
Minuman bersoda sudah lama sekali jadi favorit banyak orang karena rasanya yang segar dan sensasi gelembung karbonasinya yang unik. Hampir disemua restoran cepat saji juga banyak yang menyajikan menu tersebut. Sayangnya, kandungan gula dan kalorinya yang tinggi banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, hadir lah soda diet versi rendah atau bahkan tanpa kalori dibandingkan soda biasa.
Sekilas, soda diet terlihat merupakan pilihan yang lebih aman karena tetap bisa menikmati soda tanpa takut berat badan bertambah atau gula darah naik. Tapi, benarkah soda diet sepenuhnya sehat?
Yuk Kenalan, Apa Itu Soda Diet?
Minuman soda sendiri adalah minuman berkarbonasi yang umumnya punya kandungan gula dan kalori cukup tinggi. Karena banyak orang suka minuman bersoda tapi khawatir dengan dampak buruknya bagi kesehatan, akhirnya muncullah soda diet. Soda diet adalah versi rendah atau bahkan tanpa kalori dari soda biasa, di mana gula diganti dengan pemanis buatan seperti aspartame, sucralose, acesulfame kalium, dan pemanis tanpa kalori lainnya. Karena kalorinya sangat sedikit, bahkan hampir nol, banyak orang terutama yang sedang menurunkan berat badan lebih memilih minum soda diet.

Kandungan Soda Diet
Menurut Fatsecret, dalam satu kaleng soda diet ukuran 350 ml, ternyata kalorinya super rendah lho, berikut rinciannya:
| Energi | 15 kJ / 4 kkal |
| Lemak | 0,07 g |
| Lemak Jenuh | 0 g |
| Lemak tak Jenuh Ganda | 0 g |
| Lemak tak Jenuh Tunggal | 0 g |
| Kolesterol | 0 mg |
| Protein | 0,39 g |
| Karbohidrat | 0,84 g |
| Serat | 0 g |
| Gula | 0 g |
| Sodium (Natrium) | 28 mg |
| Kalium | 25 mg |
Kalau dilihat dari angkanya, hampir semua komponen gizinya nol ya. Makanya soda diet sering dianggap lebih aman nih untuk yang sedang menjaga berat badan. Namun tunggu dulu, berikut kandungan lainnya yang terkandung pada soda diet:
- Pemanis buatan aspartam (Equal, NutraSweet) mengandung fenilalanin. Aspartam ditambahkan ke banyak obat, makanan diet, dan soda diet.
- Air berkarbonasi, yakni karbondioksida yang dilarutkan dalam air bertekanan
- Asam sitrat, malat, dan fosfat untuk menambah rasa getir
- Pewarna, seperti karotenoid dan antosianin
- Perasa, baik perasa alami maupun buatan, seperti rasa buah, karamel, dan rempah
- Pengawet, seperti potasium benzoat
Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda Saat Mengonsumsi Soda Diet?
Jika Anda minum dua kaleng Coke biasa berukuran 350 ml setiap hari, Anda bisa mengurangi 280 kalori "kosong" (non-nutrisi) dengan beralih ke alternatif nol kalori.Berikut ini tahapan yang mungkin akan terjadi pada tubuh ketika Bunda mengonsumsi soda diet:
- Seketika: Banjir gula memasuki tubuh hanya dengan satu kaleng.
- Dalam 20 menit: Gula darah melonjak, memicu lonjakan insulin.
- Sekitar 40 menit: Kafein diserap sepenuhnya, meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan hati melepaskan lebih banyak gula ke dalam aliran darah. Lonjakan dominan merangsang pusat kenikmatan di otak.
- Setelah 60 menit: Asam fosfat mengikat kalsium dan mineral penting lainnya dalam usus, sementara efek diuretik kafein menyebabkan mineral-mineral ini dikeluarkan melalui urine.

Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman diet cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dari makanan dibandingkan orang yang mengonsumsi soda biasa. Menurut Harvard Health, konsumsi minuman nol kalori ternyata tidak otomatis membantu menurunkan berat badan karena justru dapat meningkatkan nafsu makan dan asupan kalori dari makanan lain.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Nutrition & Metabolism menemukan bahwa orang dengan berat badan berlebih atau obesitas yang minum soda diet justru cenderung memiliki BMI lebih tinggi dibanding mereka yang minum soda manis biasa. Hal ini menunjukkan bahwa soda diet tidak selalu menjadi solusi sehat untuk mengontrol berat badan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed, konsumsi soda diet setiap hari dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena sindrom metabolik dan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya. Risiko ini terutama terlihat pada mereka yang sudah memiliki faktor risiko obesitas.
