
Polusi udara kini menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan manusia. Tidak hanya memengaruhi paru-paru dan sistem pernapasan, paparan udara kotor juga berpotensi mengganggu fungsi otak. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polutan seperti PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif bahkan demensia.
PM2.5 merupakan partikel mikroskopis berukuran sangat halus, yaitu di bawah 2,5 mikrometer. Karena dimensinya yang begitu kecil, partikel ini mampu menembus hingga ke bagian terdalam paru-paru, masuk ke dalam aliran darah, dan akhirnya tersebar ke otak serta organ vital lainnya.

Apa Itu Demensia dan Mengapa Berbahaya?
Demensia terjadi ketika sel-sel otak mengalami kerusakan akibat berbagai penyakit yang mengganggu cara kerja otak. Saat sel-sel ini tidak lagi mampu berkomunikasi dengan baik, dampaknya bisa terlihat pada cara seseorang berpikir, berperilaku, hingga mengendalikan emosi. Otak sendiri terdiri dari banyak area yang memiliki fungsi berbeda, seperti mengatur ingatan, pengambilan keputusan, dan gerakan tubuh. Ketika bagian tertentu mengalami kerusakan, kemampuan yang dikendalikan area tersebut pun ikut terganggu.
Kondisi inilah yang membuat demensia berbahaya, karena tidak hanya menurunkan daya ingat, tetapi juga menghambat kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari, hingga akhirnya membuat penderitanya kehilangan kemandirian dan membutuhkan bantuan dalam hampir setiap aspek kehidupan.
Hubungan Antara Polusi Udara dan Risiko Demensia
Menurut penelitian di berbagai negara, partikel halus (PM2.5) yang berasal dari asap kendaraan, pembakaran sampah, dan industri dapat masuk ke aliran darah melalui paru-paru, lalu mencapai otak. Paparan terus-menerus ini dapat menyebabkan:
- Peradangan otak (neuroinflammation)
- Kerusakan sel saraf (neurodegenerasi)
- Gangguan suplai oksigen ke otak

Cara Melindungi Otak dari Dampak Polusi Udara
Meski sulit menghindari polusi udara sepenuhnya, langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi risikonya:
- Gunakan masker dengan filtrasi tinggi (seperti N95) saat berada di luar ruangan.
- Gunakan air purifier di dalam rumah atau kantor untuk menjaga kualitas udara.
- Konsumsi makanan tinggi antioksidan seperti buah beri, ikan, dan sayuran hijau.
- Olahraga teratur dan cukup tidur untuk menjaga sirkulasi darah ke otak.
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memantau fungsi jantung dan tekanan darah.

Lindungi Otak, Mulai dari Udara yang Kita Hirup
Polusi udara tidak hanya mengancam paru-paru, tetapi juga bisa mempercepat penurunan fungsi otak dan meningkatkan risiko demensia. Dengan menjaga kualitas udara di sekitar kita, menggunakan pelindung diri, serta menerapkan gaya hidup sehat, kita bisa melindungi otak dari kerusakan jangka panjang.
Untuk membantu menjaga udara di rumah tetap bersih, Anda bisa menggunakan alat kesehatan seperti air purifier dan selalu menggunakan masker medis berkualitas saat keluar rumah. Kedua alat tersebut dapat kamu beli di Galeri Medika secara offline maupun online. Dengan perlindungan yang tepat, kesehatan otak dan tubuh Anda akan tetap terjaga meski tinggal di lingkungan dengan polusi tinggi.
https://mediaindonesia.com/humaniora/817167/studi-terbaru-ungkap-kaitan-polusi-udara-dengan-demensia
https://www.iqair.com/id/newsroom/pm2-5
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9170-dementia
https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia
https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/managing-the-risk-of-dementia/reduce-your-risk-of-dementia/air-pollution
https://www.thelancet.com/journals/lanplh/article/PIIS2542-5196(20)30227-8/fulltext




