Setiap bayi yang baru lahir tentu diharapkan tumbuh sehat dan kuat. Tapi, banyak orang tua belum menyadari bahwa kulit bayi yang terlihat menguning bisa jadi tanda kondisi yang disebut penyakit kuning neonatal. Di beberapa tempat, masih ada yang percaya kalau bayi cukup dijemur di bawah matahari supaya cepat sembuh. Padahal, sinar matahari mengandung sinar ultraviolet dan inframerah yang justru bisa bikin kulit bayi kepanasan, terbakar, bahkan berisiko dehidrasi. Karena itu, cara ini sebenarnya tidak dianjurkan.

Penyakit kuning pada bayi yang berat masih menjadi masalah serius di dunia, bahkan menyebabkan lebih dari 100.000 kematian bayi setiap tahun dan bisa menimbulkan gangguan otak permanen pada sebagian kasus. Sayangnya, banyak bayi di negara berpenghasilan rendah belum bisa mendapatkan penanganan yang layak karena keterbatasan fasilitas dan biaya. Padahal sekarang sudah ada cara yang lebih aman, yaitu fototerapi atau terapi cahaya biru yang membantu menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi secara terkontrol. Nah, sebelum membahas lebih jauh soal penanganannya, yuk kenali dulu lebih dalam tentang neonatal jaundice atau bayi kuning ini.

bayi kuning

Apa Itu Bayi Kuning (Neonatal Jaundice)?

Penyakit kuning pada bayi atau ikterus neonatal adalah kondisi yang cukup sering terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan warna kulit dan bagian putih mata bayi yang tampak kekuningan. Umumnya, penyakit kuning pada bayi tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan bilirubin dalam darah bayi. Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari proses alami pemecahan sel darah merah di dalam tubuh. Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin biasanya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sehingga tubuh bayi memerlukan waktu untuk membuangnya.

Sekitar 60% bayi yang lahir cukup bulan mengalami penyakit kuning pada minggu pertama kehidupannya. Angka tersebut bahkan lebih tinggi pada bayi prematur, yaitu mencapai sekitar 80%, dan kondisi ini dapat menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

Tingginya kadar bilirubin pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Bayi yang baru lahir masih dalam tahap belajar menyusu dengan baik, padahal bilirubin dikeluarkan melalui urine dan feses. Selain itu, hati bayi yang berfungsi mengolah bilirubin juga belum berkembang sempurna sehingga proses pembuangan bilirubin dari tubuh belum bekerja secara optimal.

Apakah Bayi Kuning Bisa Disembuhkan?

Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi dapat sembuh sendiri dalam 1–2 minggu. Penanganan awal umumnya dilakukan dengan meningkatkan pemberian ASI atau susu formula agar bayi lebih sering buang air besar sehingga bilirubin lebih cepat keluar dari tubuh. Jika kadar bilirubin tinggi, dokter biasanya akan melakukan fototerapi sebagai terapi utama.

Fototerapi menggunakan cahaya biru kehijauan yang aman untuk membantu memecah bilirubin sehingga mudah dikeluarkan melalui urine dan feses. Saat menjalani terapi, bayi biasanya hanya memakai popok agar cahaya terserap maksimal serta penutup mata untuk melindungi mata. Dibandingkan terapi lain seperti IVIg atau transfusi tukar yang digunakan pada kasus berat, fototerapi merupakan metode yang paling umum, aman, dan efektif untuk menangani penyakit kuning pada bayi.

Mengenal Neonate Bilirubin Phototherapy

OMRON HV-F230 TENS Sport Massager

Fototerapi merupakan metode yang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Dalam prosedur ini, bayi ditempatkan di bawah cahaya biru, atau terkadang hijau, dengan sebagian besar kulit terbuka. Cahaya tersebut diserap oleh kulit dan membantu tubuh membuang bilirubin melalui urine dan feses lebih cepat.

Umumnya, fototerapi hanya diperlukan selama beberapa hari dan jarang berlangsung lebih dari satu minggu. Jika terapi harus dilakukan lebih lama, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pengecekan golongan darah dan hitung darah lengkap, untuk memastikan tidak ada gangguan lain selain peningkatan bilirubin.

Kumpulan Produknya!! KLIK DISINI

Cara Kerja Fototerapi

Fototerapi bekerja dengan mengubah bilirubin pada kulit menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan tubuh sehingga dapat mencegah komplikasi seperti kerusakan otak atau gangguan pendengaran. Selama terapi, kadar bilirubin bayi akan dipantau melalui tes darah secara berkala. Umumnya, fototerapi dilakukan sekitar 48 jam, tetapi dapat berlangsung lebih lama jika kadar bilirubin masih tinggi.

Dalam prosesnya, bayi ditempatkan di bawah cahaya biru kehijauan di dalam inkubator agar tetap hangat. Bayi biasanya hanya mengenakan popok dan penutup mata untuk melindungi mata dari cahaya terang. Semakin banyak kulit yang terkena cahaya, semakin efektif terapi ini bekerja. Fototerapi dikenal sebagai metode pengobatan penyakit kuning pada bayi yang aman, efektif, dan tidak menimbulkan rasa sakit.

bayi kuning

Apakah Phototherapy Aman?

