
Mie instan, istilah yang pasti sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, terlebih namanya yang sudah begitu melekat di kalangan anak kos. Rasanya yang lezat, proses penyajian yang singkat, serta harga yang terjangkau membuat mie instan digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari merek legendaris seperti Indomie, Mie Sedaap, Supermi, dan Sarimi, hingga varian praktis seperti Pop Mie, semua memiliki penggemar setia. Bahkan, kini tersedia pilihan yang menawarkan konsep lebih sehat, seperti Lemonilo. Keberagaman merek dan rasa yang dihadirkan menjadikan mie instan sebagai salah satu makanan yang sangat familiar bagi warga Indonesia.
Lebih dari sekadar makanan cepat saji, mie instan telah menjadi bagian dari budaya praktis di Indonesia. Anak kos kerap menjadikannya pilihan utama di akhir bulan, pekerja mengandalkannya saat lembur, dan para pelancong membawanya sebagai bekal perjalanan. Mulai dari menyantapnya sambil menonton film, memasak bersama di dapur kos, hingga menikmatinya di rest area, mie instan selalu hadir sebagai solusi cepat dan mengenyangkan. Namun, di balik semua kepraktisannya, muncul pertanyaan yang patut dipertimbangkan. Apakah konsumsi mie instan setiap hari aman? apakah berpengaruh terhadap kesehatan?

Kandungan Dalam 1 Porsi Mie Instan
Untuk mengetahui apakah mie instan aman dikonsumsi dengan frekuensi yang sering, yuk kepoin dulu kandungan yang ada pada 1 bungkus mie, menurut fatsecret berikut rincian kandungan dalam mie instan:
| Kandungan Gizi | Mie Rebus (69 g) | Mie Goreng (80 g) |
|---|---|---|
| Energi (Kalori) | 300 kkal | 350 kkal |
| Lemak Total | 11 g | 12 g |
| - Lemak Jenuh | 6 g | 6 g |
| - Lemak Trans | Tidak tercantum | 0 g |
| Kolesterol | 0 mg | 0 mg |
| Protein | 7 g | 8 g |
| Karbohidrat Total | 43 g | 52 g |
| - Serat | 2 g | 2 g |
| - Gula | 3 g | 6 g |
| Sodium (Garam) | 1.330 mg | 680 mg |
| Kalium | Tidak tercantum | 0 mg |
Apa Boleh Makan Mie Instan Tiap Hari?
Sebelum kita bahas boleh tidaknyanya makan mie instan tiap hari, ada baiknya kita kenalan dulu sama yang namanya kalori dan kebutuhan kalori harian. Kalori itu simpel aja satuan energi yang tubuh butuhkan buat beraktivitas. Menurut pedoman diet di Amerika Serikat, orang dewasa usia 21 tahun ke atas umumnya butuh sekitar 1.600-3.000 kalori per hari, tergantung berat badan dan aktivitas.
Nah, ada juga yang namanya kalori kosong. Ini adalah kalori dari makanan yang mengandung gula, garam (natrium), atau lemak berlebih tanpa nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral. Kalau kebanyakan makan makanan berkalori kosong, tubuh bisa gampang lesu, cepat lelah, bahkan memicu peradangan dan masalah pencernaan. Contoh makanan kalori kosong sendiri adalah makanan cepat saji seperti mie instan ini. Menurut medical news today penelitan dari tahun 2012 menemukan bahwa pria dewasa mengkonsumsi rata-rata 923 kalori kosong perhari dan wanita 624 perhari.
Ahli Gizi UM Surabaya Tri Kurniawati menyebut, mie instan juga belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit. Jadi jika mau makan mie instan bisa dibarengi oleh sayuran dan sumber protein lainnya.
Selain itu, ada kandungan yang berlebihan di mie instan, yaitu garam dan lemak jenuh. WHO menyarankan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari (setara kurang dari 5 gram garam atau sekitar satu sendok teh). Menurut WHO juga kekurangan natrium sangat tidak mungkin terjadi pada individu yang sehat, namun kelebihan natrium ini sering dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi. Lemak jenuh pada mie instan juga lumayan tinggi, dan WHO merekomendasikan asupan lemak total tidak lebih dari 30% dari total kalori harian, serta sebisa mungkin menghindari lemak trans.
