
Tak banyak yang tahu, di balik gemerlap dunia fashion dan sorotan kamera, supermodel Bella Hadid diam-diam berjuang melawan sebuah penyakit yang melemahkan tubuhnya dari dalam yaitu Lyme Disease.
Penyakit ini mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang. Namun dampaknya bisa serius dan mengubah hidup jika tidak segera ditangani. Lyme Disease bisa menyerang siapa saja, tidak memandang kondisi fisik atau gaya hidup.

Apa Itu Lyme Disease dan Mengapa Sulit Dideteksi?
Lyme Disease adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Borrelia. Penyakit ini biasanya ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu yang membawa bakteri tersebut. Kutu pembawa bakteri Borrelia tersebar luas di banyak wilayah, terutama di sebagian besar Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, penyakit ini banyak ditemukan di wilayah Timur Laut, Mid-Atlantik, dan utara Midwest, tempat kutu pembawa bakteri paling banyak.
Risiko terkena Lyme Disease meningkat jika Anda sering menghabiskan waktu di area yang menjadi habitat kutu, seperti daerah berumput, semak-semak, atau hutan. Gejala Lyme Disease seringkali ringan dan mudah disalahartikan, seperti merasa tidak enak badan atau demam biasa. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah terinfeksi.

Gejala Awal Hingga Lanjutan Lyme Disease
1. Gejala Awal (Penyakit Lokal Awal)
Gejala awal Lyme disease biasanya muncul dalam beberapa hari hingga empat minggu setelah gigitan kutu. Salah satu tanda khas yang paling sering muncul adalah ruam kulit bernama erythema migrans, berbentuk lingkaran dengan pusat yang lebih cerah menyerupai "bulls-eye". Ruam ini muncul pada sekitar 70% pasien dan umumnya berkembang antara hari ke-7 hingga ke-14 setelah gigitan. Selain ruam, penderita juga dapat merasakan gejala mirip flu seperti demam ringan, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, kekakuan pada leher, hingga mata merah dan berair. Ruam biasanya muncul di area gigitan dan bisa meluas hingga diameter 20 cm, bertahan selama 2 hingga 3 minggu jika tidak diobati.
2. Tahap Menyebar Dini (Penyakit Disebarluaskan Awal)
Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar dalam 3 hingga 12 minggu setelah gigitan. Pada fase ini, gejala menjadi lebih luas dan melibatkan berbagai sistem tubuh. Penderita bisa mengalami kelelahan, demam berulang, nyeri dada, jantung berdebar, atau sesak napas.
Komplikasi pada sistem saraf juga bisa muncul, seperti sakit kepala berat, radang selaput otak (meningitis), kelumpuhan otot wajah (Bell's palsy), atau gangguan saraf lainnya. Sekitar 20% penderita mengalami gejala neurologis ini. Pada sebagian kasus, penderita juga dapat mengalami gangguan irama jantung atau bahkan peradangan jantung (carditis), meskipun kasus berat seperti ini tergolong jarang.
3. Tahap Lanjut (Penyakit Stadium Akhir)
Pada tahap lanjut, biasanya terjadi beberapa bulan setelah infeksi awal, Lyme disease dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf dan persendian. Penderita mungkin mengalami mati rasa, kesemutan, gangguan keseimbangan, kejang, hingga gangguan fungsi kognitif seperti sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan perubahan suasana hati. Depresi dan iritabilitas juga sering ditemukan pada tahap ini. Dalam kasus tertentu, peradangan otak dan sumsum tulang belakang (ensefalomielitis) dapat terjadi, meskipun jarang. Lyme arthritis menjadi gejala umum di fase ini, ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada sendi besar, terutama lutut. Pada sebagian kecil pasien, radang sendi dapat menetap dalam jangka panjang dan menyerupai rheumatoid arthritis, kondisi yang dikenal sebagai post-infectious Lyme arthritis.

Manajemen Gejala Lyme Disease: Peran Alat Bantu Sehari-hari
Mengingat Lyme Disease bisa menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, kelelahan ekstrem, hingga gangguan mobilitas, beberapa alat bantu di rumah dapat berperan penting dalam mendukung perawatan harian. Termometer digital misalnya, berguna untuk memantau suhu tubuh secara berkala, terutama saat gejala seperti demam muncul atau memburuk.
Alat pijat elektrik dapat membantu meredakan nyeri otot dan ketegangan yang umum terjadi pada penderita Lyme Disease, terutama saat tubuh merasa lelah atau kaku. Sementara itu, alat bantu jalan seperti tongkat atau walker bisa sangat membantu bagi penderita yang mengalami nyeri sendi parah atau gangguan keseimbangan akibat komplikasi neurologis. Penggunaan alat-alat ini bukan sebagai pengganti pengobatan medis, tetapi sebagai bagian dari perawatan pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
Seluruh alat kesehatan di atas dapat dibeli di Galeri Medika, baik secara offline di toko fisik maupun online melalui situs resmi, sehingga memudahkan Anda dalam memantau kondisi kesehatan dan mendukung perawatan harian bagi penderita Lyme Disease maupun kondisi kesehatan lainnya.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lyme-disease/symptoms-causes/syc-20374651
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11586-lyme-disease
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431066/
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8126292/apa-itu-lyme-disease-yang-diderita-bella-hadid-ini-gejala-dan-penyebabnya
https://www.tempo.co/gaya-hidup/mengenal-lyme-disease-penyakit-yang-dialami-bella-hadid-2072736