Fototerapi memiliki beberapa risiko, tetapi umumnya aman dan efektif untuk bayi dengan kadar bilirubin tinggi. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika menggunakan fototerapi :

  1. Risiko utama fototerapi adalah paparan cahaya pada mata bayi, sehingga bayi harus menggunakan penutup mata khusus untuk melindungi retina. Dahulu lampu fototerapi bisa menghasilkan panas dan berisiko menyebabkan luka bakar, tetapi sekarang umumnya sudah menggunakan LED yang lebih aman dan tidak panas.
  2. Pada beberapa bayi, kulit dapat tampak lebih gelap sementara, namun kondisi ini akan kembali normal setelah terapi selesai.
  3. Selama terapi, bayi harus sering berada di bawah lampu sehingga tidak bisa dibedong, dan waktu menyusui bisa terganggu meskipun tetap penting untuk membantu penurunan bilirubin.
  4. Efek samping ringan yang mungkin terjadi meliputi ruam kulit, dehidrasi, dan kepanasan.

Penelitian menunjukkan fototerapi tidak terbukti meningkatkan risiko kanker pada bayi. Meski ada efek samping, manfaat fototerapi dalam melindungi otak bayi jauh lebih besar, dan penggunaannya selalu disesuaikan dengan pedoman medis.

Rekomendasi Neonate Bilirubin Phototherapy untuk Terapi Bayi Kuning

GEA XHZ 90L Neonate Bilirubin Phototherapy

GEA XHZ 90L Neonate Bilirubin Phototherapy

GEA XHZ 90L Neonate Bilirubin Phototherapy merupakan lampu fototerapi dengan teknologi LED dirancang khusus untuk perawatan bilirubin pada bayi baru lahir. Dengan teknologi LED hemat energi, alat ini mampu memberikan pancaran cahaya yang efektif untuk mempercepat proses pemecahan kadar bilirubin dalam tubuh bayi. Dengan masa pakai mencapai 5000 jam, lampu ini menjadi pilihan efektif dan ekonomis untuk ruang NICU atau ruang perawatan bayi di rumah sakit maupun klinik.
Spesifikasi Produk:

  • Sumber cahaya LED (hemat energi & tidak panas)
  • Dilengkapi timer fototerapi
  • Sudut & tinggi lampu bisa disesuaikan
  • Roda dapat dikunci (model mobile)
  • Output daya 75VA
  • Umur lampu hingga 5000 jam

Beli produk? KLIK DISINI

GEA XHZ 90 Neonate Bilirubin Phototherapy

GEA XHZ 90 Neonate Bilirubin Phototherapy

Neonate Phototheraphy GEA XHZ90 merupakan Inkubator Bayi Dengan Lampu Fototerapi yang tergabung dalam satu alat membuat pemakaian praktis dan mudah. Alat Inkubator bayi yang telah dilengkapi dengan alat terapi bilirubin (lampu fototerapy). Dibekali dengan alarm untuk indikasi adanya gangguan atau kondisi kejanggalan tertentu, timer untuk kemudahan pengaturan waktu terapi dan radiasi cahaya biru terpancar dari dua sisi atau dua arah. Lampu Fototerapi GEA XHZ 90 yang dapat dikombinasikan dengan inkubator bayi GEA sehingga proses penanganan bayi prematur semakin optimal.
Spesifikasi Produk:

  • Kontrol mode udara oleh komputer mikro, mode Bayi sebagai pemantauan
  • Indikasi alarm Kegagalan
  • Radiasi cahaya biru di dua sisi
  • Timer untuk perawatan fototerapi
  • Bassinet dapat ditarik keluar dari pintu samping
  • Roda dapat dikunci
  • Maks. Output : 150VA
  • Life time : 2000 jam

Beli produk? KLIK DISINI

Fototerapi merupakan metode utama yang aman dan efektif untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi baru lahir dengan cara membantu memecah bilirubin agar lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Meskipun ada beberapa efek samping ringan seperti ruam, dehidrasi, atau perubahan warna kulit sementara, prosedur ini telah terbukti tidak meningkatkan risiko kanker dan sangat jarang menimbulkan komplikasi serius. Dengan perlindungan sederhana seperti penutup mata dan pemantauan medis yang tepat, fototerapi tetap menjadi pilihan terapi yang penting karena manfaatnya dalam mencegah kerusakan otak akibat bilirubin tinggi jauh lebih besar dibandingkan risikonya.

Baca artikel lainnya

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://medium.com/innovate4health/treating-neonatal-jaundice-in-the-developing-world-with-d-revs-brilliance-210d65a542e7
https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/newborn-jaundice-and-light-therapy
https://www.chop.edu/health-resources/phototherapy-for-jaundice-in-newborns
https://www.nhs.uk/conditions/jaundice-in-babies/
https://www.webmd.com/parenting/baby/digestive-diseases-jaundice
https://www.kidshealth.org.nz/jaundice/phototherapy-for-the-treatment-of-jaundice