
Di salah satu episode podcast Raditya Dika bersama Sheila Dara yang sedang mempromosikan film “Sore,” muncul sebuah obrolan santai yang justru menarik perhatian banyak penonton. Di tengah pembahasan tentang filmnya, keduanya tanpa sengaja menyinggung makanan yang belakangan membuat mereka sama-sama ketagihan. Restoran itu adalah Unagi Kurofune dan hidangan yang mereka bicarakan dengan antusias adalah Unagi Butter.

Apa Itu Unagi? Belut atau Ikan Sidat?
Dilansir dari laman detik.com, unagi merupakan sebutan untuk sidat air tawar Jepang atau Japanese eel dengan nama ilmiah Anguilla japonica. Berdasarkan informasi dari Sushipedia, unagi sering disalahartikan sebagai belut padahal termasuk jenis ikan sidat. Menurut Food and Agriculture Organization, tubuh unagi berbentuk memanjang dengan bagian depan menyerupai silinder. Rahang bawahnya sedikit lebih panjang dibandingkan rahang atas, sedangkan siripnya terdiri atas sirip punggung, sirip dubur, dan sirip dada.
Kupas Tuntas Menu Unagi Butter yang Memikat
Unagi Butter bukan sekadar hidangan unagi biasa. Kombinasi antara daging unagi panggang yang lembut dan disajikan dengan olesan butter gurih menciptakan sensasi rasa yang kaya, creamy, dan meleleh di mulut. Di Unagi Kurofune, menu ini disajikan dengan teknik panggang khas Jepang yang menjaga tekstur unagi yang lembut dengan aroma smoky yang menjadi ciri khasnya. Butter yang digunakan bukan hanya sekadar penambah rasa, tetapi juga membawa karakter rasa yang lebih dalam dan membuat hidangan ini terasa special dan menjadikan jenis makanan yang membuat orang ingin kembali lagi setelah sekali mencoba.
Tak heran jika menu ini viral: perpaduan manis, gurih, dan lembutnya terasa “premium”, sementara tampilannya sederhana namun menggugah selera
Kandungan Nutrisi Unagi yang Bikin Hidangan Ini Bernilai Tinggi
Di balik popularitasnya, kandungan nutrisi unagi memang tidak bisa dianggap remeh. Daging sidat ini kaya protein, omega-3, vitamin E, kalsium, vitamin A, dan fosfor. Bahkan, unagi disebut sebagai salah satu hewan laut dengan kadar asam lemak tak jenuh tertinggi. Omega-3 yang dimiliki unagi berperan membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, memperkuat tulang, hingga meredakan nyeri haid. Kombinasi omega-3 dan vitamin A juga dipercaya membantu mengurangi kerutan dan menjaga elastisitas kulit.
Beberapa studi menyebutkan bahwa konsumsi unagi dalam porsi yang tepat dapat menurunkan risiko kanker payudara, meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki daya ingat dan kemampuan belajar, bahkan berpotensi menurunkan risiko demensia.

Namun, meski penuh manfaat, unagi tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Kandungan lemaknya yang cukup tinggi membuat porsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang membatasi kalori atau memiliki riwayat kolesterol tinggi. Selain itu, cara pengolahan juga memengaruhi nilai gizinya. Unagi yang dipanggang dengan sedikit bumbu tentu berbeda dengan hidangan yang diberi tambahan butter atau saus manis yang kaya gula. Jadi, meski lezat dan menggoda, tetap penting untuk menikmati unagi dalam porsi wajar.
Lalu, apakah tren Unagi Butter yang ramai diperbincangkan ini bisa dianggap “sehat”? Jawabannya: tergantung konteksnya. Jika dilihat dari sisi bahan dasar, unagi memang kaya nutrisi. Namun kombinasi unagi dengan butter jelas membuat kalorinya meningkat. Bukan berarti tidak boleh dinikmati justru boleh saja, selama kamu mengonsumsinya sebagai occasional treat, bukan santapan harian. Apalagi jika dipadukan dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.
https://www.youtube.com/watch?v=0kbiBpff7O0&pp=ygUccmFkaXR5YSBkaWthIGRhbiBzaGVpbGEgZGFyYdgGowk%3D
https://www.tokyoweekender.com/food-and-drink/unagi-japans-summer-power-food/
https://www.detik.com/jateng/berita/d-7514338/apa-perbedaan-belut-ikan-sidat-unagi-dan-anago-yang-sering-dikira-sama
https://food.detik.com/resto-dan-kafe/d-8064532/di-sini-tempat-makan-unagi-butter-favorit-sheila-dara-dan-raditya-dika?page=2