Anjuran Makan Mie Instan
Seperti makanan lainnya mie instan juga umum dan boleh dimakan, namun tidak berlebihan, berikut anjuran makan mie instan supaya asupan kalori kamu terjaga,menurut ahli gizi menganjurkan untuk konsumsi mie instan tidak lebih dari 2 kali dalam seminggu, karena makan mie berlebihan akan menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi tubuh. penelitian PMC bahkan menemukan bahwa sering mengkonsumsi mie instan dikaitkan dengan peningkatan faktor risiko kardiometabolik terutama dikalangan mahasiswa yang tampak sehat berusia 18-29 tahun.
Fakta Menarik Seputar Mie Instan
- Natrium (garam) dalam mie instan bisa mencapai 80-100% dari batas harian yang dianjurkan WHO yaitu tidak lebih dari 2.000 mg per hari (sekitar 5 gram garam dapur).
- Mie instan biasanya digoreng sebelum dikemas, sehingga mengandung lemak jenuh tinggi.
- Mie instan hampir tidak mengandung vitamin, mineral, dan serat.
- Diperkirakan 1,89 juta kematian setiap tahunnya disebabkan oleh konsumsi natrium yang berlebihan.
Pengganti Mie Instan Sebagai Alternatif
-
Mie Shirataki
Terbuat dari umbi konjac, mie ini hampir nol kalori dan tinggi serat glukomanan yang membantu menurunkan kadar gula darah. Teksturnya kenyal, mudah menyerap bumbu, dan cocok diolah menjadi berbagai menu berkuah atau tumisan. -
Olahan Mie Bihun
Bihun terbuat dari tepung beras atau pati, lebih ringan dibanding mie instan, dan bebas gluten secara alami. Proses masaknya cepat cukup direndam air panas atau direbus sebentar dan nikmat dipadukan dengan sayur serta sumber protein. -
Mie Zucchini
Zucchini bisa dipotong spiral mirip mie, super ringan dengan hanya sekitar 25 kalori per buah kecil, serta hampir tidak mengandung lemak atau kolesterol. Selain kaya vitamin dan antioksidan, sayuran ini bisa direbus sebentar, ditumis, atau disajikan mentah dengan saus favorit.
Tips sehat meski gemar makan mie instan
- Kurangi penggunaan bumbu instan.
- Tambahkan sayuran segar atau sumber protein lain.
- Batasi konsumsi mie instan per minggu.
- Imbangi dengan olahraga rutin.
- Rutin cek kesehatan dirumah dari tekanan darah, kadar dalam darah (gula darah, kolesterol, asam urat dll), dan berat badan.
Baca artikel lainnya
Mie instan memang praktis, enak, dan gampang banget jadi penyelamat di saat sibuk atau akhir bulan. Tapi jangan lupa, semua tetap perlu batas dan keseimbangan. Jangan lupa tambahkan condiment seperti sayur, sumber protein ya supaya lebih lengkap gizinya. serta dibarengi olahraga dan cek kesehatan rutin dirumah nih, kamu bisa tetap menikmati mie instan tanpa mengorbankan kesehatan.
Nah, kalau mau memantau kondisi tubuh, kamu bisa cek kumpulan alat kesehatan di Galeri Medika. Di sana banyak tersedia alat kesehatan original 100% yang bisa membantu kamu memonitor kesehatan sehari-hari, dan pastinya bisa dikirim ke seluruh Indonesia lho.
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5449380/
https://www.um-surabaya.ac.id/article/berapa-batas-aman-konsumsi-mie-instan-ini-kata-ahli-gizi-um-surabaya
https://health.clevelandclinic.org/how-many-calories-a-day-should-i-eat
https://www.factor75.com/eat/ingredient-swap/low-carb-pasta-substitutions
https://www.healthline.com/nutrition/instant-noodles#TOC_TITLE_HDR_2
https://en.wikipedia.org/wiki/Healthy_diet?
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sodium-reduction
https://www.medicalnewstoday.com/articles/empty-calories




