin, Direktur Music and Health Psychology Lab di Trinity College Dublin.

Emangnya Musik Apa yang Cocok? Harus K-Pop? Jazz? Dangdut?

Nah kabar baiknya, nggak ada aturan baku soal genre musik. Penelitian dari Frontiers in Pain Research menunjukkan, musik favorit dengan tema nada yang mengharukan atau pahit manis justru bisa lebih efektif menurunkan rasa tidak nyaman. Jadi, entah suka dangdut, pop atau jazz selama bikin kamu merasa tenang, efeknya bakal terasa. Yang penting, musiknya kamu nikmati dan punya nilai emosional untuk kamu.

Tapi, Musik Bukan Solusi Instan Buat Semua!

Walaupun hasilnya menjanjikan, musik tetap bukan pengganti pengobatan medis ya, Kak. Kebanyakan penelitian dilakukan pada nyeri akut yang disimulasikan di laboratorium bukan nyeri kronis kompleks. Efeknya juga bisa berbeda tergantung suasana hati, konteks, sampai tingkat kecemasan seseorang. Jadi kalau kamu punya kondisi medis serius, tetap perlu konsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan ya.

Terapi Musik vs Body Support: Dua Cara Berbeda, Tujuan Sama

Terobosan Medis: Stetoskop AI yang dapat mendeteksi kondisi jantung utama dalam 15 detik

Kalau dipikir-pikir, konsep terapi musik ini mirip dengan fungsi body support pada alat kesehatan seperti korset kesehatan, deker lutut, atau penyangga tangan. Bedanya, musik bekerja lewat pikiran memberikan ketenangan dan mengalihkan fokus dari rasa sakit. Jika alat seperti body support bekerja lewat tubuh menahan gerakan agar cedera tidak makin parah dan membantu pemulihan lebih cepat. Dari dua arah yang berbeda, keduanya punya tujuan sama mengurangi nyeri dan bantu tubuh pulih. Jadi, kalau kamu lagi nyeri sendi atau otot, bisa coba pakai alat kesehatan pendukung sambil dengerin musik yang kamu suka. Nah efeknya bisa saling melengkapi.

Musik memang bisa bantu tubuh merasa lebih baik, tapi tetap bukan pengganti pengobatan ya. Kalau kamu sedang mengalami nyeri atau butuh perawatan lebih lanjut, kamu bisa gunakan alat kesehatan untuk bantu pemulihan. Nah kamu juga bisa putar lagu yang paling kamu suka siapa tahu, itu jadi obat paling ringan tapi efektif yang kamu punya. yuk coba siapa tau bisa bantu redakan nyeri terlebih sudah ada penelitian yang membuktikan lho.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23017609/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22001666/
https://www.alomedika.com/apakah-terapi-musik-bermanfaat-secara-medis
https://www.kompas.tv/amp/info-publik/623892/musik-terbukti-bantu-redakan-rasa-sakit-pasien-ilmuwan-ungkap-cara-kerjanya?page=2
https://psychcentral.com/stress/the-power-of-music-to-reduce-stress
https://www.nccih.nih.gov/health/music-and-health-what-you-need-to-know
https://www.frontiersin.org/journals/pain-research/articles/10.3389/fpain.2023.1210572
https://www.frontiersin.org/journals/pain-research/articles/10.3389/fpain.2023.1210572
https://www.apa.org/monitor/2013/11/music