Dalam setiap kejadian darurat seperti kecelakaan di jalan, bencana alam, atau insiden di tempat kerja, tandu selalu menjadi alat pertama yang dicari tim penyelamat. Tandu bukan sekadar alat evakuasi pasien. Alat ini membantu menjaga tubuh korban tetap stabil selama proses evakuasi sehingga kondisi tidak makin memburuk. Menariknya, jenis tandu sangat beragam, dan setiap tipe punya fungsi spesifik sesuai medan dan kondisi korban. Mari kita bahas satu per satu agar kamu tahu mana yang digunakan di tiap situasi.

Tandu Scoop Stretcher: Si Andal di Kecelakaan Jalan Raya

Dalam kecelakaan lalu lintas, korban sering kali mengalami cedera tulang belakang atau panggul. Untuk kondisi seperti ini, tim medis biasa menggunakan tandu scoop stretcher. Tandu ini bisa dipisah menjadi dua bagian memanjang, lalu diselipkan dari sisi kanan dan kiri tubuh pasien tanpa perlu mengangkat tubuh si pasien. Setelah itu, kedua sisi dikunci kembali membentuk tandu utuh.

Keunggulannya? Meminimalisir gerakan pada tubuh korban, sehingga mengurangi risiko cedera pada tubuh pasien. Itulah sebabnya scoop stretcher selalu tersedia di ambulans atau lokasi kecelakaan padat lalu lintas.

tandu scoop stretcher

Spinal Board: Penopang Utama untuk Cedera Tulang Belakang

Kalau scoop stretcher berfungsi untuk memindahkan korban dengan hati-hati, spinal board adalah langkah lanjutan untuk menjaga postur tubuh tetap sejajar. Tandu ini berbentuk papan datar yang terbuat dari plastik atau serat ringan, lengkap dengan sabuk pengaman dan head immobilizer untuk menahan kepala serta leher. Biasanya digunakan pada korban jatuh dari ketinggian, kecelakaan berat, atau patah tulang belakang.

Dengan spinal board, pasien bisa diangkat, dipindahkan, atau dimasukkan ke ambulans tanpa khawatir posisi tubuh bergeser. Alat ini wajib ada di tim evakuasi, ambulans, hingga unit gawat darurat rumah sakit.

spinal board

Basket Stretcher: Penyelamat di Medan Ekstrem dan Pegunungan

Untuk medan sulit seperti gunung, tebing, atau area bencana alam, petugas SAR biasanya mengandalkan basket stretcher. Bentuknya menyerupai keranjang besar yang melindungi seluruh tubuh pasien, dari sisi hingga bawah.

Kelebihannya, basket stretcher bisa diangkat vertikal atau horizontal, bahkan digantung dari helikopter saat evakuasi udara. Kekuatan dan stabilitasnya membuat alat ini ideal untuk operasi penyelamatan di medan ekstrem seperti pegunungan atau jurang.

basket stretcher

Tandu Lipat 2 dan Lipat 4: Solusi Cepat di Area Terbatas

Dalam kondisi darurat di area sempit seperti gedung, sekolah, atau tempat umum, petugas sering menggunakan tandu lipat 2 atau tandu lipat 4. Keduanya mudah dibawa dan disimpan karena bisa dilipat kecil tanpa mengurangi kekuatan penopang. Biasanya digunakan oleh relawan, petugas PMI, dan tim tanggap bencana, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan medis.

Kebanyakan Tandu Lipat memiliki fitur-fitur berikut:

  • Portabel
  • Mudah disimpan
  • Memiliki lembaran tahan api
  • Karena desainnya yang dapat dilipat, ia dapat dipindahkan melalui tempat yang sempit dengan mudah.
tandu lipat

Tandu Ambulans: Nyaman dan Aman Selama Perjalanan

Setelah korban berhasil dievakuasi, tahap selanjutnya adalah pemindahan ke tandu ambulans. Jenis tandu ini dilengkapi rangka aluminium, sabuk pengaman, dan roda untuk mempermudah perpindahan pasien dari lokasi kejadian ke kendaraan medis.

Model tertentu bahkan memiliki sistem hidrolik untuk mengatur tinggi-rendahnya posisi tandu tanpa perlu tenaga besar. Fungsinya bukan hanya mobilitas, tapi juga stabilitas dan kenyamanan pasien selama perjalanan menuju rumah sakit.

tandu ambulans

Cara Menggunakan Tandu dengan Benar dan Aman

Memindahkan pasien menggunakan tandu perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan cedera tambahan. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa kamu ikuti:

  • Siapkan tandu di samping pasien. Pastikan tandu berada di posisi yang mudah dijangkau dari sisi tubuh pasien.
  • Posisikan pasien dengan benar. Pasien sebaiknya berbaring telentang dengan tangan di samping tubuh agar mudah diangkat.
  • Atur posisi petugas. Satu orang meletakkan tangannya di bawah punggung atau pinggang pasien, sementara orang lainnya memegang bagian lutut atau pinggul.
Catatan penting:
Jika pasien dicurigai mengalami cedera tulang belakang, jangan menekuk kepala atau lehernya. Biasanya pasien seperti ini akan dipasangi collar neck untuk menjaga posisi leher tetap lurus. Dalam kondisi seperti itu, gunakan teknik “log roll”, yaitu memutar tubuh pasien perlahan secara bersamaan tanpa menekuk tulang belakang.
  • Angkat pasien bersama-sama. Setelah semua siap, angkat pasien dengan hati-hati dan letakkan di atas tandu secara bersamaan agar tetap stabil dan aman.

Setiap tindakan penyelamatan selalu melibatkan tandu. Dari scoop stretcher di jalan raya, spinal board untuk cedera tulang belakang, basket stretcher di pegunungan, hingga tandu lipat dan tandu ambulans. Semua memiliki fungsi penting dalam menjaga keselamatan pasien. Tandu bukan hanya alat untuk memindahkan tubuh, melainkan bagian penting dari upaya penyelamatan nyawa.

Galeri Medika menyediakan berbagai jenis tandu. Semua produk memiliki standar mutu tinggi dan dirancang untuk mendukung keselamatan pasien di berbagai kondisi. Kunjungi Galeri Medika untuk menemukan tandu yang sesuai kebutuhanmu.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://jiekangmedical.com/different-types-of-stretchers-all-you-need-to-know/
https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1002/ajim.23571
https://survivalfirstaidkits.net.au/pages/stretchers-for-patients?srsltid=AfmBOopm_0uRwMwCKdMflYPLjfGoEVoRGLy2uDw2qLnKOkY4LRoxzvm0