
Pernah nggak sih, tiba-tiba tangan kesemutan pas lagi asyik scroll HP atau sibuk ngetik kerjaan? Awalnya dikira cuma kesemutan biasa, tapi lama-lama kok makin sering dan bikin nggak nyaman? Nah, hati-hati bisa jadi itu bukan sekadar pegal, tapi tanda Carpal Tunnel Syndrome (CTS) lho. Kondisi ini sering menyerang siapa saja yang aktif pakai tangan, apalagi di era serba digital kayak sekarang.
Tapi Jangan khawatir nih, karena CTS bisa dicegah dan bahkan dikenali sejak dini lewat beberapa tes sederhana yang bisa kamu coba di rumah lho.
Apa Itu CTS (Carpal Tunnel Syndrome)?
Carpal Tunnel Syndrome atau Sindrom Terowongan Karpal adalah gangguan saraf yang terjadi di pergelangan tangan. Kondisi ini muncul ketika saraf medianus tertekan di area sempit bernama terowongan karpal. Bagian ini terdiri dari tulang karpal di bawah dan ligamen karpal transversal di atas, membentuk lorong sempit yang dilalui saraf dan tendon. Saraf medianus berperan penting untuk memberi fungsi sensorik dan motorik pada ibu jari serta tiga jari tengah. Nah, kalau saraf ini tertekan, kamu bisa mengalami berbagai gejala yang bikin nggak nyaman, lho!
Gejala Awal CTS yang Harus Diwaspadai
Gejalanya biasanya muncul perlahan dan makin lama makin terasa mengganggu. Di antaranya:
- Kesemutan dan mati rasa
Biasanya di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Rasanya seperti tersengat listrik, terutama saat pegang HP, setir, atau koran. Kadang juga bisa bikin kamu terbangun di malam hari.- Tangan terasa lemah
Penderitanya sering menjatuhkan barang karena otot penjepit ibu jari yang dikendalikan saraf medianus ikut melemah.- Nyeri pada pergelangan tangan atau jari
Rasa nyeri sering muncul di malam hari dan bisa sampai mengganggu tidur.
Lalu, Apa Penyebabnya?
Penyebab utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah tekanan berlebih pada saraf medianus. Terowongan karpal sebenarnya memiliki ruang yang cukup untuk saraf dan tendon yang melewatinya. Namun, ketika salah satu jaringan di pergelangan tangan mengalami pembengkakan atau cedera, ruang tersebut menjadi sempit dan menekan saraf medianus. Tekanan inilah yang akhirnya memicu munculnya sindrom terowongan karpal. Siapa pun bisa mengalaminya, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti berikut ini:
- Faktor pekerjaan, aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada tangan dan pergelangan, seperti mengetik, mengayunkan palu, atau menggunakan alat listrik bergetar (bor, jackhammer), dapat meningkatkan tekanan pada saraf medianus.
- Jenis kelamin dan kehamilan, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, kemungkinan karena ukuran terowongan karpal yang cenderung lebih kecil dibanding pria, serta pengaruh hormon yang dapat memengaruhi jaringan tendon di sekitar pergelangan tangan.
- Usia, risiko meningkat pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun.
- Penggunaan obat tertentu, beberapa penelitian menunjukkan kaitan antara CTS dengan penggunaan anastrozole (Arimidex), yaitu obat yang digunakan untuk terapi kanker payudara.
- Faktor keturunan, memiliki anggota keluarga dengan riwayat sindrom terowongan karpal dapat meningkatkan risiko, karena kondisi ini bisa bersifat genetik atau diwariskan antar generasi.
- Obesitas, berat badan berlebih dapat mempersempit ruang di terowongan karpal dan menambah tekanan pada saraf medianus.
Memiliki kondisi kesehatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko sindrom terowongan karpal lho, termasuk seperti artritis reumatoid, encok, hipotiroidisme, diabetes, dan amiloidosis.
Tes CTS Sederhana yang Bisa Kamu Coba di Rumah
Untuk memastikan apakah gejala yang kamu rasakan benar mengarah ke Carpal Tunnel Syndrome (CTS), ada beberapa tes sederhana yang bisa kamu coba sendiri di rumah:
1. Tes Phalen (Wrist-Flexion Test)
Tes phalen adalah tes yang paling umum dan banyak diketahui karena terlihat simple. Hanya dengan lipat kedua pergelangan tangan dan tempelkan bagian punggung tangan satu sama lain (posisi seperti berdoa terbalik). Lalu tahan selama 60 detik.