Dalam studi skala besar yang melibatkan lebih dari 451.000 orang Eropa sehat (European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition), ditemukan bahwa dua atau lebih minuman diet per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit peredaran darah seperti penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke hingga 52%. Di sisi lain, konsumsi minuman manis setiap hari meningkatkan risiko penyakit pencernaan sebesar 59%.
Apakah Masih Boleh Minum Soda Diet?
Soda diet masih boleh dikonsumsi sesekali namun tidak diperbolehkan untuk konsumsi harian atau berlebihan, karena banyak penelitian yang menunjukan risiko bahayanya, jika kamu sudah terlanjur memiliki kebiasaan meminum soda diet berikut tips untuk membatasi asupan yang bisa kamu lakukan:
-
Jangan simpan minuman bersoda dirumah anda
menyimpan minuman soda dirumah akan memancing kita untuk meminumnya, lebih baik untuk menjauhkan dari pandangan dan juga pikiran, kamu bisa ganti soda dengan pilihan yang lebih sehat dan jangan simpan minuman tersebut dirumah -
Hindari minuman manis lainnya
Minuman kopi beraroma, teh atau jus buah manis, minuman berenergi, dan sebagian besar minuman kemasan mengandung banyak zat aditif tidak sehat yang sama dengan soda. Jadi, minum minuman manis lainnya bukanlah pilihan yang lebih sehat. -
ubah kebiasaan minum soda
otak bisa bekerja mengembangkan keinginan berdasarkan kebiasaan yang dilakukan, jika terbiasa minum soda disetiap pagi atau sore saat itulah otak paling menginginkannya, kamu bisa coba alternatif untuk mengganti kebiasaan minum soda seperti berolahraga dan jalan santai, makan camilan sehat seperti buah buahan, dan pilih minuman yang lebih sehat.
Alternatif Minuman Sehat
- minum air putih, membantu detox tubuh dari racun
- Kopi tanpa gula, Kaya antioksidan jika dikonsumsi dengan bijak.
- Teh Tawar, Pilihan herbal yang menenangkan.
- Kombucha, Minuman fermentasi dengan probiotik.
- Air Kelapa, Alami dan mengandung elektrolit.
Mengganti soda biasa dengan soda diet kelihatannya memang terdengar seperti pilihan yang lebih sehat, tetapi bukan berarti bebas risiko ya. Konsumsi rutin soda diet justru dapat memicu peningkatan nafsu makan, gangguan metabolik, bahkan risiko penyakit serius. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menyadari bahwa tidak semua yang bebas kalori itu otomatis aman untuk kesehatan jangka panjang.
Kesehatan itu penting banget dijaga setiap hari, bukan cuma lewat pilihan makan dan minum, tapi juga dengan rajin cek kondisi tubuh. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, kayak ukur tekanan darah pakai tensimeter, cek gula darah dengan glucometer, atau pakai alat kesehatan lain sesuai kebutuhan. Nah kamu bisa coba beli di toko alat kesehatan terpercaya salah satunya, seperti galeri medika ya.
https://www.mdanderson.org/cancerwise/diet-soda-and-cancer-risk--what-you-should-know.h00-159775656.html
https://www.cardiosmart.org/news/2019/9/diet-soda-and-sugary-drinks-may-affect-lifespan-study-finds
https://nutritionandmetabolism.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12986-016-0129-3
https://health.clevelandclinic.org/3-reasons-you-should-kick-your-diet-soda-habit
https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/diet-soda?portionid=419117&portionamount=1,000
https://www.health.harvard.edu/blog/zero-weight-loss-from-zero-calorie-drinks-say-it-aint-so-2021032222204
https://www.alodokter.com/alasan-soda-diet-tidak-lebih-sehat-dibanding-soda-biasa
https://health.clevelandclinic.org/3-reasons-you-should-kick-your-diet-soda-habit
Ini yang Terjadi pada Tubuh 60 Menit Setelah Minum Soda Diet
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19151203/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24432876/
https://ajph.aphapublications.org/doi/pdf/10.2105/AJPH.2013.301556




