Studi menunjukkan bahwa ketika pasien dilatih untuk rutin cek darah sendiri di rumah dengan tensimeter, mereka bisa mengendalikan gejala-gejala hipertensi dengan lebih baik karena merasa terlibat aktif dalam perawatannya.
Selain tidak harus lama menunggu untuk diperiksa, melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah juga bisa lebih akurat, terutama pada pasien yang merasa cemas pada saat berkonsultasi dengan dokter sehingga tekanan darahnya meningkat saat diperiksa.

Bagaimana cara memilih tensimeter yang tepat?

1. Pilih Berdasarkan Tipe

Tipe yang dililitkan pada pergelangan tangan

Cara menggunakan tensimeter tipe ini sangat mudah. Cukup dengan melilitkan karet yang terbungkus kain, atau yang biasa disebut dengan Cuff pada pergelangan tangan anda. Dibandingkan dengan tipe yang dipakai di lengan atas, tipe alat pengukur ini lebih mudah dipakai. Ukurannya yang kecil juga memudahkan anda saat menyimpannya.
Namun, karena letaknya dipergelangan tangan yang mudah bergerak, tipe alat ukur ini lebih tidak stabil. Untuk itu, agar menunjukkan hasil yang akurat, penggunaannya perlu duduk diam dan memposisikan pergelangan tangan sama tinggi dengan jantung. Walaupun cara penggunaannya sedikit sulit karena banyak aturan yang harus dipatuhi, tetapi alat ini sangat praktis dan mudah dibawah kemana-mana.

Tipe yang dililitkan pada lengan atas
Tipe alat pengukur tekanan darah yang ini digunakan dengan cara memasang Cuff yang tersambung dengan alat pengukur utamanya. Jenis alat pengukur darah tipe ini banyak digunakan di dunia medis kesehatan karena hasilnya lebih akurat.
Pada saat,pengukuran, kain perlu dililitkan pada lengan yang posisinya harus sama tingga dengan letak jantung. Walaupun agak repot karena harus melilitkan kain di lengan, namun karena hasilnya lebih akurat, banyak orang menyukai alat pengukur alat ini.
 

2. Pilih Lebar Kain yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Apapun jenis alat pengukur darahnya, diperlukan Cuff untuk mengukur tekanan darah tinggi dan darah rendah. Untuk itu, anda juga perlu memilih Cuff yang sesuai dengan kebutuhan anda. Pada umumnya,panjang Cuff pada tipe lengan atas adalah 20 – 32 cm, dan pada tipe pergelangan tangan adalah 13 – 22 cm. Beberapa model tensimeter ada yang Cuff nya bisa diganti. Jadi, sebelum membeli pilihlah ukuran Cuff yang pas dan sesuai dengan lengan anda. Atau anda juga bisa membelinya secara terpisah.

3. Cek Akurasi dan Standarisasi Tensimeter

Setiap tensimeter harus melalui serangkaian protokol terstandar untuk memastikan keakuratannya. Maka dari itu, pastikan tensimeter yang anda pilih telah di uji, di validasi, dan di setujui keakuratannya oleh badan-badan terakreditasi seperti European Society of Hypertension (ESH), The British Hypertension Society atau The US Association for the Advencement of Medical Instrumentation (AAMI).
Produsen tensimeter yang baik akan menyatakan apakah produk mereka mematuhi standar yang terakreditasi dalam label produk.

4. Pilih Alat dengan Harga yang Masuk Akal

Beberapa model yang lebih mahal mungkin menyertakan fitur yang bahkan tidak anda perlukan. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk memilih monitor tekanan darah yang lebih murah asalkan dilengkapi dengan fitur yang sesuai dengan kebutuhan anda. Atau lebih baik anda mengeluarkan biaya tambahan pada alat yang akan anda gunakan secara rutin.

5. Pilih yang Mudah Digunakan

Beli alat tensimeter yang mudah digunakan sendiri di rumah untuk memudahkan anda memonitor tekanan darah secara rutin. Semakin rumit cara pakainya, akan semakin jarang anda menggunakannya untuk cek tensi.
Pastikan layar monitor mudah dibaca dan dimengerti, dan tombolnya besar serta mudah dipahami. Petunjuk untuk menerapkan manset dan mengoperasikan monitor harus jelas.

Pilihan Tensimeter Pergelangan Tangan

 

 

 

Pilihan Tensimeter Lengan Atas

 

 

 

 

 

Kesimpulan

 

 

Pilihlah jenis tensimeter yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda. Bila perlu, konsultasilah dengan dokter guna mengetahui jenis termometer yang paling cocok untuk anda.