
Influenza merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Gejalanya yang umum, seperti bersin, pilek, batuk, dan demam, membuat penyakit ini sering dianggap sebagai flu biasa. Kasus influenza juga dapat meningkat pada periode tertentu, dipengaruhi oleh perubahan musim, mobilitas masyarakat, serta faktor lain yang mendukung penyebaran virus. Namun, tahukah kamu bahwa influenza memiliki beberapa tipe, salah satunya adalah influenza tipe A?
Belakangan ini, istilah influenza tipe A kerap dikaitkan dengan penyakit yang lebih serius dibandingkan flu biasa. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, karena influenza tipe A dapat menyebabkan gejala berat dan komplikasi, terutama pada kelompok rentan. Lantas, apa sebenarnya influenza tipe A? Apa yang membedakannya dari flu biasa, dan mengapa penyakit ini perlu diwaspadai? Yuk, kenali gejala, risiko, dan cara pencegahannya agar tidak salah mengartikan flu yang kamu alami!

Kenal Lebih Jauh Influenza Tipe A!
Influenza tipe A adalah salah satu jenis virus flu yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini perlu diwaspadai karena dapat menyebar dengan mudah dan menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari gejala ringan hingga komplikasi serius. Selain itu, virus influenza tipe A dapat terus mengalami perubahan sehingga muncul varian baru yang dapat menyebar di masyarakat.
Influenza tipe A memiliki beberapa jenis, seperti A(H1N1) dan A(H3N2), yang umum menyebabkan flu pada manusia. Ada juga A(H5N1) yang dikenal sebagai flu burung dan berasal dari hewan. Meskipun tidak semua jenis influenza A menyebabkan penyakit berat, penyebarannya tetap perlu diwaspadai. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya dan melakukan langkah pencegahan agar risiko penularan dapat dikurangi.
Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Influenza Tipe A
| Indikator | Flu Biasa (Selesma) | Influenza Tipe A |
|---|---|---|
| Penyebab | Umumnya rhinovirus | Virus influenza tipe A |
| Awal munculnya gejala | Bertahap | Mendadak |
| Demam | Jarang atau ringan | Umumnya tinggi, sekitar 38–40°C |
| Nyeri otot dan tubuh | Ringan | Lebih berat |
| Kelelahan | Ringan | Berat hingga ekstrem |
| Batuk | Biasanya ringan | Sering dan dapat mengganggu |
| Pilek dan hidung tersumbat | Lebih dominan | Dapat terjadi, tetapi bukan selalu gejala utama |
| Bersin | Lebih sering | Bisa terjadi, tetapi umumnya tidak dominan |
| Sakit kepala | Ringan atau tidak ada | Dapat terasa berat |
| Mual, muntah, dan diare | Jarang | Dapat terjadi, terutama pada anak-anak |
| Diagnosis | Umumnya berdasarkan gejala | Dapat dikonfirmasi melalui tes laboratorium |
Catatan: Tidak semua penderita influenza tipe A mengalami demam tinggi. Gejala saja juga tidak selalu dapat membedakan influenza dari infeksi pernapasan lainnya, sehingga pemeriksaan medis atau tes laboratorium mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Mengapa Influenza Tipe A Tidak Boleh Disepelekan?
Influenza tipe A perlu diwaspadai karena virus ini mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penularan dapat terjadi melalui percikan pernapasan (droplet) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Gejala influenza umumnya muncul dalam waktu 1–4 hari setelah terinfeksi dan dapat berlangsung sekitar satu minggu. Namun, seseorang sudah dapat menularkan virus sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga 5–7 hari setelah mulai sakit. Hal ini membuat influenza mudah menyebar karena orang yang belum menunjukkan gejala pun dapat menularkan virus kepada orang lain.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko penularan influenza antara lain:
- Berada di tempat ramai atau ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk.
- Melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami influenza.
- Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti gagang pintu, meja, atau ponsel.
- Tidak mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada terhadap Influenza Tipe A?
-
Lansia berusia 65 tahun ke atas
Penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia membuat lansia lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi serius.
-
Anak-anak di bawah usia 5 tahun
Terutama anak di bawah 2 tahun, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara optimal.
-
Ibu hamil
Perubahan fisiologis dan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan meningkatkan risiko komplikasi, termasuk gangguan pernapasan.
-
Penderita penyakit kronis
Meliputi diabetes, penyakit jantung, riwayat stroke, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit ginjal, dan penyakit hati. Influenza dapat memperburuk kondisi yang sudah ada dan meningkatkan risiko komplikasi.
-
Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan obesitas berat
Kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dapat menurun sehingga risiko mengalami influenza berat menjadi lebih tinggi.
-
Petugas kesehatan
Memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus influenza saat memberikan pelayanan kepada pasien dan berpotensi menularkannya kepada kelompok rentan.
Baca artikel lainnya
Sudah Terlanjur Flu, Apa yang Harus Dilakukan?
Jika kamu sudah terinfeksi influenza tipe A, jangan panik! Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu meredakan gejala, mempercepat pemulihan, dan mencegah penularan virus kepada orang lain. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan:
- Beristirahat dengan cukup: Memenuhi kebutuhan tidur, mengurangi aktivitas, dan menjaga kondisi tubuh agar proses pemulihan berjalan optimal.
- Memenuhi kebutuhan cairan: Memperbanyak minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi selama sakit.
- Mengonsumsi obat pereda gejala: Menggunakan obat seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai petunjuk penggunaan untuk membantu meredakan demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Menjaga kebersihan diri: Mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penyebaran virus selama masa sakit.
- Memantau perkembangan gejala: Memperhatikan perubahan kondisi tubuh selama masa pemulihan dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala berat atau kondisi semakin memburuk.

