
Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, debu dan polusi sudah jadi hal yang nggak asing lagi, terutama buat kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan. Mulai dari asap kendaraan di jalanan hingga polusi akibat bencana alam maupun aktivitas manusia, kualitas udara yang kurang baik bisa terjadi kapan saja. Karena itu, membawa masker sebagai langkah perlindungan diri jadi hal yang penting untuk berjaga-jaga, apalagi dengan kondisi lingkungan yang semakin menantang.
Tapi, tahukah kamu kalau masker punya banyak jenis dengan kemampuan filtrasi yang berbeda-beda? Ada berbagai istilah seperti BFE, PFE, dan VFE yang mungkin masih terdengar asing, padahal penting untuk dipahami sebelum memilih masker. Lalu, apa saja jenis masker yang tersedia dan bagaimana cara mengetahui kemampuan filtrasinya agar sesuai dengan kebutuhanmu?

Mengenal Masker Medis dan Cara Kerjanya
Masker berfungsi sebagai penyaring yang membantu mengurangi jumlah kuman dan partikel berbahaya yang masuk atau keluar melalui saluran pernapasan. Efektivitasnya bergantung pada jenis masker, kemampuan penyaringan, serta kesesuaian masker dengan wajah. Penggunaan masker juga dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit dari satu orang ke orang lain.
Terdapat berbagai jenis masker dengan tingkat perlindungan yang berbeda. Masker kain umumnya memberikan perlindungan lebih rendah dibandingkan masker medis sekali pakai. Sementara itu, respirator seperti KN95 dan N95 mampu memberikan perlindungan lebih tinggi karena memiliki kemampuan penyaringan yang baik dan dirancang agar dapat menutup wajah dengan rapat.
Kemampuan Filtrasi Masker: Apa Arti Angka dan Persentasenya?
Saat ini, masker tidak hanya digunakan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari penampilan sehari-hari. Namun, selain mempertimbangkan warna dan motif, penting juga untuk memahami kualitas penyaringan masker melalui tiga indikator utama, yaitu BFE, PFE, dan VFE.
- BFE (Bacterial Filtration Efficiency) atau efisiensi penyaringan bakteri menunjukkan kemampuan masker dalam menyaring partikel bakteri berukuran sekitar 3 mikrometer (µm). Masker dengan nilai BFE yang tinggi dapat membantu menyaring bakteri, serbuk sari, serta droplet atau percikan cairan yang berpotensi membawa mikroorganisme.
- PFE (Particle Filtration Efficiency) atau efisiensi penyaringan partikel menggambarkan kemampuan masker dalam menyaring partikel berukuran kecil, umumnya sekitar 0,1–0,5 mikrometer (µm), bergantung pada metode pengujian yang digunakan. Parameter ini membantu menilai kemampuan material masker dalam menyaring partikel halus.
- VFE (Viral Filtration Efficiency) atau efisiensi penyaringan virus menunjukkan kemampuan material masker dalam menyaring partikel uji yang digunakan untuk merepresentasikan penyaringan partikel pembawa virus. Efektivitasnya bergantung pada metode pengujian, karakteristik partikel, serta kondisi penggunaan masker.

Note:
Apabila pada kemasan masker tercantum nilai BFE sebesar 95%, artinya masker tersebut mampu menyaring 95% partikel bakteri berukuran sekitar 3 mikrometer (µm) dalam kondisi pengujian tertentu. Prinsip yang sama juga berlaku pada PFE, yaitu semakin tinggi nilai efisiensi penyaringan, semakin baik kemampuan masker dalam menyaring partikel yang diuji.
Jenis-Jenis Masker dan Perbedaan Kemampuan Filtrasinya
Masker yang beredar di pasaran Indonesia memiliki beragam jenis, mulai dari masker medis hingga respirator seperti KF94, KN95, dan N95. Setiap jenis masker memiliki karakteristik, bahan penyusun, serta kemampuan filtrasi yang berbeda. Pemilihan masker perlu disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan, kenyamanan, dan kualitas produk.

1. Masker Medis (Surgical Mask)
Masker medis (surgical mask) merupakan masker sekali pakai yang berfungsi melindungi dari percikan cairan dan droplet. Masker ini tersedia dalam berbagai model, seperti earloop, duckbill, masker hijab, dan masker anak.
Masker medis umumnya terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan luar dan dalam berbahan spunbond polypropylene serta lapisan tengah berbahan meltblown yang berfungsi menyaring partikel. Kemampuan filtrasi bakteri diukur menggunakan parameter Bacterial Filtration Efficiency (BFE), yaitu persentase bakteri uji yang dapat disaring oleh material masker dalam kondisi pengujian tertentu.

2. Masker KF94
Masker KF94 merupakan masker pelindung pernapasan yang mengikuti standar Korea Selatan dengan efisiensi filtrasi minimal 94% dalam kondisi pengujian tertentu. Masker ini memiliki desain tiga dimensi yang memberikan ruang lebih luas pada hidung dan mulut sehingga dapat meningkatkan kenyamanan saat digunakan.
KF94 umumnya menggunakan beberapa lapisan bahan nonwoven, seperti spunbond polypropylene dan meltblown, yang berfungsi sebagai struktur dan media filtrasi. Berbeda dengan masker medis, efektivitas filtrasi KF94 dinilai berdasarkan pengujian partikel, sehingga tidak dapat disamakan secara langsung dengan nilai BFE.

