Sehat itu mahal, begitulah pepatah yang sering terdengar. Di tengah rutinitas modern yang serba cepat, banyak orang sering abai menjaga kesehatan terlebih pola makan. Apalagi dengan maraknya makanan cepat saji, dan makanan viral yang menggiurkan membuat banyak orang kurang mengkonsumsi buah dan sayur, ditambah gaya hidup sedentari, akhirnya banyak yang mencari jalan pintas supaya tetap terlihat sehat salah satunya dengan rutin minum vitamin atau suplemen harian.

Bahkan tren ini sekarang sudah bergeser. Tidak hanya soal daya tahan tubuh, tapi juga soal gaya hidup dan standar kecantikan. Banyak anak muda tergoda untuk mengonsumsi vitamin pencerah kulit, glutathione, kolagen, sampai minuman vitamin yang mengklaim bisa bikin kulit glowing cerah dalam waktu singkat. Masalahnya, tidak sedikit yang mengonsumsinya tanpa tahu dosis, kebutuhan tubuh, bahkan ada yang mencampur berbagai suplemen sekaligus.

Nah, pertanyaannya apakah aman mengonsumsi vitamin dan suplemen setiap hari, apalagi tanpa pengawasan dokter? Apakah tubuh kita benar-benar membutuhkannya, atau justru bisa menimbulkan efek samping jangka panjang?

Amankah Mengonsumsi Suplemen Kesehatan Setiap Hari? Ini Penjelasannya

Yuk, Kenalan dengan Suplemen dan Vitamin

Secara sederhana, suplemen makanan adalah produk tambahan yang dibuat untuk melengkapi kebutuhan gizi atau menunjang kesehatan. Isinya bisa bermacam-macam, mulai dari vitamin, mineral, hingga bahan botani. Meski begitu, kebanyakan orang lebih sering menyebut suplemen sebagai vitamin atau multivitamin, yaitu produk yang berisi 10 atau lebih vitamin dan mineral sekaligus. Bedanya, vitamin biasanya berasal dari sumber alami seperti buah dan sayur, sedangkan suplemen umumnya diproduksi di pabrik dalam bentuk kapsul, tablet, atau serbuk.

“Soal vitamin, sebenarnya tubuh kita bisa mendapatkannya dari makanan,” jelas Dr. Stanford. Kalau pola makan seimbang ada protein rendah lemak, biji-bijian utuh, buah, dan sayur sebenarnya kita nggak terlalu butuh tambahan vitamin dari suplemen. Suplemen sendiri beda cerita. Banyak orang minum karena tergiur iklan atau cerita baru yang lagi viral, padahal belum tentu tubuh mereka membutuhkannya.

Katanya Bagus, Memang Ada Manfaatnya?

Penelitian menunjukkan, vitamin yang berasal dari makanan utuh biasanya lebih bermanfaat daripada yang ada di pil. Meski vitamin sintetis punya komposisi kimia sama dengan vitamin alami, efeknya tetap nggak sebaik yang berasal dari makanan. Pengecualian ada pada folat. Versi sintetisnya dalam suplemen justru lebih mudah diserap tubuh dibandingkan yang berasal dari makanan.

Lalu, gimana dengan multivitamin atau suplemen? Studi dari Johns Hopkins menyebut, multivitamin tidak terbukti bisa menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, penurunan fungsi otak, atau kematian dini. Bahkan, vitamin E dan beta-karoten dalam dosis tinggi justru bisa berbahaya.
Menurut Harvard Health, manfaat suplemen untuk orang sehat juga masih terbatas. Jadi kenapa banyak yang tetap minum? Salah satunya karena efek plasebo. Orang merasa lebih sehat karena percaya mereka sedang melakukan sesuatu yang baik untuk tubuh.

Jadi, Apa Perlu Dikonsumsi Setiap Hari?

Para dokter punya pendapat berbeda soal multivitamin. Ada yang bilang mungkin membantu, nggak akan merugikan kalau dipakai untuk mengisi kekurangan nutrisi. Ada juga yang menilai multivitamin sama sekali nggak perlu.

