
Banyaknya penderita gagal ginjal di usia muda yang berkaitan dengan pola hidup kurang sehat tak lepas dari pengaruh tren di media sosial. Tren kekinian sering kali membuat anak muda mengabaikan kebutuhan dasar tubuh, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan juga menjadi gaya hidup yang banyak diikuti, terutama karena pengaruh promosi besar-besaran di media sosial.
Gula berlebih dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan hipertensi, yang merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal kronis. Tak hanya itu, budaya konsumsi alkohol yang sering dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern juga menambah beban kerja ginjal. Melihat begitu banyaknya faktor gaya hidup yang dapat mempercepat kerusakan ginjal, penting bagi generasi muda untuk mulai lebih peduli pada kesehatannya.
Apa Itu Gagal Ginjal?
Jika ginjal berhenti bekerja sepenuhnya, kondisi ini dikenal sebagai gagal ginjal. Saat seseorang mengalami gagal ginjal, tubuh tidak bisa lagi membuang limbah dan kelebihan cairan secara efektif, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.
Pada orang dewasa, penyakit ginjal sering kali dipicu oleh tekanan darah tinggi atau diabetes. Namun, pada anak-anak dan remaja, penyebabnya cenderung berbeda. Penyakit ginjal pada usia muda biasanya disebabkan oleh:
- Infeksi saluran kemih atau infeksi berulang pada sistem kemih
- Kelainan struktur ginjal sejak lahir
- Glomerulonefritis, yaitu peradangan pada bagian ginjal yang menyaring darah
- Sindrom nefrotik, suatu kondisi di mana ginjal mengeluarkan terlalu banyak protein melalui urin
Memahami penyebab dan gejala penyakit ginjal sejak dini penting agar kita bisa melakukan pencegahan serta penanganan yang tepat, terutama bagi anak muda yang sering kali tidak menyadari bahwa ginjal mereka bisa saja sudah mulai bermasalah.

Kenali Gejala Gagal Ginjal Sebelum Terlambat
| Gagal Ginjal Akut | Gagal Ginjal Kronis |
|---|---|
| Pendarahan tidak biasa (hemoragi) | Nafsu makan menurun |
| Demam | Mual dan muntah |
| Tubuh lemas dan cepat lelah | Nyeri tulang atau kram otot |
| Ruam pada kulit | Sakit kepala |
| Diare (bisa berdarah) | Sulit tidur (insomnia) |
| Muntah berat | Kulit kering atau gatal |
| Nyeri perut dan punggung | Mudah lelah dan lemas |
|
Masalah buang air kecil: - Urin terlalu banyak atau sangat sedikit - Infeksi saluran kemih berulang - Tidak bisa menahan urin (inkontinensia) | |
| Kram otot | Bau mulut |
| Tidak ada urin atau urin berlebihan | Gangguan pendengaran |
| Kulit pucat | Penurunan kesadaran atau kebingungan |
| Mimisan | Penurunan massa otot |
| Pembengkakan pada jaringan tubuh | Rasa logam di mulut |
| Radang pada mata | Kulit pucat atau bengkak |
| Teraba benjolan di perut |
Tren Meningkat dan Dampaknya terhadap Sistem Kesehatan
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita gagal ginjal kronis di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan peserta BPJS Kesehatan. Data menunjukkan bahwa dari tahun 2022 hingga 2024, angka kasus gagal ginjal terus melonjak. Penyebab utamanya adalah penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes yang semakin umum di masyarakat. Selain itu, faktor lain seperti obesitas, penuaan, serta kondisi lingkungan juga turut memperburuk situasi ini.
Peningkatan jumlah pasien berdampak langsung terhadap pengeluaran BPJS Kesehatan, di mana biaya pengobatan melonjak hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional jika tidak ditangani dengan strategi pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis yang lebih efektif.

Cegah Gagal Ginjal Sebelum Terlambat
Kabar baiknya, gagal ginjal bukan penyakit yang datang tiba-tiba tanpa bisa dicegah. Justru, sebagian besar kasusnya bisa dihindari dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Mulailah dari hal sederhana, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin bergerak atau berolahraga ringan, berhenti merokok, serta membatasi minuman beralkohol.
Jika kamu punya riwayat penyakit seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol, atau masalah jantung, penting untuk rutin memeriksakan kesehatan ginjal minimal sekali dalam setahun. Penyakit-penyakit tersebut diam-diam bisa merusak ginjal jika tidak ditangani dengan baik. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari risiko ini. Padahal, dengan menjaga kebiasaan sehat dan rutin cek kesehatan, kita bisa mencegah kerusakan ginjal sejak dini dan menjaga kualitas hidup tetap baik tanpa harus bergantung pada pengobatan jangka panjang seperti cuci darah.
Salah satu cara paling mudah dan murah untuk mencegah gagal ginjal adalah dengan rutin mengecek tekanan darah menggunakan tensimeter. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah salah satu penyebab utama kerusakan ginjal yang sering tidak disadari.
Kini, alat tensimeter juga mudah digunakan sendiri di rumah dan dapat dibeli di toko alat kesehatan terpercaya seperti Galeri Medika baik secara offline maupun online. Produk yang dijual 100% original dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia, sehingga memudahkan siapa saja untuk mulai menjaga kesehatan. Ingat, menjaga tekanan darah tetap stabil adalah langkah awal yang sangat penting untuk melindungi fungsi ginjal dalam jangka panjang.
https://kidshealth.org/en/teens/kidney.html
https://fk.umsida.ac.id/gagal-ginjal-skrining-dini/#:~:text=Seiring%20dengan%20gaya%20hidup%20yang,muda%2C%20bahkan%20sejak%20usia%20remaja
https://share.google/sfvvYAiBlNgioTSH9
https://fk.umsida.ac.id/gagal-ginjal-todong-remaja/
https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/penyebab-gagal-ginjal-di-usia-muda
https://www.health.harvard.edu/blog/younger-adults-with-kidney-disease-struggle-with-health-disparities-196912312756
https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/liver-kidneys-and-urinary-system/kidney-failure/symptoms.html




