
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer. Julukan ini bukan tanpa alasan banyak orang tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, bahkan kematian mendadak. Organisasi kesehatan dunia menyebut hipertensi sebagai salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Seiring berkembangnya riset, pedoman soal definisi, diagnosis, dan penanganan hipertensi terus mengalami pembaruan. Di tahun 2025, American Heart Association (AHA) bersama American College of Cardiology (ACC) merilis panduan terbaru yang membawa sejumlah perubahan penting. Panduan ini tidak cuma berfokus pada deteksi dini, tapi juga memberikan perhatian khusus pada tekanan darah selama kehamilan.
Tidak semua isi pedoman berubah total, ada beberapa poin yang direvisi dari versi 2017, ada juga yang benar-benar baru ditambahkan. Nah, biar nggak bingung, berikut ini informasi lengkap seputar update terbaru dalam pedoman tekanan darah 2025 menurut AHA/ACC.
Apa yang Baru dalam Pedoman Tekanan Darah 2025
Pedoman terbaru AHA/ACC 2025 menekankan:
- Target tekanan darah, Semua orang dewasa disarankan menjaga tekanan darah di bawah 130/80 mmHg.
- Kehamilan, Pengobatan dimulai jika tekanan darah ≥ 140/90 mmHg, dengan obat yang aman seperti labetalol, nifedipin, dan methyldopa.
- Alat bantu keputusan, Gunakan PREVENT (Predicting Risk of Cardiovascular Events), untuk menilai risiko dan membantu pengambilan keputusan klinis.
- Perubahan gaya hidup, Terapkan pola hidup sehat seperti diet DASH, mengurangi garam, rutin olahraga, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres.

Perbandingan Pedoman Tekanan Darah
Berikut perbedaan antara pedoman tekanan terbaru AHA/ACC dan kemenkes yang sempat dipakai dinegara indonesia dengan sumber JNC VII 2003:
| Kategori | JNC VII 2003 (Kemenkes) | AHA/ACC 2025 | ||
|---|---|---|---|---|
| TDS (mmHg) | TDD (mmHg) | TDS (mmHg) | TDD (mmHg) | |
| Normal | < 120 | dan < 80 | < 120 | dan < 80 |
| Pra-hipertensi / Elevated | 120 – 139 | atau 80 – 89 | 120 – 129 | dan < 80 |
| Hipertensi Tahap 1 / Stage 1 | 140 – 159 | atau 90 – 99 | 130 – 139 | atau 80 – 89 |
| Hipertensi Tahap 2 / Stage 2 | ≥ 160 | atau ≥ 100 | ≥ 140 | atau ≥ 90 |
Perbedaan yang paling terihat adalah kategori pra-hipertensi atau elevated yang pada pedoman lama JNC VII 2003 cukup jauh jangkauannya (120–139/80–89), kini dipersempti jangkauannya hanya pada 120–129/<80 mmHg. Sehingga, rentang tekanan darah yang sebelumnya dianggap masih normal kini sudah termasuk tahap awal hipertensi, berikut anjuran gaya hidup berbagai kategori tekanan darah:
- Normal (<120/<80 mmHg): cukup dengan gaya hidup sehat.
- Elevated (120–129/<80 mmHg): perlu perubahan gaya hidup, bila ada risiko tinggi bisa mulai obat.
- Stage 1 (130–139/80–89 mmHg): kalau risiko rendah cukup gaya hidup sehat dan kontrol ulang, kalau risiko tinggi harus mulai obat.
- Stage 2 (≥140/≥90 mmHg): perlu kombinasi dua obat plus gaya hidup sehat.
- Severe (>180/>120 mmHg): harus segera ditangani, rawat jalan cepat bila tanpa kerusakan organ, atau rawat darurat bila ada kerusakan organ.
Panduan Tekanan Darah Selama Kehamilan
Pada pedoman AHA/ACC 2025 juga memberikan khusus bagi ibu hamil. Tekanan darah tinggi pada kehamilan tidak boleh diabaikan karena berisiko menimbulkan preeklamsia, komplikasi janin, hingga kematian ibu. Berikut pedoman tekanan darah untuk ibu hamil:
- Normal: < 140/90 mmHg
- Hipertensi kronis: ≥ 140/90 mmHg
- Hipertensi berat: ≥ 160/110 mmHg
Rekomendasi baru menegaskan bahwa terapi antihipertensi sebaiknya diberikan bila tekanan darah mencapai ≥ 140/90 mmHg. Bila ibu hamil memiliki tekanan darah sistolik (SBP) ≥160 mmHg atau diastolik (DBP) ≥110 mmHg, dan hasil tersebut terkonfirmasi ulang dalam 15 menit, maka harus segera diberikan obat antihipertensi.
PREVENT Risk Tool
Pedoman baru merekomendasikan penggunaan kalkulator PREVENT untuk menghitung risiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung dalam 10–30 tahun pada usia 30–79 tahun, dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, tekanan darah, kolesterol, dan kode pos. Kalkulator ini pertama yang menggabungkan aspek jantung, ginjal, dan metabolik sehingga hasilnya lebih presisi dan membantu dokter memberikan terapi yang lebih tepat.
Rekomendasi Gaya Hidup Sehat, Pondasi Pengelolaan Tekanan Darah
- Penurunan Berat Badan
Disarankan menurunkan berat badan minimal 5% pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. - Pola Makan Sehat
Terapkan pola makan sehat jantung seperti diet DASH , baik untuk yang dengan atau tanpa hipertensi. - Pengurangan Asupan Natrium
Kurangi konsumsi natrium hingga kurang dari 2300 mg per hari, idealnya mendekati 1500 mg per hari. - Suplementasi Kalium
Gunakan pengganti garam berbahan dasar kalium dan konsumsi kalium dari makanan, kecuali ada penyakit ginjal kronis atau obat yang memengaruhi kalium—pemantauan kadar kalium serum diperlukan. - Batasi Konsumsi Alkohol
Maksimalkan konsumsi alkohol hingga ≤1 minuman/hari untuk wanita dan ≤2 minuman/hari untuk pria. - Aktivitas Fisik
Tingkat kan aktivitas fisik dengan program latihan terstruktur, termasuk latihan aerobik dan latihan ketahanan. - Manajemen Stres (opsional)
Teknik seperti meditasi transendental, pengendalian pernapasan, atau yoga dapat membantu sebagai tambahan gaya hidup sehat.
Kalau dipikir-pikir, tekanan darah itu seperti alarm tubuh. Kadang diam-diam tinggi tanpa gejala, tapi efeknya bisa bikin hidup berantakan kalau dibiarkan. Pedoman baru dari AHA/ACC 2025 ini sebenarnya bikin kita lebih melek bahwa menjaga kesehatan itu bukan tunggu sakit dulu.
Makanya, yuk mulai dari hal kecil rajin olahraga, atur pola makan, kurangi garam, dan jangan lupa kelola stres. Dan yang nggak kalah penting, cek tekanan darah secara rutin. Bisa di rumah pakai tensimeter digital yang akurat, atau di fasilitas kesehatan terdekat. Kalau ada gejala atau hasil mulai mengarah ke hipertensi, lebih cepat ditangani, lebih besar juga peluang hidup sehat lebih lama.
https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/HYP.0000000000000249#sec-10
https://www.jacc.org/doi/10.1016/j.jacc.2025.07.010
https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/ understanding-blood-pressure-readings
https://www.idntimes.com/health/medical/pedoman-hipertensi-aha-dan-acc-2025-00-92d83-sqlt9p/amp
www.kemenkes.go.id