Pencegahan Penularan Virus Influenza
- Mencuci tangan: Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
- Menerapkan etika batuk dan bersin: Menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.
- Melakukan vaksinasi: Mendapatkan imunisasi influenza setiap tahun untuk membantu mengurangi risiko infeksi dan keparahan penyakit.
- Membatasi aktivitas di luar rumah: Menghindari pergi ke sekolah, tempat kerja, atau tempat umum selama sakit agar tidak menularkan virus kepada orang lain.
- Menggunakan masker: Memakai masker saat sakit atau berada di tempat ramai untuk mengurangi risiko penyebaran virus.
Cegah Influenza Tipe A! Ini Langkah Sederhana dan Produk yang Bisa Diandalkan

1. Chrona Care Masker Hijab

2. OneHealth Masker Medis KN95

3. OneHealth Masker KF94

4. OneHealth Masker Duckbill

5. Aseptic Gel
FAQ
Dari mana influenza tipe A dapat menular?
Influenza tipe A disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini menular melalui percikan pernapasan dari orang yang terinfeksi serta dapat menyebar pada hewan, seperti burung dan babi.
Bagaimana cara mendiagnosis influenza tipe A?
Diagnosis influenza tipe A dilakukan melalui pemeriksaan gejala dan fisik, serta dapat dikonfirmasi dengan tes antigen cepat (RIDT) atau RT-PCR menggunakan sampel saluran pernapasan.
Berapa lama influenza tipe A berlangsung?
Gejala biasanya muncul 1–4 hari setelah terinfeksi dan berlangsung sekitar satu minggu, tetapi dapat bertahan hingga 10 hari. Virus dapat menular sejak 1 hari sebelum gejala muncul hingga 5–7 hari setelah sakit.
Kapan pasien influenza tipe A harus segera mencari pertolongan medis?
Segera cari pertolongan medis jika gejala memburuk, terutama jika mengalami sesak napas, kondisi tubuh semakin lemah, atau penyakit kronis menjadi tidak terkendali.
https://www.cdc.gov/flu/about/viruses-types.html
https://www.cdc.gov/flu/signs-symptoms/index.html
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7157457/
https://bblabkesmasmakassar.go.id/influenza-a-gejala-penularan-komplikasi-pencegahan/
https://www.kemkes.go.id/id/faq-influenza-gejala-penanganan-pencegahan
https://www.rspremierjatinegara.com/en/artikel/influenza-a-pada-kelompok-berisiko-siapa-yang-perlu-lebih-waspada
https://www.myhealth.net.au/blog/influenza-a/
https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/influenza-a




