Kolesterol dan protein ini disebut dengan lipoprotein. Analisis lipoprotein (profil lipoprotein atau profil lipid) mengukur kadar darah dari jumlah kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol, trigliserida. Profil lipid dalam tubuh manusia harus berada pada posisi normal. Maka dari itu mengecek lipid secara berkala merupakan hal yang sangat penting terutama yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler.



Ada beberapa fungsi dari profil lipid yaitu sebagai berikut:

1. Mengukur kadar kolesterol secara total

Salah satu fungsi utama dari tes profil lipid adalah untuk mengukur kadar kolesterol total. Kolesterol total adalah jumlah dari LDL atau disebut juga dengan kolesterol jahat dan HDL atau nama lainnya kolesterol baik. Batas kolesterol wajar manusia pada umumnya adalah harus di bawah 200 mg/dL.

2. Dapat mengukur kadar HDL (High Density Lipoprotein)

Selain dapat mengukur kadar kolesterol secara keseluruhan, lipid bisa mengukur kadar HDL (High Density Lipoprotein). Jenis kolesterol ini merupakan jenis yang tidak berbahaya. Fungsi keberadaannya dalam tubuh mampu membuang kelebihan kolesterol jahat (LDL) di dalam pembuluh darah arteri dan mengembalikan LDL ke hati untuk selanjutnya diproses dan dibuang. Kadar HDL yang dianjurkan adalah 40mg/dL atau lebih

3. Dapat mengukur kadar LDL (Low Density Lipoprotein)

Alat ini juga bisa mengecek kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh seseorang. Mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh sangatlah penting karena ini merupakan salah satu jenis kolesterol yang berbahaya apalagi dalam jumlah yang berlebih. LDL merupakan pengangkut kolesterol yang paling banyak di dalam darah. Dan membawa sejumlah kecil protein yang dari hati ke bagian tubuh lain. Pastikan kadar LDL dalam tubuh tidak lebih dari 100 mg/dL

4. Dapat mengukur kadar Trigliserida

Trigliserida merupakan salah satu jenis kolesterol di dalam darah dan berbagai organ tubuh lainnya yang berfungsi bagi tubuh untuk menyimpan energi dan memberikan energi untuk otot. Dengan kata lain trigliserida merupakan bentuk lain dari lemak dalam darah. Trigliserida tidak boleh lebih dari 150 mg/dL di dalam tubuh Anda.

5. Dapat mengukur kadar Non HDL

Non HDL adalah jumlah semua jenis kolesterol selain HDL. Dengan kata lain, dalam perhitungan Non HDL adalah jumlah kolesterol total dikurangi dengan HDL atau kolesterol baik. Anda bisa menghitungnya secara manual. Namun bila Anda mempunyai lipid ini, maka secara otomatis akan menampilkan angka banyaknya kadar non HDL dalam tubuh manusia. Untuk kadar non HDL yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan adalah tidak boleh lebih dari 130 mg/dL

6. Dapat mengukur perbandingan antara LDL dengan HDL

Perbandingan antara LDL dan HDL merupakan komponen yang tak kalah penting untuk mencegah penyakit kardiovaskuler. Dan perbandingan yang direkomendasikan oleh pakar adalah 5:1. 5 untuk LDL dan 1 untuk HDL

Untuk alat lipid sendiri, ada merek yang sudah teruji dalam pengukurannya yaitu Lipid Pro Meter.


Lipid Pro Meter



Lipid Pro Meter merupakan alat ukur profil lipid, untuk pengukuran kolesterol tetap, HDL, dan Trigliserida. Dengan sensor RFID- tag (Frequency Identification Tag) alat ini tidak memerlukan coding dalam pengukuran dengan hasil yang cepat dan akurat hanya dalam 2 menit.

Fitur Produk

• Kolesterol tetap
• HDL
• Trigliserida
• LDL (perhitungan otomatis)
• Hasil cepat hanya 2 menit
• Volume sampai 5 µL
• Sistem pengkodean strip otomatis dengan RFID – tak

Spesifikasi Produk

• Jenis Produk: Alat ukur profil lipid
• Sampel: Darah utuh kapiler, darah vena
• Kolesterol total: 100~400mg/dL
• Trigliserida: 70~600 mg/dL
• HDL: 25~80 mg/dL
• Waktu Pengukuran: 2 menit
• Volume sampel: 5 μL
• Suhu penyimpanan: 2-30°C (36-86°F)
• Tampilan layar: LCD
• Kapasitas memori: 200 pengukuran
• Port PC: Untuk koneksi kabel antara PC dan alat