Hernia atau yang sering dikenal sebagai turun berok merupakan kondisi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol melalui bagian otot atau jaringan penyangga yang melemah. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut atau selangkangan dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita.

Sayangnya, hernia sering dianggap sepele, terutama ketika benjolan yang muncul tidak terasa sakit. Padahal, hernia yang tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari nyeri yang semakin parah hingga terhambatnya aliran darah ke jaringan atau organ yang terjebak.

Lantas, apa saja dampak hernia jika terlambat ditangani? Bagaimana mengenali tanda-tanda hernia yang perlu diwaspadai? Yuk, kenali lebih jauh agar kamu tidak mengabaikan gejalanya!

Kenali Gejala Hernia Sebelum Semakin Parah

Gejala hernia bisa berbeda-beda, tergantung lokasi dan tingkat keparahannya. Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah benjolan di perut, sekitar pusar, atau selangkangan.

Benjolan tersebut biasanya terlihat lebih jelas ketika berdiri, batuk, mengangkat beban, atau mengejan. Pada sebagian orang, benjolan bisa mengecil ketika berbaring, tetapi hal ini bukan berarti hernia sudah sembuh.

hernia

Selain benjolan, beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar benjolan.
  • Sensasi tertarik, tertekan, atau terasa berat di perut.
  • Nyeri yang bertambah ketika beraktivitas atau mengangkat beban.
  • Pembengkakan di area selangkangan yang terkadang meluas hingga skrotum pada pria.

Pada tahap awal, hernia terkadang tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Inilah alasan mengapa sebagian orang memilih mengabaikannya. Padahal, pemeriksaan dokter penting untuk mengetahui jenis hernia dan menentukan penanganan yang sesuai.

Apa Dampak Hernia Jika Terlambat Ditangani?

Hernia tidak selalu langsung menimbulkan komplikasi berbahaya. Namun, jika kondisinya memburuk, beberapa masalah kesehatan berikut dapat terjadi.

1. Benjolan Membesar dan Nyeri Bertambah

Seiring waktu, hernia dapat menyebabkan benjolan semakin besar dan rasa tidak nyaman yang lebih sering muncul, terutama ketika beraktivitas, batuk, atau mengangkat barang berat.

Kondisi ini bisa mengganggu kegiatan sehari-hari, mulai dari berjalan hingga melakukan pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

Meski demikian, tidak semua hernia akan membesar dengan kecepatan yang sama. Perkembangannya bergantung pada jenis hernia dan kondisi masing-masing orang.

hernia

2. Organ atau Jaringan Terjebak

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah hernia inkarserata, yaitu kondisi ketika jaringan yang menonjol terjebak dan tidak dapat kembali ke posisi semula.

Jika sebagian usus terjebak, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan mengganggu pergerakan isi usus. Hernia yang tidak bisa masuk kembali perlu segera diperiksa dokter karena dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

3. Terjadi Sumbatan Usus

Hernia yang menjepit bagian usus dapat menyebabkan sumbatan atau obstruksi usus. Akibatnya, makanan, cairan, dan gas tidak dapat melewati saluran pencernaan secara normal.

Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Sakit perut atau kram yang semakin parah.
  • Perut terasa kembung atau membesar.
  • Mual dan muntah.
  • Sulit buang air besar atau tidak bisa buang angin.

Jika gejala tersebut muncul, terutama bersamaan dengan benjolan hernia yang terasa nyeri, segera cari pertolongan medis.

hernia

4. Aliran Darah ke Jaringan Terputus

Komplikasi yang lebih serius adalah hernia strangulata. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang terjebak mengalami gangguan aliran darah. Akibatnya, jaringan tersebut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga berisiko mengalami kerusakan hingga kematian jaringan.

Jika bagian usus mengalami kondisi ini, pasien bisa membutuhkan operasi darurat untuk mengatasi jepitan dan menangani jaringan yang sudah rusak.

Baca artikel lainnya

5. Infeksi Berat yang Mengancam Nyawa

Apabila jaringan usus yang terjepit mengalami kerusakan berat hingga berlubang, isi usus dapat masuk ke rongga perut dan memicu infeksi serius.

