
Pernah denger sendi kamu bunyi 'krek’ pas ditekuk atau digerakkan? Tenang, kamu nggak sendirian banyak orang ngalamin hal yang sama. Meskipun agak kaget saat terjadi, sering kali suara itu cuma hal biasa. Tapi, di beberapa situasi, bisa jadi sinyal buat mulai waspada dan merawat sendi lebih serius. Yuk, cari tahu kapan sendi itu cuma “ngambek biasa”, dan kapan sebaiknya kamu mulai cari info lebih dalam.
Apa Itu Bunyi ‘Krek’ pada Sendi?
Istilah medisnya adalah krepitus yaitu bunyi ‘krek’ dan ‘pop’ pada sendi atau patah yang muncul saat sendi bergerak. Bisa juga terasa seperti sensasi tekanan yang dilepas (joint popping). Hal ini sering terjadi saat ada perpindahan cairan, gas, atau ligamen dan tendon yang bergerak di atas permukaan tulang. Krepitus lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia, meskipun Anda dapat mengalaminya pada usia berapa pun. Krepitus paling sering ditemukan pada lutut, tangan, kaki, punggung bawah dan juga panggul Bahu
Penyebab Umum Bunyi Sendi
Bunyi pada sendi bisa dibagi jadi dua jenis yaitu bunyi fisiologis dan bunyi patologis. Nah, apa bedanya?
-
Bunyi Fisiologis
Sering disebut juga bunyi wajar dari tubuh, bunyi ini yang sering kita dengar saat bergerak, misalnya saat stretching atau bangun tidur. Penyebabnya bisa macam-macam:- Cairan di Sendi Geser, Saat sendi digerakkan, cairannya bisa berpindah posisi dan bikin suara kecil.
- Gelembung Gas, Dalam cairan sendi ada gas. Kadang gas ini membentuk gelembung dan meletus, mirip suara saat meretakkan jari.
- Tendon atau Ligamen Bergeser, Kadang urat kita "geser" sedikit saat gerak dan gesekan ini bikin suara "krek".
-
Bunyi Patologis
Kalau bunyinya tiba-tiba keras dan dibarengi rasa sakit atau sendi nggak bisa digerakkan, itu bisa jadi tanda cedera. Contohnya:- Robek Ligamen, Misalnya cedera ACL di lutut sering ditandai suara “pop” yang nyaring.
- Tendon Putus, Kalau tendon Achilles putus, biasanya terdengar suara seperti “tembakan kecil”.

Kapan Bunyi Sendi Masih Normal?
Jika bunyi muncul sesekali tanpa rasa sakit, bengkak, atau keterbatasan gerak umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Banyak orang sehat mengalami crepitus. Dalam populasi umum, sekitar 36–41% mengalami bunyi sendi, bahkan tanpa cedera atau rasa sakit. Bahkan suara sendi yang lebih sering muncul selama tidak disertai gejala lain sering tetap tergolong normal. Namun, jika bunyi tersebut disertai rasa sakit atau jika Anda merasa gerakan di sekitar sendi terasa terbatas yang tida hilang setelah istirahat, sebaiknya periksakan ke dokter.
Kemungkinan Kondisi Medis yang Terkait dan Rekomendasi Body Support
Osteoarthritis (OA)
Jika suara disertai nyeri, kaku, pembengkakan, dan mengganggu gerak, bisa jadi tanda OA. Presentase bunyi sendi pada OA bisa sangat tinggi (hingga 81%) dan memperbesar kemungkinan diagnosis OA lebih tiga kali lipat dibanding yang tidak bunyi. Namun, bukan berarti setiap bunyi sendi pasti OA. Jika terdeteksi OA kamu bisa pakai body support seperti ini:

Variteks 894 Hinged Stabilizing Knee Brace

Variteks 893 Knee Support With Flexible Stays

Variteks 833 Articulated Knee Stabilizer
Patellofemoral Pain Syndrome dan meniscus robek (terutama di lutut)
bisa menyebabkan bunyi plus rasa sakit, pembengkakan, kesulitan meluruskan, dan terkunci. Body support yang bisa kamu pakai sebagai berikut:

Hinged Knee Support Grace CARE GC-KP420

Variteks 894 Hinged Stabilizing Knee Brace

Variteks 898 Hinged Stabilizing Knee Brace
Masalah struktural atau cedera ligamen
seperti robekan atau dislokasi juga bisa terdengar bunyi yang lebih keras dan disertai rasa sakit akut. Rekomendasi body support yang cocok utnuk kamu:

Dr. Ortho NS-706 Ligament Knee Support

Variteks 834 Crossed Ligament Knee Support

Dr. Ortho OH-754 Knee Ligament Brace With ROM Hinge
Rematik
seperti robekan atau dislokasi juga bisa terdengar bunyi yang lebih keras dan disertai rasa sakit akut. Rekomendasi body support yang cocok untuk kamu:

Variteks 804 Knee Brace

Variteks 805 Angora Knee Brace

Variteks 806 Long Knee Brace
Tips Merawat dan Menjaga Kesehatan Sendi
- Menjaga berat badan yang sehat, tujuannya untuk mengurangi tekanan pada sendi Anda.
- Mengkonsumsi makanan kaya nutrisi, contohnya yang mengandung asam lemak omega 3, antioksidan seperti vitamin C, E dan D.
- Aktif secara konsisten dengan olahraga berimpact rendah, seperti jalan, berenang, atau sepeda santai. Aktivitas ini baik untuk pelumasan dan kekuatan otot sekitar sendi. Sebuah studi tahun 2021 yang dimuat dalam Frontiers in Physiology menemukan bahwa olahraga teratur dapat memperlambat degenerasi tulang rawan, mengurangi peradangan, dan mencegah pengeroposan tulang pada penderita osteoartritis.
- Hindari aktivitas berulang atau berdampak tinggi, seperti lari di permukaan keras atau lompat tinggi jika sendi mulai menunjukkan gangguan.
Jadi, jika sendi kamu bunyi 'krek' saat ditekuk tapi nggak ada rasa sakit atau masalah lain, kemungkinan besar kamu cuma mendengar “nada alami” dari tubuhmu yang sepenuhnya normal. Namun, jika suara itu makin sering, keras, atau muncul barengan gejala lain seperti nyeri dan keterbatasan gerak, saatnya memberi perhatian lebih dari menjaga gerak, memperkuat otot, sampai konsultasi medis bila perlu.
Untuk dukung dan lindungi area seperti lutut, siku, atau sendi lain yang sering bergerak, pertimbangkan pemakaian body support seperti pelindung lutut, elbow support, atau pelindung lainnya. Body support bisa bantu stabilisasi, mengurangi gesekan berlebihan, dan memberikan rasa aman saat beraktivitas. Kamu bisa membelinya di toko alat kesehatan terpercaya, salah satunya Galeri Medika, galeri medika banyak menjual alat kesehatan yang 100% original dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia dengan ekspedisi terpercaya.
https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/crepitus
https://www.verywellhealth.com/do-noisy-knees-mean-you-ll-develop-arthritis-4138630
https://myacare.com/blog/all-about-crepitus-joint-sounds-and-what-they-mean
https://www.spirehealthcare.com/symptoms/crepitus/
https://www.verywellhealth.com/joint-popping-5524804
https://basepp.com/why-your-joints-click-and-should-you-be-concerned-crepitus-explained/
https://www.nationalgeographic.com/health/article/why-joints-crack-with-age
https://healthprep.com/articles/conditions/causes-joint-crepitus/
https://www.medicalnewstoday.com/articles/310547?utm_source=chatgpt.com#managing-crepitus