Kalau memang merasa butuh, mengonsumsi multivitamin sesuai anjuran biasanya aman ya. “Studi telah menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin sesuai resep biasanya tidak menyebabkan masalah serius," kata Dr. Pieter Cohen, dokter spesialis penyakit dalam di Cambridge Health Alliance yang berafiliasi dengan Harvard. Tapi penting diingat multivitamin bukan pengganti pola makan sehat. Ia hanya tambahan, bukan sumber utama nutrisi.Menurut Mayo Clinic, beberapa suplemen seperti serat relatif aman jika diminum setiap hari, selama sesuai dosis. Misalnya inulin, psyllium (Metamucil, Konsyl), atau metilselulosa (Citrucel). Tapi tetap ya, jangan asal konsumsi, apalagi berlebihan. Karena ada risiko:

  • Vitamin A & E dosis tinggi bisa sebabkan cacat lahir, gangguan hati, tulang, kulit, hingga sistem saraf.
  • Vitamin B6 berlebihan bisa merusak saraf.
  • Kalsium & vitamin D ekstra bisa memicu batu ginjal.
  • Vitamin larut lemak (A, D, E, K) bisa menumpuk di tubuh dan jadi racun kalau kebanyakan.
  • Vitamin K bisa mengganggu kerja obat pengencer darah seperti warfarin.
  • Suplemen herbal seperti ginkgo biloba dan ginseng bisa berinteraksi dengan obat jantung atau diabetes.
Amankah Mengonsumsi Suplemen Kesehatan Setiap Hari? Ini Penjelasannya

Siapa yang Memang Perlu Suplemen?

Tidak semua orang butuh suplemen, lho. Orang dewasa sehat dengan pola makan baik biasanya cukup dari makanan sehari-hari. Tapi, ada kelompok tertentu yang dianjurkan:

KondisiSuplemen yang Disarankan
Ibu hamilAsam folat, zat besi
LansiaVitamin D, kalsium, B12
Vegan & vegetarianVitamin B12, zat besi, omega-3
Penderita gangguan pencernaanMultivitamin atau sesuai kebutuhan
Orang dengan paparan sinar matahari minimVitamin D
Pasca operasi bariatrikVitamin dan mineral kompleks

Makanan Sehat, Solusi Lebih Baik

Dibanding konsumsi vitamin yang masih simpang siur manfaatnya, lebih baik penuhi kebutuhan nutrisi dari makanan sehari-hari. Beberapa contoh yang bisa kamu jadikan acuan:

  1. Biji-bijian utuh
    Seperti gandum, beras merah, dan jelai kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak baik. Memilih lauk, sereal, roti, dan lainnya yang terbuat dari biji-bijian utuh bisa menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
  2. Batasi lemak jenuh
    Lemak jenuh banyak ditemukan dalam makanan seperti mentega, daging berlemak, keju penuh lemak, dan minyak sawit. Lemak ini bisa meningkatkan kolesterol LDL yang berbahaya bagi jantung dalam aliran darah. Lemak jenuh juga dapat mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk menyerap gula darah dengan mudah. Membatasi lemak jenuh dapat membantu mengendalikan risiko penyakit jantung.
  3. Asam lemak omega 3
    Asam lemak ini dianggap lemak esensial karena tubuh kita membutuhkannya tetapi tidak dapat memproduksinya. Kamu bisa penuhi omega 3 dengan konsumsi ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), kenari, dan biji rami yang penting untuk kesehatan otak dan jantung.

Suplemen memang bisa membantu, tapi jangan sampai dianggap jalan pintas menuju hidup sehat. Kalau tubuh dalam kondisi baik dan kamu bisa menjaga pola makan seimbang, sebenarnya tambahan suplemen tidak terlalu diperlukan. Justru kalau berlebihan, konsumsi suplemen bisa menimbulkan masalah serius.

Selain memperhatikan asupan, cara terbaik menjaga kesehatan adalah dengan mengatur pola makan sesuai kebutuhan tubuh. Kamu juga bisa menggunakan kalkulator kalori harian untuk mengetahui kebutuhan energi setiap harinya. Agar lebih maksimal, penting juga punya beberapa alat kesehatan dasar di rumah seperti alat cek gula darah, tensimeter, timbangan, atau oximeter. Dengan begitu, kondisi tubuh bisa terpantau lebih mudah. Nah, semua alat kesehatan ini bisa kamu dapatkan dengan praktis di Galeri Medika.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/do-you-need-a-daily-supplement
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/fiber-supplements/faq-20058513
https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/is-there-really-any-benefit-to-multivitamins
https://www.ama-assn.org/public-health/prevention-wellness/what-doctors-wish-patients-knew-about-vitamins-and-supplements
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/vitamin-and-mineral-supplements-what-to-know
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/dont-waste-time-or-money-on-dietary-supplements