Kalau muncul sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri di jari tangan bagian tengah, artinya kemungkinan besar saraf medianus sedang tertekan. Menurut Cleveland Clinic, tes ini meniru kondisi tekanan di terowongan karpal untuk memicu gejala CTS, sehingga sangat berguna untuk pemeriksaan awal.
Versi Phalen terbalik
Kalau posisi sebelumnya terasa tidak nyaman, kamu bisa coba posisi tangan berdoa biasa (menekuk ke arah sebaliknya). Tes ini tetap bisa membantu menilai reaksi saraf medianus terhadap tekanan.
2. Tes Tinel’s Sign
Cara melakukan tes-nya hanya dengan ketuk perlahan bagian dalam pergelangan tangan di jalur saraf medianus menggunakan ujung jari atau jari telunjuk tangan lainnya.
Kalau muncul rasa kesemutan, nyeri, atau sensasi seperti aliran listrik menjalar ke jari tangan (terutama ibu jari, telunjuk, dan jari tengah), hasilnya bisa mengarah pada iritasi saraf medianus. Menurut Cleveland Clinic, tes ini merupakan pemeriksaan cepat dan umum untuk mendeteksi adanya tekanan atau kerusakan pada saraf.
3. Tes Durkan (Carpal Compression Test)
Yang terakhir kamu bisa gunakan metode tes Durkan. Tes yang diusulkan oleh JA Durkan ini cukup simple juga, hanya gunakan ibu jari untuk menekan lembut bagian tengah pergelangan tangan (di antara ibu jari dan jari telunjuk) selama sekitar 30 detik.
Kalau muncul sensasi terbakar, kesemutan, atau nyeri yang menjalar ke jari, bisa jadi ada tekanan pada saraf medianus. Menurut Resilience Orthopedics dan penelitian dari ScienceDirect, tes Durkan dinilai lebih sensitif dan akurat dibandingkan Tinel’s atau Phalen karena memberikan tekanan langsung ke area terowongan karpal tempat yang dilalui saraf medianus.
Tes ini biasa digunakan dokter saraf atau ortopedi untuk membantu mendeteksi tekanan pada saraf medianus. Tapi ingat ya, hasilnya tidak bisa menggantikan diagnosis profesional, jadi tetap periksakan diri kalau gejalanya mengganggu aktivitas dan pola tidur.
Tips Mencegah dan Mengurangi Risiko CTS
- Kurangi tenaga saat menggenggam, rilekskan tangan, dan jangan lupa beristirahat sesering mungkin, terutama kalau kamu bekerja dengan gerakan tangan berulang.
- Gunakan teknik yang tepat dan pertahankan postur tubuh yang baik saat bekerja dengan alat atau saat mengetik di keyboard.
- Jaga agar tangan tetap hangat. Lingkungan kerja yang terlalu dingin bisa membuat tangan lebih mudah terasa nyeri dan kaku.
- Gunakan penyangga tangan untuk membantu mengurangi gejala CTS yang sudah ada. Penyangga ini bisa membantu menjaga posisi pergelangan tetap netral dan mengurangi tekanan pada saraf medianus. Berikut rekomendasi penyangga tangan yang bisa kamu gunakan:
![]() Dr. Ortho WH-301 |
![]() Variteks 307 |
![]() Dr. Ortho EH-373 |
![]() Neomed JC-1804 |
|---|
Kadang kita baru sadar pentingnya jaga kesehatan tangan setelah rasa kesemutan atau nyeri mulai ganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, mencegahnya bisa banget dilakukan dari hal-hal kecil, seperti istirahat di sela kerja, jaga postur tangan, atau pakai penyangga pergelangan biar tekanan berkurang. Nah, kalau kamu butuh alat bantu atau produk kesehatan yang aman dan terpercaya, kamu bisa cari di Galeri Medika produknya lengkap dan pastinya original 100%.
https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/25133-phalens-test
https://www.resilienceorthopedics.com/hand/carpal-tunnel-syndrome/
https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22662-tinels-sign
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603
https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/carpal-tunnel-syndrome
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4005-carpal-tunnel-syndrome
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2589514120300189
.webp)
.webp)
.webp)