3. Masker KN95
Masker KN95 merupakan respirator yang mengikuti standar Tiongkok dengan efisiensi filtrasi minimal 95% dalam kondisi pengujian tertentu. Masker ini tersusun atas beberapa lapisan bahan nonwoven, termasuk meltblown yang berfungsi menyaring partikel di udara, seperti aerosol.
Efektivitas perlindungan KN95 dipengaruhi oleh kualitas produk dan kecocokan masker pada wajah. Celah di sekitar hidung dan pipi dapat mengurangi perlindungan karena udara dapat masuk tanpa melalui lapisan filtrasi. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk asli yang memenuhi standar yang berlaku.

4. Masker N95
N95 merupakan klasifikasi respirator yang mengacu pada standar Amerika Serikat dan disertifikasi oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Respirator ini harus memenuhi persyaratan filtrasi setidaknya 95% terhadap partikel uji dalam kondisi pengujian yang ditentukan.
Seperti KN95, masker N95 menggunakan media filtrasi berlapis yang dirancang untuk mengurangi paparan partikel di udara. Namun, N95 dan KN95 mengikuti standar sertifikasi yang berbeda sehingga keduanya tidak otomatis dapat dianggap setara dalam seluruh aspek. Perlindungan yang diberikan juga dipengaruhi oleh kecocokan masker pada wajah, kualitas produk, dan cara pemakaian.
| Jenis Masker | Lapisan dan Bahan Penyusun | BFE / Efisiensi Filtrasi | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|
| Masker Medis (Surgical Mask) | Umumnya 3 lapis, terdiri atas spunbond polypropylene dan lapisan filtrasi meltblown. | BFE bervariasi; produk tertentu memiliki BFE ≥95% atau ≥98%. | Relatif Murah |
| Masker KF94 | Umumnya 4 lapis, Beberapa lapisan bahan nonwoven, termasuk spunbond dan media filtrasi seperti meltblown. | Efisiensi filtrasi minimal 94% berdasarkan standar KF94. | Lebih Tinggi |
| Masker KN95 | Umumnya 5 lapis. Beberapa lapisan bahan nonwoven dengan media filtrasi yang dapat menggunakan meltblown. | Efisiensi filtrasi minimal 95% berdasarkan standar KN95. | Lumayan Tinggi |
| Masker N95 | Beberapa lapisan bahan nonwoven dengan media filtrasi, umumnya menggunakan mekanisme filtrasi elektrostatis. | Efisiensi filtrasi minimal 95% berdasarkan standar N95. | Tinggi |
Baca artikel lainnya
Panduan Memilih Masker Sesuai Kebutuhan
Memilih masker yang tepat perlu disesuaikan dengan aktivitas, kondisi lingkungan, dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan. Setiap jenis masker memiliki kemampuan filtrasi dan karakteristik yang berbeda. Berikut panduan memilih masker berdasarkan penggunaannya agar perlindungan tetap optimal tanpa mengabaikan kenyamanan.
1. Masker Medis untuk Aktivitas Sehari-hari
Untuk aktivitas di lingkungan berisiko rendah, seperti berbelanja, pergi ke kampus, atau bekerja di kantor, masker medis bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu mengurangi paparan droplet dan percikan cairan. Namun, perlindungannya terhadap aerosol tidak setara dengan respirator yang terpasang rapat.
2. Masker KF94 untuk Aktivitas di Tempat Ramai
Saat menggunakan transportasi umum atau beraktivitas di tempat ramai, KF94 bisa menjadi pilihan untuk membantu menyaring partikel di udara. Masker ini memiliki efisiensi filtrasi minimal 94% berdasarkan standar pengujiannya. Pastikan ukurannya sesuai dan tidak memiliki celah besar di sekitar wajah.
3. Masker KN95 atau N95 untuk Paparan Polusi
Jika kamu sering berada di ruangan tertutup yang ramai atau melakukan kontak dekat dengan banyak orang, masker N95 dan KN95 bisa menjadi pilihan. Keduanya memiliki efisiensi filtrasi minimal 95% berdasarkan standar pengujian masing-masing. Pastikan masker memenuhi standar yang diklaim dan pas di wajah agar perlindungannya optimal.
Memilih masker yang tepat penting untuk menjaga kesehatan pernapasan, terutama saat beraktivitas di tengah debu dan polusi. Pastikan kamu memilih masker sesuai kebutuhan dengan memperhatikan kemampuan filtrasi, kualitas, dan kenyamanannya. Nah, buat kamu yang sedang mencari masker, Galeri Medika menyediakan berbagai pilihan masker dengan jaminan produk 100% original dan pengiriman ke seluruh Indonesia melalui ekspedisi terpercaya. Yuk, temukan masker yang sesuai dengan kebutuhanmu di Galeri Medika!
https://publichealthactionnetwork.org/a-guide-to-masks-understanding-the-differences-and-choosing-the-right-protection/
https://www.cdc.gov/respiratory-viruses/prevention/masks.html
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-mask/art-20485449
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9915213/
https://www.cdc.gov/niosh/ppe/respirators/ffr.html
https://hbruichen.com/blog/kf94-vs-surgical-mask-key-differences/
https://www.filtrafine.com/show/mask_bfe.htm