Infeksi tersebut dapat berkembang menjadi sepsis, yaitu respons tubuh yang ekstrem terhadap infeksi dan dapat mengancam nyawa.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua hernia akan berkembang sampai tahap ini. Risiko tersebut terutama berkaitan dengan komplikasi berat yang tidak segera mendapatkan penanganan.

hernia

Kapan Hernia Harus Segera Diperiksakan?

Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin parah untuk memeriksakan hernia. Semakin cepat kondisi ini dievaluasi, semakin cepat pula dokter dapat menentukan penanganan yang tepat.

Segera pergi ke IGD jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Benjolan hernia tiba-tiba terasa sangat nyeri.
  • Benjolan menjadi keras, membengkak, atau tidak bisa masuk kembali.
  • Kulit di sekitar benjolan berubah menjadi merah keunguan atau gelap.
  • Mual dan muntah disertai sakit perut.
  • Perut membesar disertai kesulitan buang air besar atau buang angin.
  • Nyeri perut disertai demam atau kondisi tubuh yang semakin lemah.

Gejala tersebut dapat menandakan komplikasi serius, seperti sumbatan usus atau hernia strangulata.

Penting:

Jangan mencoba memijat atau memaksa benjolan masuk kembali, terutama jika terasa sakit atau mengeras. Segera cari pertolongan medis.

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

hernia

Jawabannya bergantung pada jenis hernia, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Pada sebagian orang dewasa, hernia yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala berarti dapat dipantau secara berkala oleh dokter. Namun, pemantauan bukan berarti hernia akan sembuh dengan sendirinya.

Hernia terjadi akibat kelemahan atau celah pada jaringan penyangga tubuh. Karena itu, obat-obatan umumnya tidak dapat memperbaiki kelemahan tersebut.

Dokter dapat merekomendasikan operasi untuk memperbaiki bagian yang melemah, terutama jika hernia menimbulkan nyeri, semakin membesar, atau berisiko mengalami komplikasi.

Jika sudah terjadi hernia strangulata atau sumbatan usus, tindakan darurat mungkin diperlukan.

Hindari mencoba pengobatan sendiri tanpa mengetahui jenis dan kondisi hernia. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Hernia Semakin Parah?

Meskipun tidak semua hernia dapat dicegah, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada area perut dan menghindari keluhan yang semakin berat.

hernia
  • Hindari mengangkat beban terlalu berat. Jika harus mengangkat barang, gunakan teknik yang benar dan jangan memaksakan diri.
  • Cegah sembelit. Konsumsi makanan berserat, minum air yang cukup, dan hindari mengejan berlebihan saat buang air besar.
  • Atasi batuk berkepanjangan. Batuk yang terus-menerus dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut.
  • Jaga berat badan tetap sehat. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada dinding perut.
  • Ikuti anjuran dokter. Lakukan pemeriksaan sesuai jadwal dan diskusikan aktivitas yang aman berdasarkan kondisi hernia.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengelola faktor risiko, tetapi tidak menjamin hernia tidak akan memburuk. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.

Penutup

Hernia memang tidak selalu menimbulkan masalah serius sejak awal. Namun, bukan berarti benjolan yang muncul di perut atau selangkangan boleh diabaikan begitu saja.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hernia dapat menyebabkan komplikasi, seperti jaringan yang terjebak, sumbatan usus, hingga terputusnya aliran darah ke jaringan yang menonjol. Pada kondisi berat, komplikasi tersebut bahkan dapat mengancam nyawa.

Karena itu, jangan menunggu sampai hernia terasa sangat sakit untuk mencari pertolongan medis. Jika menemukan benjolan yang tidak biasa, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang sesuai bisa diberikan sejak dini.

Ingat, mengenali gejala dan mendapatkan penanganan tepat waktu merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/sakit-hernia-2
https://www.halodoc.com/artikel/hernia-tidak-ditangani-waspada-komplikasi-ini
https://liramedika.com/edukasi-kesehatan/apa-itu-hernia-apakah-bisa-pulih-tanpa-operasi
https://herminahospitals.com/id/articles/ciri-ciri-hernia-yang-sering-terjadi-ketahui-penyebab-yang-perlu-kita-waspadai
https://www.miracleshealth.com/blog/can-you-die-from-a-hernia