Tangan atau kaki tiba-tiba terasa seperti ada semut berjalan? Sensasi geli, kebas, atau seperti tertusuk jarum kecil ini sering disebut kesemutan. Banyak orang menganggapnya sepele sekadar efek salah posisi duduk, kelelahan, atau terlalu lama menahan satu posisi. Padahal, menurut berbagai artikel kesehatan dan jurnal medis, kesemutan, terutama yang sering terjadi di tangan dan kaki, bisa menjadi sinyal tersembunyi dari sistem saraf yang tidak boleh diabaikan.

Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah yang berbeda, yaitu sensasi abnormal pada kulit yang dapat bersifat sementara hingga kronis. Mulai dari tekanan saraf ringan, kekurangan vitamin, hingga gangguan saraf akibat diabetes, kesemutan bisa menjadi petunjuk awal adanya kondisi kesehatan tertentu. Lalu, kapan kesemutan masih tergolong normal, dan kapan ia berubah menjadi tanda bahaya?

Apa Itu Kesemutan Secara Medis?

Dalam istilah medis, kesemutan disebut parestesia. Menurut artikel kesehatan dari Cleveland Clinic dan Healthline, parestesia adalah sensasi tidak normal pada kulit yang dapat berupa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, atau seperti tertusuk jarum. Kesemutan paling sering muncul di tangan dan kaki karena area ini memiliki banyak ujung saraf.

Dalam banyak kasus, sensasi ini tidak berbahaya dan bersifat sementara. Misalnya, ketika tangan tertindih saat tidur atau kaki disilangkan terlalu lama. Menurut artikel dari WebMD, tekanan pada saraf dapat menghambat aliran darah sementara. Saat tekanan dilepaskan, aliran darah kembali normal dan sensasi kesemutan pun menghilang dengan sendirinya. Namun, kesemutan bisa menjadi masalah jika terjadi berulang, berlangsung lama, atau semakin parah.

Tubuh Terasa Seperti Ada Semut? Kenalan dengan Kesemutan, Sinyal Tersembunyi dari Sistem Saraf

Penyebab Kesemutan yang Paling Sering Terjadi

Menurut berbagai artikel kesehatan dan jurnal neurologi, kesemutan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Tekanan pada saraf
    Duduk terlalu lama, posisi tidur yang salah, atau kebiasaan menyilangkan kaki.
  2. Gangguan aliran darah
    Aliran darah yang tidak lancar ke tangan atau kaki dapat memicu kesemutan.
  3. Cedera atau trauma
    Cedera pada leher, punggung, atau pergelangan tangan dapat memengaruhi saraf.
  4. Kekurangan vitamin
    Menurut artikel Medical News Today, kekurangan vitamin B, terutama vitamin B12, dapat menyebabkan gangguan saraf yang ditandai kesemutan.
  5. Gangguan saraf (neuropati)
    Kerusakan saraf akibat penyakit tertentu dapat menyebabkan kesemutan kronis.

kesemutan juga dapat menjadi gejala dari beberapa penyakit, antara lain diabetes (neuropati diabetik), carpal tunnel syndrome, neuropati perifer, saraf terjepit atau gangguan tulang belakang, serta stroke atau Transient Ischemic Attack (TIA).

Baca artikel lainnya

Kapan Kesemutan Menjadi Tanda Bahaya?

Kesemutan perlu diwaspadai jika tidak kunjung hilang .Segera periksakan diri jika kesemutan:

  • Terjadi terus-menerus atau semakin sering
  • Disertai nyeri, sensasi terbakar, atau gatal hebat
  • Menyebabkan kelemahan otot
  • Disertai pengecilan massa otot
  • Muncul tiba-tiba dan hanya pada satu sisi tubuh

Dalam beberapa kasus, kesemutan dapat menjadi gejala awal kondisi serius seperti gangguan saraf, stroke, atau penyakit sistemik lainnya.

Kesemutan di Tubuh dan Artinya

Menurut artikel kesehatan dari Healthline, lokasi kesemutan dapat memberi gambaran penyebabnya, Tubuh sebenarnya sedang menyampaikan pesan dan kesemutan adalah salah satunya.:

  • Kesemutan di tangan sering dikaitkan dengan carpal tunnel syndrome atau tekanan saraf pergelangan tangan
  • Kesemutan di kaki bisa berhubungan dengan gangguan saraf perifer atau sirkulasi darah
  • Kesemutan di satu sisi tubuh perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan saraf pusat atau stroke ringan

Kesemutan dan Diabetes: Hubungan yang Perlu Diwaspadai

Menurut jurnal yang dipublikasikan di PubMed, diabetes merupakan salah satu penyebab paling umum neuropati perifer, yaitu kerusakan saraf yang sering ditandai kesemutan kronis, terutama di tangan dan kaki. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai saraf. Menurut artikel Cleveland Clinic, kesemutan akibat diabetes biasanya muncul perlahan dan dapat memburuk jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Cara Mengurangi dan Mencegah Kesemutan

Menurut berbagai artikel kesehatan, langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi dan mencegah kesemutan:

  • Ubah posisi tubuh secara berkala
  • Lakukan peregangan ringan
  • Jaga kadar gula darah tetap stabil
  • Konsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya vitamin B
  • Rutin berolahraga
  • Hindari kebiasaan merokok

Kesemutan memang sering dianggap sepele. Namun menurut berbagai jurnal dan artikel kesehatan, sensasi seperti ada semut di tubuh sebenarnya bisa menjadi sinyal penting dari sistem saraf. Dengan mengenali penyebabnya dan memahami kapan kesemutan perlu diwaspadai, kita bisa mengambil langkah lebih cepat untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36013364/
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17824-numbness-in-hands
https://www.healthline.com/health/tingling-in-hands-and-feet
https://www.verywellhealth.com/tingling-in-hands-5221746
https://www.webmd.com/brain/tingling-in-hands-and-feet
https://www.medicalnewstoday.com/articles/324456